<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1904331972066975657</id><updated>2012-02-15T08:13:24.899-08:00</updated><category term='Dialog Peradaban'/><category term='Sejarah'/><category term='Pendidikan'/><category term='Obrolan Hati'/><category term='Gelora'/><category term='Motivasi'/><category term='Sekolah Bahasa Arab'/><category term='Renungan'/><category term='fikroh'/><category term='obrolan ringan'/><category term='Oase Iman'/><title type='text'>GRANADA | Lukisan Peradaban!</title><subtitle type='html'>Mengukir Peradaban dengan Ilmu &amp;amp; Pena</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Fahri Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01033734545576722305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNXYHPj3PHI/AAAAAAAAAQU/Z8J1KRXFnbc/S220/Fahri.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>61</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1904331972066975657.post-5502717634025229058</id><published>2012-02-13T08:23:00.000-08:00</published><updated>2012-02-13T08:29:48.597-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Teori Setengah Berdiri</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-VyRYR6FQOT8/Tzk4p6GkZgI/AAAAAAAAAcU/s7GMo5864-4/s1600/017.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="134" src="http://3.bp.blogspot.com/-VyRYR6FQOT8/Tzk4p6GkZgI/AAAAAAAAAcU/s7GMo5864-4/s200/017.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan saat anda sedang mengikuti upacara bendera, dimana anda dituntut untuk berdiri dengan sikap sempurna. Kemudian tanyakanlah pada diri anda: berapa lama kah anda mampu berdiri dengan sikap sempurna seperti itu?  setelah anda menemukan jawabannya, sekarang bayangkanlah jika anda dalam posisi setengah berdiri. Anda tidak duduk, namun juga tidak berdiri. Anda hanya setengah berdiri. Bayangkan diri anda dalam posisi setengah berdiri seperti itu. kemudian tanyakan pada diri anda : berapa lamakah anda mampu bertahan dalam posisi setengah berdiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali anda mampu bediri tegak selama satu jam saat mengikuti upacara bendera. Namun mampukah anda dalam posisi setengah berdiri selama satu jam? Bukankah setengah berdiri itu akan lebih melelahkan dan lebih menyiksa, dibandingkan dengan ketika anda benar-benar berdiri? Ya, segala sesuatu yang dikerjakan setengah-setengah sebenarnya justru lebih banyak menguras energi dibandingkan dengan jika dikerjakan dengan sepenuh hati. Seperti contoh diatas, ternyata setengah berdiri jauh lebih melelahkan. Maka, kerjakan dengan sepenuh hati, atau tidak sama sekali!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda merasa berat dalam mengerjakan tugas-tugas kuliah atau tugas-tugas kantor, kemudian anda sering mengeluhkan keadaan tersebut, bukankah sebenarnya dengan mengeluh itu anda justru menambah berat beban hidup anda? Jika memiliki kesempatan untuk mengeluh, mengapa tidak digunakan kesempatan itu untuk memikirkan cara, strategi, dan jalan keluar? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, mengerjakan dengan maksimal saja belum cukup. Harus dilengkapi dengan keikhlasan. Ikhlas berarti mengerjakan sesuatu dengan sepenuh hati. Dengan demikian, energi yang kita keluarkan akan menjadi lebih efektif. (sumber: http://fahrihidayat.blogspot.com) &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1904331972066975657-5502717634025229058?l=fahrihidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/feeds/5502717634025229058/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2012/02/teori-setengah-berdiri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/5502717634025229058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/5502717634025229058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2012/02/teori-setengah-berdiri.html' title='Teori Setengah Berdiri'/><author><name>Fahri Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01033734545576722305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNXYHPj3PHI/AAAAAAAAAQU/Z8J1KRXFnbc/S220/Fahri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-VyRYR6FQOT8/Tzk4p6GkZgI/AAAAAAAAAcU/s7GMo5864-4/s72-c/017.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1904331972066975657.post-2604634376524570032</id><published>2012-02-13T07:56:00.000-08:00</published><updated>2012-02-13T07:56:48.824-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Optimalisasi PAI dalam membangun Akhlak Mulia</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-4spfjYhPk1c/Tzkysaz8bII/AAAAAAAAAcI/ebX65mx1oeU/s1600/Auliya_SMP_Saleh.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="150" width="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-4spfjYhPk1c/Tzkysaz8bII/AAAAAAAAAcI/ebX65mx1oeU/s200/Auliya_SMP_Saleh.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan salah satu mata pelajaran yang masuk kedalam kurikulum Nasional. Oleh karenanya, mata pelajaran PAI selalu ada dalam kurikulum sekolah, baik sekolah negeri atau swasta. Hanya saja, sekolah-sekolah Islam biasanya menambahkan alokasi waktu untuk mata pelajaran PAI dengan porsi yang lebih banyak dibandingkan dengan yang diterapkan pada sekolah umum. Harapannya, dengan penambahan jam perminggunya, PAI mampu mendorong siswa untuk menumbuhkan karakter dan kepribadian yang luhur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, dalam perkembangannya ternyata penambahan jam untuk mata pelajaran PAI belum menemukan peran yang optimal. Buktinya, degradasi moral seperti tawuran antar pelajar dan seks bebas masih merajalela di Negeri ini. Ironisnya, banyak dari pelajar sekolah Islam justru menjadi bagian dari degradasi moral tersebut. Ini menjadi bukti, bahwa penanaman akhlak mulia untuk para siswa dengan menambahkan mata pelajaran PAI masih belum optimal. Bahkan, banyak sekolah Islam yang justru terbelakang, bukan hanya dari sisi intelektual dan akademisnya saja, melainkan juga dari sisi moral dan kepribadian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini PAI dianggap sebagai mata pelajaran yang berkaitan dengan hati saja. Bahkan pada saat Kementerian Agama Republik Indonesia menggulirkan gagasan untuk menjadikan PAI sebagai salah satu mata pelajaran yang diikutkan dalam Ujian Nasional (UN), Banyak pihak yang tidak sependapat karena mengganggap domain PAI adalah hati, bukan akal. Sedangkan mata pelajaran lain yang ikut UN seperti Matematika, IPA, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia berkaitan dengan akal, bukan hati. Dengan argumentasi itu, maka memasukkan PAI kedalam UN dianggap tidak relevan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, semua mata pelajaran, termasuk PAI, pasti mencangkup wilayah kognitif, afektif, dan psikomotor. Obyek kajian yang masuk dalam kurikulum PAI di sekolah umum meliputi Qur`an, Hadist, Fiqih, Akhlak, dan Tarikh. Dalam menghafalkan ayat atau hadist tertentu, atau memahami teori fiqih dalam madzhab tertentu, siswa dituntut untuk menggunakan akalnya. Karena tanpa mengetahui landasan teorinya, sulit untuk mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Artinya, aspek kognitif atau daya akal dalam mata pelajaran PAI tetap harus diperhatikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, optimalisasi PAI dalam membangun kepribadian siswa tidak cukup hanya dengan penambahan jam saja. Namun perlu diadakakan pembiasaan terkait dengan pengamalan PAI dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dapat dilaksanakan misalnya dengan mewajibkan siswa untuk mengisi absen kehadiran pada saat shalat wajib di sekolah, melarang untuk bergaul secara berlebihan dengan lawan jenis, atau penugasan untuk mengisi khutbah jum`at di sekolah untuk siswa putra.  Selain itu guru PAI harus selalu berkoordinasi dengan orang tua murid terkait dengan controling dan monitoring pengamalan PAI di rumahnya masing-masing.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memicu semangat para siswa dalam PAI, pihak sekolah dapat mengadakan semacam olimpiade PAI secara rutin berkala. Biasanya Olimpiade PAI terdiri dari beberapa cabang lomba seperti: Ceramah, Khutbah Jum`at, Adzan, Kaligrafi, Seni Membaca Qur`an, Hafalan Hadist, Majalah Dinding Islami, dan lain sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) &lt;i&gt;Fahri Hidayat, Guru dan Wakaur Kurikulum Bidang Agama SMP- SMA Muhammadiyah Boarding School (MBS) Yogyakarta&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;*) Tulisan ini dimuat di koran Kedaulatan Rakyat.&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1904331972066975657-2604634376524570032?l=fahrihidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/feeds/2604634376524570032/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2012/02/optimalisasi-pai-dalam-membangun-akhlak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/2604634376524570032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/2604634376524570032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2012/02/optimalisasi-pai-dalam-membangun-akhlak.html' title='Optimalisasi PAI dalam membangun Akhlak Mulia'/><author><name>Fahri Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01033734545576722305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNXYHPj3PHI/AAAAAAAAAQU/Z8J1KRXFnbc/S220/Fahri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-4spfjYhPk1c/Tzkysaz8bII/AAAAAAAAAcI/ebX65mx1oeU/s72-c/Auliya_SMP_Saleh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1904331972066975657.post-4172354533018857299</id><published>2012-01-06T03:43:00.000-08:00</published><updated>2012-01-06T03:52:04.036-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Lapangkan Hati, Raih Prestasi!</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/--X2ZIwxocv8/TwbeATG0xQI/AAAAAAAAAb8/oJwNQ4-kNVE/s1600/timthumb.php.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="133" width="200" src="http://2.bp.blogspot.com/--X2ZIwxocv8/TwbeATG0xQI/AAAAAAAAAb8/oJwNQ4-kNVE/s200/timthumb.php.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari ada seorang murid yang mendatangi gurunya. Sang murid berkeluh kesah kepada gurunya “Guru, aku sudah muak dengan hidupku. Aku sering diolok-olok teman-temanku, bahkan aku sering difitnah dan dipojokkan. Aku merasa hidupku tak ada artinya lagi. Aku ingin bunuh diri saja, guru!”. Mendengar keluhan yang disampaikan oleh muridnya itu, Sang Guru tidak langsung menjawab. Ia mengambil secangkir gelas dan mengisi gelas tersebut dengan air. Kemudian Ia memasukkan satu sendok garam kedalam gelas yang sudah berisi air tersebut dan mengaduknya hingga garam benar-benar larut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Guru kemudian berkata “anakku, coba kamu cicipi air yang ada di gelas ini”. Sang muridpun kemudian mencicipinya. “bagaimana rasanya?” tanya Guru. “rasanya asin sekali guru” jawabnya. Sang Guru kemudian mengajak murid itu berjalan menuju sebuah telaga. Sesampainya di telaga, Sang guru memasukkan satu sendok garam kedalam telaga tersebut. Setelah garam benar-benar larut, Ia meminta muridnya untuk mencicipi air telaga tersebut. Sang muridpun mengikuti perintah gurunya. “bagaimana rasanya?” tanya guru. “rasanya segar sekali guru..” jawab muridnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dengan bijak Sang Guru berkata “duhai anakku, mengapa air yang digelas tadi asin dan air telaga ini tetap segar, Padahal keduanya sama-sama dicampur dengan satu sendok garam? Ketahuilah, air itu ibarat hatimu. Apabila hatimu itu sempit seperti gelas, maka satu sendok garam saja sudah cukup membuatnya asin. Namun jika hatimu seluas telaga, maka satu sendok garam itu tak akan berarti apapun! Dan air telaga tetap akan terasa segar  walau dicampuri dengan satu sendok garam sekalipun. Karena telaga itu luas. Maka, jadikan hatimu seluas telaga nak!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita ini mengajarkan kepada kita bagaimana seharusnya melihat sebuah masalah. satu sendok garam pada cerita diatas ibarat sebuah problematika: konflik, kegagalan, kecewa, dan lain sebagainya. Ternyata semua tergantung pada bagaimana hati kita merespon masalah. jika hati kita seluas telaga, maka fikiran kita pun tetap akan jernih walau diterpa dengan masalah-masalah. sehingga, dengan fikiran yang jernih itu kita akan selalu keluar dari semua problematika hidup dengan prestasi kemenangan.(sumber: http://fahrihidayat.blogspot.com)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1904331972066975657-4172354533018857299?l=fahrihidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/feeds/4172354533018857299/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2012/01/hadapi-problematika-dengan-hati-yang.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/4172354533018857299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/4172354533018857299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2012/01/hadapi-problematika-dengan-hati-yang.html' title='Lapangkan Hati, Raih Prestasi!'/><author><name>Fahri Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01033734545576722305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNXYHPj3PHI/AAAAAAAAAQU/Z8J1KRXFnbc/S220/Fahri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/--X2ZIwxocv8/TwbeATG0xQI/AAAAAAAAAb8/oJwNQ4-kNVE/s72-c/timthumb.php.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1904331972066975657.post-1537689221918881761</id><published>2011-10-06T07:55:00.000-07:00</published><updated>2011-10-06T07:55:57.567-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Selamat Tinggal Keraguan!</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-7CK3tMBS3os/To3BHT63CwI/AAAAAAAAAb0/M8Ylc9OCHFs/s1600/yn.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="154" width="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-7CK3tMBS3os/To3BHT63CwI/AAAAAAAAAb0/M8Ylc9OCHFs/s200/yn.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;BAYANGKAN suatu hari anda hendak menyirami bunga. Anda akan menyiraminya dengan menggunakan selang yang dihubungkan langsung pada sebuah kran. Namun, ketika kran dibuka cipratan air dari selang sangat kecil, seperti tersumbat oleh sesuatu. Setelah anda periksa, ternyata ada sebuah plastik yang tersangkut di dalam selang yang membuat aliran air menjadi tersumbat.  Dalam kondisi demikian, satu-satunya cara untuk membuat supaya air dapat mengalir adalah dengan mengambil penyumbatnya. Jika penyumbat air tidak diambil, maka air tidak akan dapat mengalir dengan sempurna. Anda harus secara sadar mengambil penyumbatnya, sehingga air kran dapat mengalir dengan sempurna melalui selang yang akan anda gunakan untuk menyirami bunga anda. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika air kran itu diibaratkan sebagai mimpi dan cita-cita anda, maka penyumbat yang menjadikan mimpi dan cita-cita itu tak dapat mengalir menjadi sebuah karya nyata adalah keraguan. Keraguan adalah prasangka negatif dengan menganggap diri anda tak mungkin meraih apa yang anda inginkan. Selama keraguan itu masih ada di dalam fikiran anda, maka ia akan senantiasa menjadi penyumbat yang membatasi antara anda dengan keberhasilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu-satunya cara untuk merealisasikan mimpi dan cita-cita anda adalah anda harus membuang keraguan dari diri anda! Jika anda tetap membiarkan keraguan itu ada pada diri anda, maka ia akan menjadi benalu yang menggerogoti tekad dan semangat Anda. Karena semangat itu munculnya dari keyakinan. Sedangkan keyakinan dan keraguan adalah dua kutub yang berseberangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda ragu untuk dapat meraih keberhasilan, maka untuk alasan apa anda mencoba? Tidak akan pernah ada hasil yang maksimal jika masih ada keraguan. Orang-orang besar hanya memiliki dua pilihan “&lt;i&gt;merdeka atau mati”!&lt;/i&gt; Artinya: &lt;i&gt;“mencoba dengan penuh keyakinan untuk berhasil, atau tidak sama sekali!”.&lt;/i&gt; Karena tidak ada kata &lt;i&gt;“setengah berhasil”&lt;/i&gt;, yang ada adalah &lt;i&gt;“berhasil atau tidak sama sekali”&lt;/i&gt;. Maka, langkah pertama untuk meraih keberhasilan yang sempurna adalah dengan membuang semua keraguan yang ada dalam diri anda, kemudian berteriaklah: &lt;b&gt;selamat tinggal keraguan!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(sumber: http://fahrihidayat.blogspot.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1904331972066975657-1537689221918881761?l=fahrihidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/feeds/1537689221918881761/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2011/10/selamat-tinggal-keraguan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/1537689221918881761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/1537689221918881761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2011/10/selamat-tinggal-keraguan.html' title='Selamat Tinggal Keraguan!'/><author><name>Fahri Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01033734545576722305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNXYHPj3PHI/AAAAAAAAAQU/Z8J1KRXFnbc/S220/Fahri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-7CK3tMBS3os/To3BHT63CwI/AAAAAAAAAb0/M8Ylc9OCHFs/s72-c/yn.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1904331972066975657.post-4217674255440847126</id><published>2011-09-30T23:00:00.000-07:00</published><updated>2012-02-14T04:34:26.265-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Menjadi Guru Teladan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-WJPjlsY1vKw/TzpUyo5zN5I/AAAAAAAAAcg/z5z8D8Rau0k/s1600/DSC00669.JPG" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="150" width="200" src="http://2.bp.blogspot.com/-WJPjlsY1vKw/TzpUyo5zN5I/AAAAAAAAAcg/z5z8D8Rau0k/s200/DSC00669.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberi teladan adalah hal yang sangat mudah, apalagi bagi seorang guru yang sudah lama terjun dalam dunia pendidikan. Bahkan, semua guru pasti selalu memberikan teladan yang baik bagi para siswanya. Jika ada seorang murid yang terlambat masuk kelas misalnya, Sang Guru tentu akan dengan mudah mengingatkan: “terlambat itu merupakan kebiasaan yang tidak baik, lain kali jangan di ulangi lagi ya..”. Dalam kasus ini, teladan yang diberikan adalah disiplin dan tidak terlambat. Sekali lagi, memberi teladan memang mudah. Semudah lisan untuk mengucapkannya. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya seorang guru tidak cukup dengan hanya memberi teladan, namun juga harus bisa menjadi teladan. Sebagai contoh, ketika seorang guru melarang siswanya untuk terlambat masuk kelas, maka guru harus bisa menjamin bahwa dirinya juga mematuhi larangan yang dibuatnya sendiri. Walaupun seandainya guru terlambat, siswa tidak mungkin berani untuk menegur, namun ketidaksesuaian antara ucapan dengan perbuatan yang dilakukan oleh guru pasti akan teramati oleh siswa. Jika hal ini terjadi, maka ketaatan siswa kepada gurunya hanya sebatas formalitas saja, tidak sampai pada internalisasi nilai. Karena transfer nilai itu tidak bisa hanya sekedar disampaikan dengan teori, namun juga harus dengan teladan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika suatu hari anda sedang menanak nasi, dan  anak anda merengek-rengek karena ingin cepat-cepat makan. Kemudian tiba-tiba anda kesal dan berteriak “kamu sabar sedikit bisa nggak, sih!”. Dalam kondisi seperti ini, siapa yang sebenarnya tidak sabar? Anak anda, atau justru anda sendiri? Atau, mungkin anda dan anak anda sama-sama tidak sabar? Bukankah sangat lucu jika anda menyuruh anak anda untuk bersabar dengan cara menunjukan ketidaksabaran anda sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi guru teladan adalah bagaimana supaya prinsip, semangat, dan perilakunya dapat dicontoh oleh siswanya. Bukan hanya sekedar memberikan contoh, namun menjadi contoh.  Bukan hanya sekedar memotivasi siswa agar berprestasi, namun seorang guru teladan juga harus berprestasi, sehingga tanpa kata-katapun sikap dan perilaku guru akan menjadi motivasi untuk muridnya. (sumber: http://fahrihidayat.blogspot.com) &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1904331972066975657-4217674255440847126?l=fahrihidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/feeds/4217674255440847126/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2011/09/memberi-teladan-adalah-hal-yang-sangat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/4217674255440847126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/4217674255440847126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2011/09/memberi-teladan-adalah-hal-yang-sangat.html' title='Menjadi Guru Teladan'/><author><name>Fahri Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01033734545576722305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNXYHPj3PHI/AAAAAAAAAQU/Z8J1KRXFnbc/S220/Fahri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-WJPjlsY1vKw/TzpUyo5zN5I/AAAAAAAAAcg/z5z8D8Rau0k/s72-c/DSC00669.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1904331972066975657.post-8669646436966275444</id><published>2011-09-03T04:53:00.000-07:00</published><updated>2011-09-03T05:08:29.485-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Menyambut Masa Depan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-jxH6eS43nZA/TmIVJy6CiOI/AAAAAAAAAbc/ZpTf5w-AUbY/s1600/Hornet2.JPG" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="130" width="200" src="http://2.bp.blogspot.com/-jxH6eS43nZA/TmIVJy6CiOI/AAAAAAAAAbc/ZpTf5w-AUbY/s200/Hornet2.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;BANYAK orang yang berkata bahwa masa depan tak pasti, sehingga semuanya menjadi serba sulit karena ketidakpastian itu. Namun marilah kita berfikir sejenak: bukankah justru karena segala sesuatu tidak pasti, berarti segalanya menjadi mungkin? Jika anda berani berjuang untuk meraih tujuan tertentu, maka anda akan berhadapan dengan dua kemungkinan: berhasil atau gagal. Akan tetapi jika anda tidak mau untuk berusaha, maka hanya ada satu kemungkinan yang akan anda dapatkan, yaitu kegagalan!&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang ada pada diri anda saat ini, adalah hasil dari upaya dan kerja keras anda pada masa lalu. Jika anda ingin masa depan anda sama dengan masa sekarang, maka lakukanlah sama seperti apa yang anda lakukan pada masa lalu! Namun jika anda ingin masa depan anda lebih baik dari pada masa sekarang, maka hari ini anda harus bisa berbuat yang lebih baik dari pada masa lalu anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan berkecil hati setiap kali anda menemui kesempatan gagal, karena itu berarti anda juga akan menemui kesempatan berhasil. Tugas anda hanyalah berperilaku yang lebih mungkin membuat anda berhasil dari pada gagal. Tugas anda adalah membuat sebab, sedangkan akibat dari sebab yang anda buat itu adalah takdir yang akan anda raih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa depan adalah gambar yang anda lukis pada hari ini. Cerah atau suramnya tergantung pada bagaimana anda melukisnya. Namun ada satu lagi yang menentukan cerah atau suramnya lukisan anda, yaitu takdir. Bayangkan jika anda melukis gambar masa depan itu dengan lukisan yang sangat indah, namun tiba-tiba lukisan itu terbakar api dan menjadi hangus. Sekali lagi,  masa depan memang tak pasti! Akan tetapi itu bukan berarti bahwa kita tidak perlu berusaha dan bekerja keras.  Justru ketidakpastian itu mengajarkan kita makna kepasrahan kepada Alloh yang mengatur hidup kita. Itulah mengapa kita tidak cukup hanya sekedar berdoa dan berusaha saja, namun harus dilengkapi dengan tawakal atau memasrahkan segalanya kepada Alloh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika masa depan memang benar-benar tak pasti, maka sambutlah masa depan itu dengan cara-cara yang pasti akan mengantarkan anda menuju tempat yang baik! (sumber: http://fahrihidayat.blogspot.com) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1904331972066975657-8669646436966275444?l=fahrihidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/feeds/8669646436966275444/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2011/09/menyambut-masa-depan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/8669646436966275444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/8669646436966275444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2011/09/menyambut-masa-depan.html' title='Menyambut Masa Depan'/><author><name>Fahri Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01033734545576722305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNXYHPj3PHI/AAAAAAAAAQU/Z8J1KRXFnbc/S220/Fahri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-jxH6eS43nZA/TmIVJy6CiOI/AAAAAAAAAbc/ZpTf5w-AUbY/s72-c/Hornet2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1904331972066975657.post-5277410269265859027</id><published>2011-08-24T09:37:00.000-07:00</published><updated>2011-08-24T11:13:20.487-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Memaknai Kesuksesan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-z7oK53VU38w/TlUoqsiBfgI/AAAAAAAAAa0/jRxj3iCirQw/s1600/wisuda.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="198" src="http://3.bp.blogspot.com/-z7oK53VU38w/TlUoqsiBfgI/AAAAAAAAAa0/jRxj3iCirQw/s200/wisuda.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;SUKSES adalah impian setiap orang. Namun ternyata tidak semua orang memahami arti kesuksesan, bahkan masih banyak yang belum memiliki tujuan dimana mereka dikatakan sukses jika meraihnya. Sehingga kata “sukses” hanyalah menjadi sebuah utopia yang tak dapat dicapai, karena ia memang belum ada –atau- belum kita buat menjadi ada.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses adalah ketika anda hendak menuju Kota Surakarta dari Jogja dengan menggunakan sepeda motor, dimana pada menit ke 20 anda sudah sampai di Kota Klaten, pada menit ke 45 anda sudah melewati Kecamatan Delanggu, dan  mencapai Kota Surakarta pada menit ke 60. Targetnya jelas, yaitu Kota Surakarta. Jika anda hanya berhenti di Klaten dan tidak melanjutkan perjalanan, maka anda gagal. Namun jika dari awal anda berjalan tanpa ada tujuan,  maka anda tak akan pernah sukses, karena targetnya memang tak ada. Jadi, milikilah &lt;i&gt;goal setting&lt;/i&gt; dan target yang jelas dalam perjalanan hidup anda!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai manusia, sebenarnya kita tidak memiliki kuajiban untuk sukses. Yang wajib kita lakukan adalah mencoba. Karena di dalam mencoba itulah, ada kemungkinan untuk berhasil. Semakin banyak kita mencoba, maka semakin banyak kesempatan sukses yang kita dapat. Jika anda tak mau mencoba, barangkali anda memang tak akan pernah gagal, namun anda juga tidak akan pernah meraih kesuksesan. Karena satu-satunya jalan untuk membuka kemungkinan berhasil adalah dengan mencoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rizki manusia memang sudah ada di tangan Alloh. Namun jika anda tak mau mengambilnya, maka rizki tersebut akan berada di tangan Alloh untuk selamanya. Dan satu-satunya jalan untuk mengambil rizki itu dari tangan Alloh adalah dengan cara membuat  sebab dimana anda menjadi pantas untuk menerimanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan:  Jika anda meminta air sebanyak satu bak besar, namun anda hanya memiliki satu gelas kecil. Lalu apakah anda dapat menerima air satu bak besar jika anda benar-benar diberi? Bukankah seharusnya anda juga memiliki bak yang minimal sama besarnya dengan kapasitas air yang anda minta? Bagi Alloh, mengabulkan permintaan anda adalah hal yang sangat mudah. Namun pertanyaannya, apakah anda pantas untuk menerimanya? Jika anda ingin agar permintaan anda dikabulkan oleh Alloh, maka tugas anda adalah memantaskan diri untuk dapat menerima permintaan anda kepada Alloh. &lt;b&gt;Jangan meminta air satu bak besar, jika anda hanya punya satu gelas kecil!&lt;/b&gt; (sumber: http://fahrihidayat.blogspot.com) &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;* &lt;i&gt;Artikel ini sekaligus sebagai jawaban dari pertanyaan  Sdr Aufa via SMS: &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ass.Wr.Wb. Mas fahri, mengapa doa saya belum juga dikabulkan Alloh? padahal saya sering sekali berdoa untuk berhasil dalam pekerjaan saya. bukankah jika kita meminta pada Alloh, maka Alloh akan menjawabnya? terimkasih atas jawabannya. Aufa (085673212***)&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1904331972066975657-5277410269265859027?l=fahrihidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/feeds/5277410269265859027/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2011/08/memaknai-kesuksesan.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/5277410269265859027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/5277410269265859027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2011/08/memaknai-kesuksesan.html' title='Memaknai Kesuksesan'/><author><name>Fahri Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01033734545576722305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNXYHPj3PHI/AAAAAAAAAQU/Z8J1KRXFnbc/S220/Fahri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-z7oK53VU38w/TlUoqsiBfgI/AAAAAAAAAa0/jRxj3iCirQw/s72-c/wisuda.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1904331972066975657.post-7291454747633219753</id><published>2011-08-07T07:51:00.000-07:00</published><updated>2011-08-07T15:52:55.267-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Bersahabat dengan Masalah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Ye2piVGOk28/Tj6mUgqBRHI/AAAAAAAAAZ0/mnobi-6p4tM/s1600/pusing.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="161" width="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-Ye2piVGOk28/Tj6mUgqBRHI/AAAAAAAAAZ0/mnobi-6p4tM/s200/pusing.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ada dua orang pelaut yang hidup di dua daerah yang berlainan. Sebut saja pelaut A dan pelaut B. Pelaut A hidup di sebuah pantai yang tenang. Setiap hari ia menikmati hembusan angin laut yang menenangkan hatinya. Ketika melaut, ia tidak pernah mengalami kesulitan yang berarti. Karena air laut tempat ia biasa berlayar dengan perahunya itu sangat tenang, tak ada ombak yang besar dan tak ada angin yang menakutkan. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disisi lain, pelaut B menjalani nasib yang berbeda dengan pelaut A. Setiap hari, pelaut B berlayar di tengah badai. Ombak yang menakutkan dan angin ribut yang mencekam  menjadi teman akrabnya dalam mengais riskinya sebagai seorang pelaut. Setiap hari ia harus berjuang menghadapi semua rintangan itu. Jika tidak, ia tak akan mendapatkan riski untuk menafkahi keluarganya pada hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita ditanya, siapakah dari kedua pelaut itu yang lebih tangguh? Tentu kita akan sepakat menjawab: pelaut B jauh lebih tangguh. Mengapa? Karena ia selalu berhadapan dengan badai yang menghantam dan ombak yang bergelombang hebat. Rintangan-rintangan itu tak mungkin dapat dilalui, kecuali oleh seorang pelaut yang tangguh. Sedangkan pelaut A, yang terbiasa berlaut di air yang tenang, belum tentu bisa berlayar di laut yang bergelombang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ombak yang bergelombang, badai, dan angin ribut adalah kesulitan. Dan kesulitan biasanya dianggap sebagai sebuah masalah. Ternyata, masalah mendidik jiwa kita untuk menjadi lebih tangguh. Kesulitan bagaikan sebuah seleksi alam: yang tidak berani menghadapi, pasti tertinggal. Dengan kata lain, ternyata kita membutuhkan masalah untuk menjadi lebih baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda mengidolakan seorang tokoh besar yang sukses, maka jangan anda lihat pada hasil akhir takdir orang itu sebagai orang sukses. Namun lihatlah pada bagaimana prosesnya, sehingga ia menjadi sukses. Karena kesulitan yang kita hadapi, akan selalu berjalan beriringan dengan besarnya kesuksesan yang kita terima. Menjadi orang besar memang banyak nikmatnya: sering disanjung, banyak riskinya, banyak orang yang mendoakannya, memiliki pengaruh yang kuat pada masyarakatnya, dan luas relasinya. Namun orang besar juga menjadi orang yang paling sering menghadapi masalah: sering dijatuhkan oleh lawan politiknya, sering difitnah dan dicaci maki, serta sering mendapat tekanan baik psikhis maupun tekanan fisik. Maka, jika anda ingin menjadi seorang pribadi yang tangguh, bersahabatlah selalu masalah! Jangan terlalu lama menikmati air laut yang tenang, karena sesuatu yang tenang itu sesungguhnya akan membuat anda terlena. (sumber: http://fahrihidayat.blogspot.com) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* &lt;i&gt;Artikel ini sekaligus sebagai jawaban dari pertanyaan Sdr Neyla Losiana Dewi via SMS&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1904331972066975657-7291454747633219753?l=fahrihidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/feeds/7291454747633219753/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2011/08/bersahabat-dengan-masalah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/7291454747633219753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/7291454747633219753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2011/08/bersahabat-dengan-masalah.html' title='Bersahabat dengan Masalah'/><author><name>Fahri Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01033734545576722305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNXYHPj3PHI/AAAAAAAAAQU/Z8J1KRXFnbc/S220/Fahri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Ye2piVGOk28/Tj6mUgqBRHI/AAAAAAAAAZ0/mnobi-6p4tM/s72-c/pusing.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1904331972066975657.post-7831580042676881341</id><published>2011-07-04T11:04:00.000-07:00</published><updated>2011-07-04T11:10:55.132-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Pelangi di Langit Kehidupan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-vB8g_ajlq3A/ThIARL4F68I/AAAAAAAAAZs/3iPkUJbwUuY/s1600/exp-rainbow-main.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="146" width="200" src="http://2.bp.blogspot.com/-vB8g_ajlq3A/ThIARL4F68I/AAAAAAAAAZs/3iPkUJbwUuY/s200/exp-rainbow-main.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Mari  kita belajar dari filosofi pelangi: indah dipandang karena adanya perpaduan warna yang sangat harmonis, dan selalu muncul tatkala matahari bersinar saat hujan turun. Pelangi tampak begitu menawan karena tidak hanya terdiri dari satu warna, namun dari bermacam-macam warna. Jika kita diminta untuk memilih warna apa yang paling kita suka dari pelangi, mungkin jawabannya relatif: ada yang lebih suka warna merah, kuning, hijau, atau jingga. Namun, meskipun warna favorit kita berbeda-beda, kita tak dapat memungkiri sebuah fakta: bahwa pelangi tampak indah karena adanya kolaborasi dari semua warna itu, sehingga menghasilkan sebuah lukisan alam yang sangat indah!  Jadi konteksnya bukanlah warna apa yang paling indah, tapi bagaimana warna-warna itu dapat berpadu dengan sangat cantik.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai manusia, kita tentu memiliki kelebihan dan kekurangan. Itu sangat manusiawi. Setiap orang –bagaimanapun hebatnya dia- pasti tetap memiliki sisi kekurangan. Terkadang, kekurangan itu menjadikan diri kita  tampil tidak percaya diri saat berkumpul dengan orang-orang yang kita anggap hebat. Mengapa? Karena kita merasa kelebihan yang mereka miliki tidak ada pada diri kita, sehingga kita merasa minder. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi marilah kita merenung sejenak. Ya, barangkali kelebihan mereka itu memang tak ada –atau lebih tepatnya belum ada- pada diri kita saat ini. Namun bukankah kita juga memiliki kelebihan yang tidak mereka miliki? Kita tentu akan tampak begitu dungu jika membandingkan kelebihan mereka dengan kekurangan kita. Maka, bandingkanlah kelebihan dengan kelebihan, bukan kelebihan dengan kekurangan! Dengan demikian kita akan menjadi sama-sama hebat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda merasa unggul dalam bidang sejarah, namun lemah pada matematika, maka jangan bandingkan kelemahan anda itu dengan orang-orang yang pandai dalam ilmu matematika! Karena mereka yang pandai berhitung, belum tentu memahami sejarah. Jadi, konteksnya bukanlah siapa yang paling cerdas, bukan siapa yang paling hebat, bukan siapa yang paling pintar, namun bagaimana semua orang dengan keunggulannya masing-masing dapat saling bersinergi dan saling melengkapi. Itulah mengapa manusia disebut sebagai makhluk sosial. Karena dalam interaksi sosial itu, manusia pasti saling membutuhkan. Saling membutuhkan berarti saling memberikan apa yang kita miliki. Bayangkan jika apa yang manusia miliki adalah hal yang sama,  maka tidak ada sesuatu yang bisa diberikan! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah seperti pelangi: indah karena berpadu dengan harmonis. Kehidupan akan menjadi indah jika masyarakatnya saling memadukan keunggulan masing-masing, dan saling melengkapi kekurangan masing-masing. Bukankah pelangi itu sempurna ketika ada merah, jingga, biru, kuning,hijau, nila, dan ungu? Maka kehidupan inipun sempurna jika ada ahli pemerintahan, Matematikawan, Biolog, kimiawan, Sejarawan, Psikolog, Budayawan, dan lain sebagainya yang semuanya berkolaborasi dengan harmonis untuk membangun sebuah peradaban yang cemerlang. (sumber: http://fahrihidayat.blogspot.com) &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1904331972066975657-7831580042676881341?l=fahrihidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/feeds/7831580042676881341/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2011/07/pelangi-di-langit-kehidupan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/7831580042676881341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/7831580042676881341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2011/07/pelangi-di-langit-kehidupan.html' title='Pelangi di Langit Kehidupan'/><author><name>Fahri Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01033734545576722305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNXYHPj3PHI/AAAAAAAAAQU/Z8J1KRXFnbc/S220/Fahri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-vB8g_ajlq3A/ThIARL4F68I/AAAAAAAAAZs/3iPkUJbwUuY/s72-c/exp-rainbow-main.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1904331972066975657.post-2189378190273977704</id><published>2011-05-22T07:38:00.000-07:00</published><updated>2011-05-22T07:38:39.018-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Filosofi Kesempurnaan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-PXPkuwFEUPU/Tdkf5ezE-FI/AAAAAAAAAZg/Lt0ffgDvvbQ/s1600/65404_473858649227_197674079227_5456253_6588146_n.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="150" width="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-PXPkuwFEUPU/Tdkf5ezE-FI/AAAAAAAAAZg/Lt0ffgDvvbQ/s200/65404_473858649227_197674079227_5456253_6588146_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Jika kita membaca novel perjuangan yang mengisahkan tentang seorang pahlawan, atau buku biografi para tokoh-tokoh besar, maka kita akan mendapati sebuah kesan bahwa seakan-akan mereka adalah manusia “luar biasa” yang sangat sempurna. Bayangan kesempurnaan itu begitu kuat pada diri mereka, sehingga secara tak sadar kita sering kali berfikir bahwa diri kita sangat jauh dari mereka, bahkan mungkin kita sampai berfikir bahwa kita tak mungkin dapat meraih kegemilangan sebagaimana yang mereka raih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pernahkah anda berfikir, bahwa manusia-manusia “luar biasa” itu sebenarnya adalah manusia biasa seperti kita? Selama ini tanpa disadari, kita sering terjebak pada pemahaman yang berlebihan tentang arti kesempurnaan. Kita barangkali mengganggap bahwa “manusia yang sempurna” adalah manusia yang luput dari sisi-sisi kesalahan, yang selalu sukses dan berhasil meraih cita-citanya, yang selalu menjadi sanjungan, yang selalu menjadi idola, dan pandangan-pandangan lain yang semisalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah kita akan lebih bisa menghargai sebuah kesehatan pada saat kita sedang sakit? Artinya, jika seumur hidup kita tidak pernah merasakan sakit, kita tak akan dapat membayangkan bagaimana nikmatnya sebuah kesehatan itu. Lalu jika ada manusia yang tak pernah jatuh sakit dan selalu sehat dalam seumur hidupnya, apakah kita dapat menyebutnya sebagai manusia yang sempurna?  Bukankah kita akan lebih dapat mengerti indahnya keberhasilan pada saat kita terjatuh pada lembah kegagalan? Andai kita tak pernah merasakan kegagalan, kita juga tak akan dapat menikmati indahnya sebuah keberhasilan. Lalu apakah jika ada manusia di dunia ini yang selalu berhasil didalam setiap pekerjaannya dan tak pernah jatuh gagal sama sekali, apakah kita dapat menyebutnya sebagai manusia yang sempurna? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filosofi kesempurnaan sebenarnya jauh lebih sederhana dibandingkan dengan bayang-bayang abstrak yang ada pada diri kita selama ini. Manusia  yang sempurna adalah manusia biasa yang terkadang bersedih dan terkadang bahagia, yang memiliki sisi-sisi kekurangan kemudian berupaya untuk belajar menyempurnakan, yang terkadang jatuh gagal kemudian bangkit kembali untuk mengupayakan keberhasilan, yang terkadang menangis karena merasa kehilangan, yang terkadang menginginkan sesuatu lalu menemui jalan buntu, yang terkadang terbawa situasi haru. Manusia yang sempurna bukanlah manusia yang luput dari sisi-sisi kekurangan, bahkan justru yang luput dari kekurangan tidak bisa disebut sebagai manusia. Karena fitrah manusia, sebagaimana tertulis didalam Al-quran,  adalah tempat salah dan lupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, kita semua adalah manusia yang sempurna! Itulah mengapa didalam Al-Qur`an Alloh mensifati manusia sebagai “fi ahsani taqwim” atau dalam bentuk yang sebaik-baiknya (sempurna). Jika saat ini anda sedang bersedih karena sebuah problema, atau sedang gundah karena impian yang masih tertunda, maka bersyukurlah! karena itu adalah bagian dari kesempurnaan diri anda! (sumber: http://fahrihidayat.blogspot.com) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1904331972066975657-2189378190273977704?l=fahrihidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/feeds/2189378190273977704/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2011/05/filosofi-kesempurnaan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/2189378190273977704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/2189378190273977704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2011/05/filosofi-kesempurnaan.html' title='Filosofi Kesempurnaan'/><author><name>Fahri Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01033734545576722305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNXYHPj3PHI/AAAAAAAAAQU/Z8J1KRXFnbc/S220/Fahri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-PXPkuwFEUPU/Tdkf5ezE-FI/AAAAAAAAAZg/Lt0ffgDvvbQ/s72-c/65404_473858649227_197674079227_5456253_6588146_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1904331972066975657.post-3127446033922218816</id><published>2011-05-11T03:41:00.000-07:00</published><updated>2011-05-11T04:42:52.626-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Ujian Nasional PAI, Why Not?!</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-fXCqMSDz874/Tcpn1RCSLHI/AAAAAAAAAZY/57j2dDUXdTs/s1600/DSC00775.JPG" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="150" width="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-fXCqMSDz874/Tcpn1RCSLHI/AAAAAAAAAZY/57j2dDUXdTs/s200/DSC00775.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Di tengah maraknya isu tentang pendidikan karakter, Kementerian Agama menggulirkan wacana untuk menjadikan pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai salah satu mata pelajaran yang akan diikutkan dalam Ujian Nasional (UN). Bergulirnya wacana tersebut tentu menimbulkan pro dan kontra di kalangan akademisi ataupun praktisi pendidikan. Setidaknya ada dua hal yang menjadi titik kontroversi dalam hal ini, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Yang pertama:&lt;/b&gt; Menjadikan PAI sebagai mata pelajaran yang UN-kan dinilai hanya menempatkan PAI pada ranah kognitif saja. Dengan mempertimbangkan pelajaran PAI yang hanya 2 jam dalam seminggu, Guru PAI tentu akan lebih fokus pada bagaimana menyelesaikan materi dari pada memperhatikan perkembangan keagamaan peserta didiknya. Sehingga PAI hanya akan menjadi teori-teori yang dihafal namun tidak menyentuh pada aspek afektif dan psikomotor. Padahal, tujuan dari pengajaran PAI sebenarnya adalah implementasinya di dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Yang kedua:&lt;/b&gt; Masyarakat Indonesia sangat heterogen dan plural. Keberagaman pada masyarakat Indonesia juga mencangkup keberagaman dalam beragama. Sebagaimana yang telah diketahui, bahwa di Indonesia terdapat banyak Organisasi Islam seperti Muhammadiyah dan Nahdhotul Ulama (NU) yang masing-masing memiliki perbedaan dalam masalah-masalah furu`iyah. Dengan demikian, menjadikan PAI sebagai mata pelajaran yang diikutkan dalam UN sama dengan memaksa seluruh masyarakat Indonesia untuk mengikuti “madzhab pemerintah”. Sehingga dikhawatirkan hal tersebut justru akan menimbulkan konflik sosial di tengah masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun terlepas dari kontroversi diatas, sebenarnya wacana untuk menjadikan PAI sebagai mata pelajaran yang diikutkan dalam UN adalah sebuah lompatan sejarah bagi bangsa Indonesia. Ini tentu merupakan kemajuan besar, karena PAI akan dianggap penting dan tidak dipandang sebelah mata. Lalu bagaimana menjawab pertanyaan pertama yang mempermasalahkan PAI hanya akan dianggap teori saja?  Jika yang menjadi kendala adalah jumlah jam PAI yang hanya 2 jam seminggu, sehingga susah untuk menerapkan pengawasan terhadap perkembangan keagamaan siswa, Sebenarnya yang lebih layak untuk ditanyakan adalah “Bagaimana langkah pemerintah untuk dapat memaksimalkan peran PAI dalam pendidikan karakter, sebagai konsekuensi mengikutkan PAI dalam UN?” Dalam hal ini ada banyak hal yang dapat dilakukan oleh pemerintah, misalnya menambah jam PAI dalam seminggu, dan yang terpenting mengembangkan kurikulum PAI. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun menjawab masalah kedua tentang keberanekaragaman pemahaman keagamaan di Indonesia, bukankah dengan mengikutkan PAI di dalam UN itu artinya mendorong masyarakat Indonesia supaya menjadi lebih dewasa dalam beragama?   Dengan demikian masyarakat Indonesia justru akan semakin dewasa dalam memahami kemajemukan dalam beragama. Konflik sosial keagamaan justru terjadi pada hari ini, dimana masing-masing orang begitu fanatik dengan keyakinannya sehingga dengan mudah menyalahkan orang lain. Dengan mengikutkan PAI dalam UN -tentu dengan pengembangan kurikulum yang sesuai- maka masyarakat Indonesia akan menjadi &lt;br /&gt;lebih bijaksana dalam menyikapi sebuah perbedaan pendapat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya upaya pemerintah untuk mengikutkan PAI dalam UN cukup serius, hal itu dapat dilihat pada tahun ini (2011) dimana pemerintah megikutkan PAI dalam Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) sebagai semacam “uji coba” sebelum benar-benar mengikutkannya dalam UN pada tahun mendatang. Semoga langkah pemerintah dapat menghasilkan generasi muda Indonesia yang berkarakter. (sumber: http://fahrihidayat.blogspot.com) &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1904331972066975657-3127446033922218816?l=fahrihidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/feeds/3127446033922218816/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2011/05/ujian-nasional-pai-why-not.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/3127446033922218816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/3127446033922218816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2011/05/ujian-nasional-pai-why-not.html' title='Ujian Nasional PAI, Why Not?!'/><author><name>Fahri Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01033734545576722305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNXYHPj3PHI/AAAAAAAAAQU/Z8J1KRXFnbc/S220/Fahri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-fXCqMSDz874/Tcpn1RCSLHI/AAAAAAAAAZY/57j2dDUXdTs/s72-c/DSC00775.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1904331972066975657.post-5435337000663788567</id><published>2011-04-30T16:09:00.000-07:00</published><updated>2011-04-30T16:09:58.172-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dialog Peradaban'/><title type='text'>IBF: Ikon Peradaban di Indonesia</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-QUvEJsyV6As/TbyWZSdUzyI/AAAAAAAAAYw/2zHQ90Pk_3g/s1600/Islamic-Book-Fair.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="138" width="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-QUvEJsyV6As/TbyWZSdUzyI/AAAAAAAAAYw/2zHQ90Pk_3g/s200/Islamic-Book-Fair.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Islamic Book Fair (IBF) atau pameran buku islami semakin diminati oleh masyarakat Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan semakin banyaknya jumlah pengunjung IBF dari tahun ke tahun. Ini berarti kesadaran untuk membaca dan semangat mengembangkan ilmu pengetahuan sudah mulai  tumbuh menjadi sebuah budaya bagi masyarakat Indonesia.  &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IBF biasanya digelar di kota-kota besar, seperti Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Malang, dan Solo. Pengunjungnya memang didominasi oleh para pemuda dan mahasiswa. Menurut data yang diperoleh, jumlah pengunjung IBF selalu meningkat dengan jumlah yang cukup signifikan sejak tahun 2002 hingga 2011. Bahkan jumlah stand di IBF Jakarta saat ini sudah lebih dari 390 stand. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IBF yang biasanya digelar selama 7 hari itu juga selalu dimeriahkan dengan seminar-seminar dan Talkshow. Tema yang diangkat pada setiap seminar dan talkshow adalah seputar keislaman, seperti sejarah islam, pemikiran islam, kajian pra nikah, curhat remaja, jumpa penulis, fiqih kontemporer, dan lain-lain. selain itu dalam rangkaian acaranya IBF selalu menghadirkan tim nasyid nasional seperti Edcostik, Tashiru, IZIS, dan Shoutul Harokah. Seluruh rangkaian acara itu selalu dihadiri oleh banyak peserta. Tak jarang kursi yang disediakan oleh panitia IBF kurang karena banyaknya peserta yang hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan IBF adalah fenomena yang patut diapresiasi. Jika kita mengingat era 80-an, di Indonesia semua aktifitas keislaman selalu dipandang sebelah mata. Bahkan wanita yang berjilbab pada zaman dulu dianggap asing. Buku-buku Islam yang beredar di masyarakat, selain terbatas jumlahnya isinyapun belum terlalu berkualitas. Buku-buku yang beredar pada waktu itu lebih banyak berisi tentang masalah sholat, puasa, dan sabar. Sehingga orang berfikir bahwa islam hanya terbatas pada kegiatan ritual saja. Namun hari ini perkembangan buku-buku Islam sangat fenomenal, baik dari segi jumlahnya ataupun kualitasnya. Buku-buku Islam sekarang sangat beragam, ada yang membahas tentang perkembangan pemikiran Islam, pendidikan Islam, psikologi Islam, sejarah peradaban Islam, etika Islam, rumah tangga, hingga pada masalah fiqih kontemporer. Artinya, masyarakat Islam di indonesia sudah mulai memiliki budaya untuk menggali dan mengembangkan fungsi akal sebagai anugerah dari Alloh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena IBF mengingatkan kita kepada era keemasan Islam pada abad klasik. Dimana pada saat itu para ilmuan berlomba-lomba untuk menulis buku dan karangan ilmiah mereka. Perpustakaan pada waktu itu bukan hanya sebagai tempat koleksi buku, namun juga sebagai ajang diskusi, debat, dan sharing ilmu. Bahkan toko-toko buku pada zaman itu bukan hanya sekedar tempat jual beli buku, namun juga sebagai tempat transaksi ilmu. Karena toko buku saat itu juga menyediakan semacam ruangan untuk berdiskusi. Semua itu mendapat dukungan penuh dari pemerintah Islam kala itu, dimana setiap satu kilo buku yang ditulis akan ditukar dengan satu kilogram emas! Sehingga budaya ilmiah dan budaya intelektual sudah menjadi atmosfer peradaban Islam saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini kita melihat masyarakat Indonesia sudah mulai berjalan ke arah yang lebih maju. Para profesional, mahasiswa, dan kalangan terpelajar di Indonesia justru mulai jenuh dengan sistem-sistem yang diadopsi dari barat. Sehingga mereka justru menoleh kembali kepada sistem Islam, sehingga munculah kajian-kajian tentang ekonomi Islam, politik Islam, etika pergaulan Islam, dan lain sebagainya yang sebagian bahkan tertuang dalam perda-perda syariah.  Dan semangat keislaman itu, salah satunya tersalurkan dengan digelarnya IBF di kota-kota besar di Indonesia. Bahkan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dalam memperingati milad-nya pada bulan april 2011 ini juga menggelar IBF yang dilokasikan di Gor UNY. Artinya, semangat keislaman ini muncul secara kolektif, bukan hanya dikalangan lembaga-lembaga dan Universitas Islam saja, namun menjadi kebutuhan semua lapisan masyarakat  di semua komunitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian,  IBF muncul sebagai ikon peradaban Indonesia. Karena IBF telah menumbuhkan kembali atmosfir keilmuan di Indonesia, seperti tradisi membaca dan tradisi diskusi, serta menstimulasi banyak orang untuk semangat dalam menulis buku-buku dengan ide dan gagasan yang baru. (sumber: http://fahrihidayat.blogspot.com) &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1904331972066975657-5435337000663788567?l=fahrihidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/feeds/5435337000663788567/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2011/04/ibf-simbol-peradaban-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/5435337000663788567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/5435337000663788567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2011/04/ibf-simbol-peradaban-indonesia.html' title='IBF: Ikon Peradaban di Indonesia'/><author><name>Fahri Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01033734545576722305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNXYHPj3PHI/AAAAAAAAAQU/Z8J1KRXFnbc/S220/Fahri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-QUvEJsyV6As/TbyWZSdUzyI/AAAAAAAAAYw/2zHQ90Pk_3g/s72-c/Islamic-Book-Fair.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1904331972066975657.post-7494674966848578857</id><published>2011-03-28T02:25:00.000-07:00</published><updated>2011-04-27T00:04:00.723-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='obrolan ringan'/><title type='text'>Facebook dan Angkringan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-RNmOBVgrJPU/TZBUcEUFVKI/AAAAAAAAAWs/-WmqDzTXOp0/s1600/angkringan-61.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-RNmOBVgrJPU/TZBUcEUFVKI/AAAAAAAAAWs/-WmqDzTXOp0/s200/angkringan-61.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5589059978737833122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang yang tinggal di daerah Jogja, angkringan tentu bukan istilah yang asing. Bahkan angkringan sudah begitu akrab di masyarakat Jogja. Angkringan adalah warung kecil yang biasanya menjual aneka gorengan dan nasi kucing. Biasanya angkringan mulai buka saat menjelang sore hingga tengah malam. Namun akhir-akhir ini  sudah banyak juga angkringan yang buka pada pagi hari. Di daerah Solo, angkringan ini lebih di kenal dengan sebutan “Hidangan Istimewa Kampung” atau HIK.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beragam motivasi mengapa orang memilih makan di angkringan. Ada yang karena harganya mungkin relatif lebih miring, namun ada juga yang hanya sekedar ingin mencari suasana santai. Karena makan di angkringan terkesan tidak “formal” seperti di warung makan atau restoran, sehingga  terasa santai. Biasanya orang yang membeli makan di angkringan  betah duduk berlama-lama. Pasalnya di sana orang pasti akan ngobrol dengan pembeli lainnya. Tema yang di obrolkan tentu akan menyesuaikan dengan kultur pembelinya. Akhirnya, angkringan menjadi arena pertemuan untuk ngobrol dan bersantai ria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angkringan yang lokasinya di daerah kampus, tentu konsumennya adalah para mahasiswa. Biasanya di angkringan ini para mahasiswa bertemu dan berdiskusi. Tak jarang para mahasiswa berdiskusi tentang perkembangan politik yang aktual, atau tentang berita yang sedang hangat, atau ada juga yang sekedar berbincang masalah pribadi. Ada yang diskusinya bermanfaat namun ada juga yang hanya diskusi kosong. Artinya, tempat pertemuan yang bernama angkringan itu bisa menjadi positif dan bisa negatif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa persamaan antara angkringan dengan facebook, yaitu sama-sama tempat orang bertemu dan berkomunikasi. Walau mungkin bentuknya lain, namun esensinya tetap sama: tempat ngrumpi. Seperti di angkringan tadi, para facebooker pasti akan saling berdiskusi dan bertukar fikiran di wall facebook mereka. Biasanya, temen-temen facebooknya cenderung satu komunitas, seperti temen-temen sekolah, ROHIS, dan lain sebagainya. Maka status-status yang mereka tulis dan diskusikan tentu akan sesuai dengan bagaimana komunitasnya. Maka yang akan menjadi titik pembeda antara facebook yang positif dan negatif adalah: tema yang di diskusikan. Jika facebook di gunakan untuk membicarakan hal-hal yang tak manfaat, membuat gosip, fitnah, SARA, ataupun menyudutkan pihak-pihak tertentu, maka facebook akan menjadi tempat maksiat yang benar-benar nyata. Sebaliknya, jika facebook di gunakan untuk sharing ilmu dan diskusi-diskusi yang bermanfaat, maka facebook akan menjadi sebuah “sekolah maya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama dengan angkringan, jika angkringan menjadi ajang “diskusi ilmiah” sambil bersantai, maka tak bisa di ragukan lagi manfaatnya. Demikian juga sebaliknya, jika angkringan justru menjadi tempat membicarakan hal-hal kotor, minum-minuman keras, dan sejenisnya, maka mendatanginyapun bahkan menjadi haram hukumnya. Jadi semua tergantung bagaimana pemanfaatannya untuk mewujudkan “Facebook sehat, Angkringan sehat”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja baru-baru ini penulis mendengar kasak kusuk tentang keuntungan facebook yang sebagian hasilnya di salurkan untuk membiayai tentara Israel menyerang Palestina. Berita ini memang masih simpang siur dan harus di klarifikasi kebenarannya. Sejauh ini penulis belum menemukan artikel atau tulisan yang membuktikan hal tersebut. Jika nanti terbukti demikian apa adanya, maka hukum menggunakan facebook akan menjadi haram secara mutlak. (sumber: http://fahrihidayat.blogspot.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1904331972066975657-7494674966848578857?l=fahrihidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/feeds/7494674966848578857/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2011/03/facebook-dan-angkringan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/7494674966848578857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/7494674966848578857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2011/03/facebook-dan-angkringan.html' title='Facebook dan Angkringan'/><author><name>Fahri Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01033734545576722305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNXYHPj3PHI/AAAAAAAAAQU/Z8J1KRXFnbc/S220/Fahri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-RNmOBVgrJPU/TZBUcEUFVKI/AAAAAAAAAWs/-WmqDzTXOp0/s72-c/angkringan-61.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1904331972066975657.post-6380923735154239340</id><published>2011-03-15T18:36:00.000-07:00</published><updated>2011-04-27T00:04:19.512-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>IQ, EQ, dan SQ</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-ZIZxbZWoBag/TYAVBWhbm1I/AAAAAAAAAWk/cb8G2nH4kRk/s1600/brain-puzzle1-287x300.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 191px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-ZIZxbZWoBag/TYAVBWhbm1I/AAAAAAAAAWk/cb8G2nH4kRk/s200/brain-puzzle1-287x300.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5584486650909268818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1905 Binet menemukan sebuah fungsi dalam otak manusia yang kemudian disebutnya sebagai kecerdasan intelektual (IQ). Sejak saat itu berkembanglah dengan pesat cara-cara mengukur kecerdasan manusia dengan menggunakan paramater IQ. Sehingga orang yang cerdas menurut pandangan pada saat itu adalah orang yang memiliki IQ diatas 100. Orang yang memiliki IQ tinggi dianggap sebagai manusia yang paling banyak meraih kesuksesan.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya sekarang  adalah apakah IQ saja cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam hidup ini? Di sekitar kita ada banyak sarjana hukum yang pakar dalam masalah-masalah hukum. Mereka tentu cerdas secara IQ. Namun berapa banyak para pakar hukum itu yang justru melakukan tindakan melanggar hukum sehingga mereka mengakhiri hidupnya di dalam penjara? Di dalam dunia pendidikan, barangkali ada banyak siswa yang mendapat nilai bagus dalam pelajaran pendidikan Agama Islam. Secara intelektual para siswa tersebut tentu cerdas, terbukti dengan nilai mereka yang bagus. Namun berapa banyak dari mereka yang mendapat nilai PAI bagus itu, justru melakukan perbuatan yang melanggar agama? Artinya kecerdasan intelektual saja belum cukup. Karena kita memang tidak cukup hanya dengan mengetahui sesuatu. Tidak cukup hanya dengan bisa berteori tentang agama, atau berteori tentang tata negara dan lain sebagainya. Maka di perlukan kecerdasan lain yang lebih bisa menjawab esensi hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1995, konsep akhlak mulai di kembangkan di dunia pendidikan. Pada tahun tersebut Daniel Goleman menemukan apa yang ia sebut sebagai kecerdasan emosional (EQ). Ia menuangkan gagasannya tersebut dalam sebuah buku yang berjudul &lt;span style="font-style:italic;"&gt;working with emotional intelligence&lt;/span&gt;. Dalam bukunya ia mengemukakan sebuah fakta bahwa ternyata faktor yang mempengaruhi kesuksesan seseorang itu lebih dominan di pengaruhi oleh EQ, bukan IQ. Ilustrasi sederhananya adalah dalam pemainan sepak bola. Keahlian kita dalam memainkan seni dan ketrampilan menggiring bola adalah IQ, sedangkan kemampuan kita untuk bekerjasama dengan tim, bahu-membahu, soliditas, empati,  serta kemampuan untuk saling percaya sesama anggota tim adalah EQ. Jadi, EQ mutlak di perlukan dalam setiap aktifitas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam dunia pendidikan, kemampuan siswa mengetahui nilai-nilai luhur dalam pelajaran pendidikan kewarganegaraan (PKN) adalah contoh kecerdasan intelektual atau IQ. Sedangkan kemampuan untuk merasakan keluhuran nilai-nilai tersebut sehingga meresap di dalam hatinya dan kemudian di tuangkan dalam perilaku sehari-hari, adalah EQ. Kecerdasan intelektual hanya menjawab pertanyaan “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;apa yang aku fikirkan&lt;/span&gt;?”, sedangkan kecerdasan emosional menjawab pertanyaan yang lebih dalam lagi, yaitu “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;apa yang aku rasakan?&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ternyata IQ dan EQ saja masih belum cukup untuk menjawab esensi hidup. Jika kita mengetahui tentang sesuatu, dan dapat melaksanakan sesuatu itu dengan penuh tanggungjawab, lalu untuk apa? Pertanyaan “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;untuk apa&lt;/span&gt;?” inilah sebenarnya esensi tertinggi dalam hidup. Jika kita belajar kimia, sehingga kita banyak tau tentang ilmu kimia dan dengan pengetahuan itu kita bisa membuat ramuan-ramuan yang barangkali bermanfaat untuk orang banyak, lalu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;untuk apa?&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Untuk apa kita melakukan kebaikan kepada orang lain? untuk apa kita menghabiskan waktu bertahun tahun untuk belajar dan bekerja? Jika sudah bekerja dan kaya raya, lalu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;untuk apa&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; kekayaan itu? jika jawabanya adalah untuk berfoya-foya, lalu setelah itu &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;untuk apa&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;? Jika mungkin jawabannya adalah untuk di infaq kan kepada orang lain, lalu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;untuk apa&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;? Di sadari atau tidak, semua hati manusia akan selalu bertanya “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;untuk apa kita hidup di dunia ini? Apa sebenarnya tujuan hidup ini?&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu pada tahun 2000 VS Ramachandran dari California University menemukan pada otak manusia sebuah syaraf yang berfungsi untuk mencari  makna dalam hidup. Sehingga dari sinilah muncul kecerdasan baru yang kemudian di kenal dengan kecerdasan spiritual (SQ). Inti dari kecerdasan spiritual adalah sebuah keyakinan bahwa hidup ini ada tujuannya. Dan tujuan itu adalah beribadah kepada Alloh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh sederhana tentang IQ, EQ, dan SQ adalah sebagai berikut: seorang siswa yang belajar dengan niat supaya menjadi pintar, adalah motifasi intelektual yang bersumber dari IQ. Namun jika siswa itu kemudian melanjutkan: setelah menjadi pintar, ia akan menggunakan kepintarannya untuk menolong sesama manusia, ini adalah motifasi emosional yang bersumber dari EQ. Sedangkan jika masih melanjutkan: karena belajar dan bermanfaat bagi manusia adalah wujud pengabdiannya kepada Alloh, maka inilah motifasi spiritual yang bersumber dari SQ. Inilah esensi tertinggi dalam hidup. Bahwa semua kebaikan yang kita lakukan harus di niatkan hanya untuk mencari ridho Alloh, supaya amalan-amalan itu tidak hanya bermanfaat di dunia kita namun juga di akhirat kita. jika IQ dan EQ hanya menjawab pertanyaan tentang apa yang di fikirkan dan apa yang dirasakan, maka SQ ini menjawab pertanyaan yang jauh lebih dalam lagi, yaitu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“siapakah aku? Apa tujuan hidupku?”&lt;/span&gt; (sumber: http://fahrihidayat.blogspot.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1904331972066975657-6380923735154239340?l=fahrihidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/feeds/6380923735154239340/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2011/03/iq-eq-dan-sq.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/6380923735154239340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/6380923735154239340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2011/03/iq-eq-dan-sq.html' title='IQ, EQ, dan SQ'/><author><name>Fahri Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01033734545576722305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNXYHPj3PHI/AAAAAAAAAQU/Z8J1KRXFnbc/S220/Fahri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-ZIZxbZWoBag/TYAVBWhbm1I/AAAAAAAAAWk/cb8G2nH4kRk/s72-c/brain-puzzle1-287x300.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1904331972066975657.post-4515681537494028389</id><published>2011-03-14T20:53:00.000-07:00</published><updated>2011-04-27T00:04:48.220-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Dimensi Kehidupan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-jwb44jyUNUI/TX7itz5_D9I/AAAAAAAAAWc/SUfzzhCVCqs/s1600/Gonzo2305-1081285468.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-jwb44jyUNUI/TX7itz5_D9I/AAAAAAAAAWc/SUfzzhCVCqs/s200/Gonzo2305-1081285468.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5584149864641400786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang lelaki tua yang hidup di sebuah desa yang sangat terpencil. Lelaki itu tinggal bersama keluarganya di sebuah rumah tua yang mungkin lebih layak disebut sebagai gubuk. Rumah tempat tinggalnya jauh dari layak. Lelaki itu bekerja sebagai buruh tani untuk menghidupi anak-anaknya. Bertahun-tahun lamanya ia menjalani hidup seperti itu. Kini usianya sudah semakin senja, tubuhnya sudah rapuh, pandangannya mulai kabur, dan raut mukanya sudah banyak lipatan-lipatan. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di usianya yang senja itu, istrinya meninggal dunia. Anak-anaknyapun kini sudah terpencar meninggalkan desa untuk mencari kehidupannya sendiri-sendiri.  Kini ia tinggal sebatang kara, sendirian dalam kesepian. Hari-hari yang dahulu ia jalani dengan penuh kehangatan bersama keluarganya kini hanya tinggal kenangan. Masih sangat hangat dalam ingatannya saat-saat dimana istrinya melahirkan anak pertamanya dahulu. Saat ia menimang-nimang cahaya matanya itu. Saat ia mengajarinya berjalan dan berkata-kata. Saat ia bekerja keras membanting tulang demi menyekolahkannya. Dan hari ini, anak-anaknya sudah tumbuh dewasa. Mereka sudah pergi meninggalkan rumah yang reot itu untuk mencari sebuah keberuntungan di luar sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetangga dekat lelaki itu adalah seorang saudagar yang kaya raya. Ia merasa iba melihat lelaki tua itu hidup dalam kesendirian. Maka saudagar itu mengajak lelaki itu untuk tinggal bersamanya di rumahnya yang sangat mewah. lelaki tua itupun bersedia dan menerima tawarannya. Ia sangat berterimakasih. Lalu iapun segera bergegas untuk mengemas barang-barangnya dan pindah ke rumah saudagar tetangganya itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan lelaki tua itu kini berubah. Ia sekarang tinggal di sebuah rumah yang sangat mewah. Ia tak perlu bekerja lagi di sawah, karena keluarga saudagar itu selalu menyediakan keperluannya. Bahkan ia tak perlu mencuci pakaiannya sendiri, karena ada pembantu yang selalu mencucikan pakaiannya. Jika waktu makan tiba, ia tak perlu mengambil sendiri, karena pembatu rumah sudah menyiapkannya di meja makan. Ia kini tinggal bersama keluarga saudagar kaya raya itu. ia di beri fasilitas kamar pribadi yang luas dan indah. Kehidupannya kini berubah sama sekali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, setelah beberapa minggu ia menjalani hidupnya di rumah itu, ia merasa tidak nyaman lagi. Entah karena apa, yang pasti batinnya sudah tidak tenang tinggal di tengah kemegahan itu. bukan karena perlakuan keluarga saudagar itu yang tidak baik, bukan itu alasannya! Ada semacam perasaan tidak tenang dan gelisah yang luar biasa dalam perasaannya. Di tengah kemewahan itu ia justru merindukan rumah gubuknya yang reot. Ia ingat kembali kenangan-kenangan yang pernah ia bina bersama keluarganya disana. Batinnya kini benar-benar tersiksa. Ia ingin kembali kepada kehidupannya yang dulu. Ia tak bisa merasakan ketenangan tinggal di rumah mewah itu. iapun meminta izin kepada teman saudagarnya itu untuk kembali ke rumahnya yang dulu. Menjalani kehidupan yang sederhana sebagai buruh tani lagi seperti sedia kala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah diatas adalah sebuah ilustrasi supaya kita dapat lebih memahami makna kehidupan. Walaupun secara fisik lelaki tua tadi berada di dalam kemewahan dan kemegahan hidup, namun ternyata batinnya tidak tenang dengan semua itu. ia justru tersiksa dengan semua kemegahan itu, karena lelaki tua itu melihat dengan dimensi emosi atau perasaan, bukan dengan dimensi fisik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya ada tiga motifasi dalam hidup ini, yaitu motifasi fisik, motifasi emosi, dan motifasi spiritual. Motifasi fisik adalah sebuah dorongan untuk memiliki harta dan kemegahan. Sedangkan motifasi emosi bukan hanya sekedar dorongan untuk memiliki harta dan kemegahan. Namun bagaimana supaya harta dan kemegahan itu bisa menaikkan reputasi diri di tengah masyarakat. Supaya lebih di kenal dan di kenang oleh masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus pada kisah diatas adalah sebuah contoh, bahwa kepuasan itu ternyata relatif. Saudagar kaya pada kisah diatas melihat kepuasan lelaki tua tersebut barangkali ada pada faktor-faktor fisik. Oleh karenanya ia menyediakan untuknya fasilitas yang mewah di rumahnya. Namun ternyata lelaki tua itu melihat kepuasan dari kacamata emosi. Sehingga kemegahan dan kemewahan itu seakan menjadi tak tampak. Maka pada hakekatnya dua orang ini melihat kepuasan dari dua dimensi yang berbeda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu, selain faktor fisik kita juga harus memperhatikan faktor emosi. Seorang karyawan di sebuah perusahaan tentu akan menikmati fasilitas-fasilitas yang ada pada perusahaan tersebut. Namun, jika Bos yang memimpin perusahaan tersebut ternyata memiliki karakter yang sewenang-wenang, suka memarahi tanpa alasan, atau mungkin sering mengancam dan lain sebagainya, maka fasilitas-fasilitas mewah yang ada di perusahaan itu tak lagi menjadi sebuah keindahan. Karena karyawan itu akan selalu merasa tertekan setiap hari. Fasilitas-fasilitas perusahaan itu adalah faktor fisik. Sedangkan apa yang kita rasakan terhadap semua fasilitas mewah itu adalah faktor emosional. Faktor fisik ini bersumber dari kecerdasan intelektual (IQ) sedangkan faktor emosi bermuara pada kecerdasan emosional (EQ). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tidak cukup kita hanya mengembangkan kecerdasan intelektual kita, seperti membangun bangunan megah, pandai berdebat dan beragumentasi, pandai berolahraga dan lain sebagainya. Namun kita juga harus mengembangkan kecerdasan emosional kita, yaitu kemampuan untuk berempati. Dan yang terpenting adalah, semua itu harus berada di dalam bingkai kecerdasan spiritual (SQ) yaitu memberi makna ibadah kepada Alloh terhadap semua yang kita lakukan. (sumber: http://fahrihidayat.blogspot.com)  &lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1904331972066975657-4515681537494028389?l=fahrihidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/feeds/4515681537494028389/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2011/03/dimensi-kehidupan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/4515681537494028389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/4515681537494028389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2011/03/dimensi-kehidupan.html' title='Dimensi Kehidupan'/><author><name>Fahri Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01033734545576722305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNXYHPj3PHI/AAAAAAAAAQU/Z8J1KRXFnbc/S220/Fahri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-jwb44jyUNUI/TX7itz5_D9I/AAAAAAAAAWc/SUfzzhCVCqs/s72-c/Gonzo2305-1081285468.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1904331972066975657.post-2279971641160714063</id><published>2011-02-23T18:58:00.000-08:00</published><updated>2011-04-27T00:05:12.254-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Demi Waktu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-J8sRvKnCy6Q/TWXKD9YGAeI/AAAAAAAAAWM/3gijl0hWPv0/s1600/mengatur-waktu.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-J8sRvKnCy6Q/TWXKD9YGAeI/AAAAAAAAAWM/3gijl0hWPv0/s200/mengatur-waktu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5577085882932265442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi waktu. Alloh telah bersumpah dengan menyebut makhluk-Nya yang bernama waktu. Makhluk Alloh yang hanya akan datang satu kali, dan tak akan pernah datang lagi untuk selamanya. Ada apa dengan waktu? Hingga Alloh menyebutkannya dalam sumpah-Nya?&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu detik yang telah kita lewati tidak akan pernah kita jumpai lagi. Hari demi hari terus berlari dengan begitu cepat menggerogoti jatah usia kita sedikit demi sedikit. Hingga apabila jatah usia kita telah habis, mau tak mau kitapun akan berlayar ke alam lain untuk mempertanggungjawabkan semua yang telah kita kerjakan semasa hidup kita. Di alam itulah vonis akan di jatuhkan kepada kita. Dimana kita hanya di hadapkan pada dua pilihan, surga atau neraka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Demi Waktu. Sesungguhnya manusia dalam keadaan merugi. Kecuali orang-orang yang beriman kepada Alloh, dan melakukan perbuatan-perbuatan kebaikan, dan saling berwasiat dalam kebenaran, dan saling berwasiat dalam kesabaran (QS. Al-Ashr: 1-3)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Alloh diatas memang sangat singkat. Namun maknanya begitu dalam. Alloh menggunakan kata Al-Ashr dalam menunjukan waktu pada ayat diatas. Al-Ashr bermakna `masa`, yaitu waktu ketika manusia hidup di dunia. Selanjutnya Alloh menggunakan kata Al-Insan untuk menunjuk pada manusia, bukan al-basyar. Al-Insan disini berarti manusia yang sudah berakal dan baligh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alloh menyebutkan bahwa semua manusia yang berakal dan sudah baligh serta masih hidup di dunia ini sunggguh berada di dalam keadaan merugi. Yang dimaksud dengan keadaan merugi disini adalah keadaan dimana manusia tidak menghasilkan manfaat apapun. Namun pada ayat selanjutnya Alloh memberikan solusi untuk keluar dari keadaan merugi tersebut. Yaitu dengan empat hal berikut:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;1.    Beriman kepada Alloh.&lt;/span&gt; Iman adalah kunci surga. Tanpa iman, kita tak akan pernah mencium bau surga. Pernah pada suatu hari Khalifah Umar bin Khatab berjalan. Di tengah perjalanannya ia melihat seorang pengemis di pinggiran. Pengemis itu adalah seorang kafir yang berpakaian compang camping dan tampak sangat menderita. Melihat itu, Umar bin Khotob menangis. Oleh sahabatnya kemudiaan ia di tanya “wahai umar, mengapa engkau menangis? Padahal yang engkau tangisi itu adalah seorang kafir dan tidak beriman”. Maka Umar menjawab: “aku kasihan pada dia. Karena di dunia ini dia sudah menderita. Dan di akhirat nanti dia akan lebih menderita”.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;2.    Melakukan perbuatan-perbuatan baik (amal solih).&lt;/span&gt; Yang di maksud dengan perbuatan baik adalah semua pekerjaan yang mendatangkan manfaat. Seperti mendirikan sekolah dan lembaga pendidikan, berjuang menguatkan ekonomi Islam, berjihad di jalan Alloh, dan projek-projek kebaikan yang lain. termasuk di dalamnya adalah akhlak dan etika kita dalam kehidupan. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;3.    Saling memberi nasehat dalam kebenaran. &lt;/span&gt;Bukan hanya memberi nasehat dalam kebenaran. Dalam ayat tersebut Alloh menyebutkan “saling memberi nasehat”. Artinya harus ada hubungan timbal balik antara dua pihak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4.    Saling berwasiat dalam kesabaran.&lt;/span&gt; Kesabaran adalah pada pukulan yang pertama. Misalnya seseorang di timpa sebuah musibah. Maka yang di sebut dengan kesabaran adalah saat ia mampu mengendalikan perasaannya dan bersabar sesaat setelah musibah itu terjadi. Bukan setelah seminggu atau satu bulan kemudian. &lt;br /&gt;Dalam surat Al-Ashr sebagaimana tersebut diatas, empat hal tersebut harus dilaksanakan semuanya. Bukan dilaksanakan salah satunya atau hanya sebagian. Ketika empat hal tersebut mampu kita laksanakan, maka saat itulah insya Alloh kita terlepas dari keadaan merugi dan sia-sia. Wallohu A`lam bis shawab. (sumber: http://fahrihidayat.blogspot.com) &lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1904331972066975657-2279971641160714063?l=fahrihidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/feeds/2279971641160714063/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2011/02/oleh-fahri-hidayat-demi-waktu.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/2279971641160714063'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/2279971641160714063'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2011/02/oleh-fahri-hidayat-demi-waktu.html' title='Demi Waktu'/><author><name>Fahri Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01033734545576722305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNXYHPj3PHI/AAAAAAAAAQU/Z8J1KRXFnbc/S220/Fahri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-J8sRvKnCy6Q/TWXKD9YGAeI/AAAAAAAAAWM/3gijl0hWPv0/s72-c/mengatur-waktu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1904331972066975657.post-5760952148070642536</id><published>2011-02-11T20:44:00.002-08:00</published><updated>2011-04-27T08:16:28.366-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fikroh'/><title type='text'>Tragedi "Valentine" Berdarah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-dYAcPfkYG0Y/TVYSWViaYdI/AAAAAAAAAWE/4_R3HOoYrXs/s1600/Cherub_Cupid_Holding_a_Red_Heart_and_a_Bouquet_Roses_Royalty_Free_Clipart_Picture_090108-000736-677009.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 193px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-dYAcPfkYG0Y/TVYSWViaYdI/AAAAAAAAAWE/4_R3HOoYrXs/s200/Cherub_Cupid_Holding_a_Red_Heart_and_a_Bouquet_Roses_Royalty_Free_Clipart_Picture_090108-000736-677009.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5572661763865469394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang lucu pada perayaan Hari Valentine yang jatuh setiap tanggal 14 Februari. Biasanya, sebuah perayaan  di jadikan momentum untuk mengingat dan mengenang sebuah peristiwa yang penting. Seperti perayaan 17 Agustus untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia. Setiap orang pasti sepakat bahwa 17 Agustus adalah saat Soekarno membacakan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia. Semua orang mengerti sejarahnya mengapa upacara peringatan dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus. Namun perayaan hari valentine pada tanggal 14 Februari ini sangat tidak jelas sejarahnya. Bukan hanya sejarahnya yang tidak jelas, bahkan apa yang di peringati dan apa yang di kenang pun tidak jelas. Yang ada hanyalah cerita dari mulut ke mulut yang sudah sangat terkenal, namun tidak valid dan tidak akurat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya ada dua versi cerita tentang sejarah valentine day yang sangat terkenal. Yang pertama berkisah tentang seorang santo (orang yang di sucikan dalam agama katolik) yang hidup pada masa Kaisar Romawi Claudius II. Santo itu bernama Valentinus. Konon katanya, Santo Valentinus adalah satu-satunya orang pada zaman itu yang berani mengatakan di depan Kaisar bahwa Yesus adalah satu-satunya Tuhan. Sikap tersebut kemudian menjadikan Kaisar marah dan menjebloskannya di dalam penjara. Orang-orang yang simpati dengan ketegarannya itu diam-diam mengiriminya surat di dalam bui tempat ia di penjara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Versi kedua masih berkisah tentang Santo Valentinus versus Kaisar Claudius II. Tapi ceritanya berbeda. Dalam versi ini di kisahkan bahwa Kaisar Claudius II mengeluarkan sebuah maklumat yang berisi larangan bagi para pemuda yang tergabung dalam tentaranya untuk menikah. Karena menurutnya tentara yang belum menikah lebih kuat dan lebih tegar saat berperang. Titah Kaisar ini kemudian di tentang oleh Santo Valentinus. Diam-diam dia menikahkan pemuda dan pemudi sekaligus menjadi konsultan pernikahan bagi mereka. Namun aktifitas Santo itu akhirnya di ketahui oleh Kaisar, kemudian ia di jebloskan ke dalam penjara. Saat di penjara ia jatuh cinta dengan putri penjaga penjara. Keduanya diam-diam menjalin asmara. Sang gadis tersebut sering mengunjungi Santo Valentinus hingga saat ia di jatuhi eksekusi mati oleh Kaisar. Konon eksekusi mati  tersebut terjadi pada tanggal 14 Februari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita diatas adalah dua versi yang paling terkenal tentang sejarah perayaan hari valentine. Keduanya sama-sama tidak memiliki landasan historis yang kuat. Bahkan gereja katolik pada tahun 1969 pun melarang umatnya untuk merayakan hari valentine, karena di anggap tidak memiliki dasar pijakan yang kuat. Namun, diakui ataupun tidak perayaan valentine day adalah sebuah penetrasi budaya Barat di Indonesia. Para muda-mudi di Indonesia banyak yang ikut-ikutan merayakannya, tanpa mengerti  maksud dan tujuannya. Toko-toko yang menjual coklat langsung di serbu oleh para remaja. Intinya, perayaan valentine day di Indonesia  bisa di bilang sebagai sebuah budaya. Lebih tepatnya budaya jahiliyah. Karena dalam rangkaian perayaan itu sering terjadi juga pesta miras dan pesta sex. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari tau atau tidak tentang sejarahnya, namun pada umumnya para muda mudi yang merayakannya ketika ditanya tentang apa yang di peringati pada tanggal 14 Februari, mereka akan menjawab “untuk mengenang Santo Valentinus”!. Jadi mereka memperingati kematian seorang santo pada tanggal 14 tersebut. Sebenarnya sebagai umat Islam, kita memiliki cerita sendiri pada tanggal 14 Februari ini. Cerita tentang sebuah malapetaka yang sangat mengerikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 14 Februari adalah saat jatuhnya Kerajaan Granada yang merupakan benteng pertahanan Islam terakhir di Spanyol. Granada adalah sebuah kota kecil yang menjadi ibukota Bani Nasrid saat memerintah di Spanyol. Kerajaan Granada yang kecil itu di himpit oleh dua kerajaan Kristen yang sangat besar, yaitu Kerajaan Arragon dan Castille. Walaupun kecil secara geografis ataupun jumlah tentara, namun Granada tetap bisa berdiri gagah sebagai tonggak peradaban Islam di Spanyol. Ratusan tahun lamanya. Dua kerajaan Kristen yang besar itu tak berdaya jika berhadapan dengan Granada. Dari sisi peradaban, Granada jauh lebih unggul di banding peradaban Aragon dan Castille. Kota Granada di penuhi dengan bangunan-bangunan dan istana dengan keindahan arsitektur yang tak tertandingi pada masa itu. salah satunya adalah istana Al-Hambra yang situsnya masih dapat di saksikan hingga saat ini. Isnana Al-Hambra adalah sebuah istana yang sangat indah, keindahannya selalu di gambarkan dalam syair-syair Spanyol saat itu. bahkan ia di juluki “sepotong surga di Eropa”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun setelah sekian lama berdiri, para penguasa kerajaan Granada sudah mulai terbuai dengan indahnya dunia. Sehingga semakin hari Granada semakin lemah. Kondisi ini di perparah dengan bersatunya Kerajaan Arragon dan Kerajaan Castille dengan pernikahan Pangeran Ferdinand dan Ratu Issabela. Dengan bersatunya dua kerajaan kristen itu, mereka menjadi semakin kuat. Kelemahan internal di Granada itupun tidak disia-siakan. Granada di serang secara frontal dan dalam sekejap bisa di robohkan. Pertahanan Islam terakhir itupun runtuh. Dampak dari jatuhnya Granada ke tangan Kristen ini sungguh luar biasa. Setelah itu umat Islam yang tinggal di Spanyol mendapatkan perlakuan yang sangat kejam dari penguasa Kristen. Umat Islam di bantai dan disiksa dengan cara yang sangat biadab. Darah mereka membanjiri tanah Spanyol yang pernah menjadi ikon peradaban Islam. Mereka di perlakukan lebih hina dari binatang. Dalam sekejap Granada berubah menjadi neraka bagi umat Islam. Peristiwa ini terjadi tepat pada tanggal 14 Februari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi, kita memiliki sejarah tersendiri tentang tanggal 14 Februari. Sejarah yang sangat jelas dan gamblang. 14 februari adalah hari dimana umat Islam mendapat bingkisan kado berdarah oleh penguasa kristen di Spanyol. Kado berdarah itulah yang oleh orang-orang barat disebut sebagai “kasih sayang” atau “valentine”.  Maka tanggal 14 Februari seharusnya kita jadikan momentum untuk bermuhasabah dan mengambil pelajaran dari kisah jatuhnya benteng Granada yang begitu tragis. Bukan malah berhura-hura sebagaimana sebagian remaja kita. Karena siapapun yang merayakan hari valentine, itu sama dengan merayakan di bantainya saudara-saudara muslim di Spanyol pada tanggal 14 Februari.  &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Say No To Valentine Day!&lt;/span&gt; (sumber: http://fahrihidayat.blogspot.com) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1904331972066975657-5760952148070642536?l=fahrihidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/feeds/5760952148070642536/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2011/02/kisah-valentine-berdarah_7042.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/5760952148070642536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/5760952148070642536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2011/02/kisah-valentine-berdarah_7042.html' title='Tragedi &quot;Valentine&quot; Berdarah'/><author><name>Fahri Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01033734545576722305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNXYHPj3PHI/AAAAAAAAAQU/Z8J1KRXFnbc/S220/Fahri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-dYAcPfkYG0Y/TVYSWViaYdI/AAAAAAAAAWE/4_R3HOoYrXs/s72-c/Cherub_Cupid_Holding_a_Red_Heart_and_a_Bouquet_Roses_Royalty_Free_Clipart_Picture_090108-000736-677009.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1904331972066975657.post-4565480691470987934</id><published>2011-02-07T23:26:00.000-08:00</published><updated>2011-02-07T23:37:32.506-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dialog Peradaban'/><title type='text'>Pemimpin VS Pimpinan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TVDxDecG5AI/AAAAAAAAAVk/Bxgb17z8has/s1600/jangan-salah-pilih-pemimpin.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 146px;" src="http://2.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TVDxDecG5AI/AAAAAAAAAVk/Bxgb17z8has/s200/jangan-salah-pilih-pemimpin.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5571217781070160898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Fahri Hidayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jabatan kepemimpinan selalu saja menjadi ajang kompetisi. Orang-orang berlomba-lomba untuk bisa menjadi seorang pimpinan. Baik dari level tertinggi seperti Presiden, hingga level paling bawah, seperti kepala desa. Bahkan jabatan ketua takmir, ketua RT, atau ketua sebuah komunitas kecil pun tetap saja menjadi perebutan. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, banyak sekali orang yang ingin menjadi pemimpin. Motifnya beragam. Ada yang mengharapkan materi dari jabatan kepemimpinannya, dan ada juga yang hanya ingin mendapatkan  sebuah penghargaan dari masyarakatnya seperti pujian, penghormatan, dan lain sebagainya. Dan ada juga yang menginginkan keduanya, materi dan penghargaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ternyata banyak sekali para pimpinan yang tidak mampu menjadi pemimpin. Pemimpin dan pimpinan tentu berbeda. Pimpinan hanyalah orang yang menduduki jabatan kepemimpinan. Ia belum tentu bisa memimpin. Sedangkan pemimpin adalah orang yang benar-benar memimpin walau tidak memiliki jabatan kepemimpinan apapun. Pemimpin sejati tentu akan selalu mendapatkan hati di masyarakatnya, walau secara resmi ia bukanlah pimpinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang kepala sekolah adalah pimpinan di sekolah. Namun belum tentu ia adalah pemimpin di sekolah tersebut. Bayangkan saja jika seandainya pada suatu hari kepala sekolah memberikan instruksi kepada bawahannya. Instruksi tersebut ternyata tidak di di jalankan oleh bawahannya  karena ada provokasi dari seorang guru. Jika yang terjadi seperti ini, siapa yang sebenarnya memimpin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, menjadi pemimpin tidak harus menduduki jabatan tertentu. Jabatan kepemimpinan bisa di gantikan oleh siapapun tanpa terkecuali. Namun peran dan fungsi kepemimpinan tidak selalu bisa di gantikan. (sumber: http://fahrihidayat.blogspot.com) &lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1904331972066975657-4565480691470987934?l=fahrihidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/feeds/4565480691470987934/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2011/02/oleh-fahri-hidayat-jabatan-kepemimpinan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/4565480691470987934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/4565480691470987934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2011/02/oleh-fahri-hidayat-jabatan-kepemimpinan.html' title='Pemimpin VS Pimpinan'/><author><name>Fahri Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01033734545576722305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNXYHPj3PHI/AAAAAAAAAQU/Z8J1KRXFnbc/S220/Fahri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TVDxDecG5AI/AAAAAAAAAVk/Bxgb17z8has/s72-c/jangan-salah-pilih-pemimpin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1904331972066975657.post-9091321281659081749</id><published>2011-01-28T03:48:00.000-08:00</published><updated>2011-01-28T14:48:35.829-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fikroh'/><title type='text'>Perjalanan Manusia Menemukan Kebenaran</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TUNHJKMA98I/AAAAAAAAAVQ/-5W1OCE5GMU/s1600/timeline.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 120px;" src="http://2.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TUNHJKMA98I/AAAAAAAAAVQ/-5W1OCE5GMU/s200/timeline.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5567371787039209410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Fahri Hidayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurang lebih 400 tahun sebelum Masehi, Plato menyatakan sebuah teori bahwa bumi itu datar. Teori yang di cetuskan oleh filosof asal Yunani itu kemudian meluas ke seluruh penjuru dunia. Sehingga menurut pemahaman masyarakat pada zaman itu, bentuk bumi adalah seperti sebuah balok. Andai ada seseorang yang berlayar terus menuju suatu arah yang lurus tanpa henti, maka suatu saat ia akan terjatuh di sebuah jurang yang entah apa itu namanya. Pemahaman ini begitu mengakar di masyarakat dunia pada masa itu, hingga tak ada orang yang berani melayari lautan di luar area-area yang sudah di kenali.&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada abad 2 M, ada seorang ilmuan yang menguatkan pendapat Plato. Ilmuan itu bernama Ptolomeus. Sama dengan Plato, ia juga berasal dari Roma. Ia bukan hanya menguatkan pendapat Plato bahwa bumi itu datar, namun juga melengkapinya. Ia mengatakan bahwa bumi merupakan pusat tata surya (geo-sentris). Jadi menurutnya matahari dan seluruh bintang-bintang di langit berputar mengelilingi bumi. Maka, pemahaman yang berkembang di masyarakat hingga masa itu adalah bentuk bumi datar dan ia merupakan pusat edar, atau pusat tata surya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman ini masih terus bertahan  ratusan tahun lamanya sampai awal abad 15 pada saat Ferdinand Magelheans mengelilingi bumi dan membuktikan bahwa bumi itu bulat. Lambat laun kebenaran bahwa bentuk  bumi adalah bulat menyebar ke masyarakat. Sehingga persepsi bahwa bumi datar sudah mulai di tinggalkan. Sampai pada tahun 1500, ada seorang ilmuan dan peneliti berkebangsaan Polandia yang bernama Nicolas Copernicus. Setelah melakukan sebuah pengamatan dan penelitian panjang, ia menemukan sebuah fakta bahwa ternyata bumi berputar mengelilingi matahari. Kesimpulan yang di dapatkan oleh Copernicus ini tentu  berlawanan dengan persepsi umum saat itu yang mengatakan bahwa bumi merupakan pusat tata surya (geo-sentris). kegelisahan ilmiah Copernicus sudah tak terbendung lagi, ia kemudian mempublikasikan teori barunya kepada publik. Ia secara terang-terangan mengungkapkan kepada masyarakat bahwa pusat tata surya adalah matahari, dan bumi berputar mengelilingi matahari (helio-sentris).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat Nicolas Copernicus ini langsung mendapat kecaman dari berbagai pihak. Ia di tuding telah menyeleweng dari kebenaran. Bahkan ia di katakan gila. Orang-orang mengatainya gila karena teori helio-sentrisnya itu. lebih parah lagi, pihak kerajaan kemudian menahannya. Ia di dakwa sebagai seorang penyeleweng yang mengajarkan ajaran sesat. Oleh pihak kerajaan, ia kemudian di minta untuk mencabut pernyataannya. Namun Copernicus tetap berdiri pada pendapatnya. Ia tak mau mencabut perkataannya. Karena ia yakin bahwa teorinya adalah benar. Tak ada gunanya peneletian yang dia lakukan selama bertahun-tahun lamanya, jika pada akhirnya ia justru tidak membenarkan kesimpulan yang telah ia dapatkan itu. Akhirnya oleh pihak kerajaan, Copernicus di hukum pancung. Sang ilmuan itu meninggal di tiang gantungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seratus tahun kemudian, ada ilmuan lain dari inggris yang meneliti benda-benda langit melalui sebuah teleskop. Ia adalah Galileo Galilei. Setelah sekian lama ia mengadakan penelitian, ia sampai pada kesimpulan yang sama dengan yang pernah di sampaikan Copernicus dulu, bahwa pusat tata surya adalah matahari. Ia kemudian menyampaikan temuannya itu kepada publik. Ternyata nasibnya tak terlalu berbeda dengan ilmuan pendahulunya. Ia di tuduh menyimpang. Masyarakatnya mengatainya gila. Sang ilmuan itu di anggap gila! Oleh kerajaan ia di penjara seumur hidup. Dan iapun meninggal dunia di dalam tirai besi yang kumuh. Itulah “hadiah” yang di berikan oleh kerajaan kepada para ilmuan-ilmuan pada zaman itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah teleskop modern mulai di temukan, dan satelit-satelit mulai di luncurkan ke luar angkasa, maka kini terbuktilah bahwa yang pernah di sampaikan oleh Nicolas Copernicus dan Galileo Galilei dulu adalah benar. Kini semuanya menjadi lebih terang. Andai orang-orang yang dulu pernah mengatai para ilmuan itu gila saat ini masih ada, tentu mereka akan tertunduk malu dan bertekuk lutut meminta maaf dengan penuh penyesalan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada abad modern ini, sejak teleskop raksasa Hubble di angkasakan pada tahun 1990, banyak tabir tentang alam semesta yang mulai  terbuka satu demi satu. Pengetahuan manusia tentang alam semesta pun terus berkembang. Tahun 1929 Edwin Hubble menemukan sebuah fenomena, bahwa ternyata galaksi-galaksi yang ada di jagad raya ini bergerak saling menjauh dengan kecepatan yang sangat tinggi. Temuan ini membantah statmen yang dulu di yakini, bahwa alam semesta statis. Menurut temuan ini alam semesta terus berkembang dan meluas, tidak statis. Temuan ini terus di kembangkan dan kemudian sampailah para ilmuan pada sebuah kesimpulan bahwa jika alam semesta hingga saat ini terus mengembang, dimana galaksi-galaksi saling bergerak menjauh, itu artinya pernah ada suatu masa dimana semua galaksi dan benda-benda langit dulunya bersatu padu. Dari sini, maka muncullah teori dentuman besar (big bang) yang menyatakan bahwa 15 milyar tahun yang lalu semua yang ada di alam semesta ini bersatu padu, kemudian terjadi semacam ledakan besar (dentuman) yang kemudian membentuk galaksi-galaksi seperti saat ini. Penemuan para ilmuan pada tahun 1964, kemudian mengukuhkan teori big bang tak terbantahkan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini masyarakat dunia mulai memahami hakekat alam semesta, satu demi satu. Ternyata manusia membutuhkan waktu ribuan tahun lamanya untuk sampai pada kesimpulan bahwa bumi itu datar, berputar mengelilingi matahari, hingga teori big bang yang belum lama di temukan itu. Namun ternyata pada abad 6 Masehi, abad dimana manusia masih mempercayai bahwa bumi itu datar, jauh sebelum zaman Copernicus dan Galileo Galilei, ada seorang lelaki di gurun pasir yang tandus menyampaikan bahwa dahulunya langit dan bumi bersatu padu. Lelaki itu adalah ummi, tidak bisa membaca dan menulis. Setelah dia menyampaikan hal itu, ia di katakan gila oleh kaumnya. Ia di olok-olok dan di caci maki habis-habisan. Lelaki itu kemudian menangis. Ia menyampaikan sebuah kebenaran. Namun ternyata balasan dari kaumnya sungguh menyakitkan. Inilah kalimat yang di sampaikan oleh lelaki itu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu&lt;/span&gt;, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki itu adalah Nabi Muhammad. Yang ia sampaikannya adalah Al-Quran. Kalimat itu adalah salah satu ayat dalam Al-Quran, yaitu surat Al-Anbiya` ayat 30. Sekarang, apakah mungkin kalimat yang di ucapkannya itu adalah buatannya sendiri atau buatan manusia? Kalimat itu di sampaikan oleh seorang yang tak bisa baca tulis, dimana peradaban manusia masih sangat terbelakang. Jika tidak mungkin, lalu kalimat siapakah itu? ini adalah bukti nyata tentang kebenaran Al-Quran, bahwa ia adalah wahyu Alloh yang akan terus terjaga hingga akhir zaman nanti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Quran adalah mu`jizat yang di turunkan kepada Nabi Muhammad. Alloh telah berjanji akan terus menjaga keasliannya. Banyak sekali temuan terkini yang ternyata sudah ada di dalam Al-Quran. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Maka, mengapa mereka tidak juga beriman???&lt;/span&gt; (sumber: http://fahrihidayat.blogspot.com) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1904331972066975657-9091321281659081749?l=fahrihidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/feeds/9091321281659081749/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2011/01/perjalanan-manusia-menemukan-kebenaran.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/9091321281659081749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/9091321281659081749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2011/01/perjalanan-manusia-menemukan-kebenaran.html' title='Perjalanan Manusia Menemukan Kebenaran'/><author><name>Fahri Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01033734545576722305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNXYHPj3PHI/AAAAAAAAAQU/Z8J1KRXFnbc/S220/Fahri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TUNHJKMA98I/AAAAAAAAAVQ/-5W1OCE5GMU/s72-c/timeline.gif' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1904331972066975657.post-6277268871012702366</id><published>2011-01-10T02:45:00.000-08:00</published><updated>2011-04-27T08:15:04.336-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gelora'/><title type='text'>Membingkai Sifat Tamak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TSrkSkg_xsI/AAAAAAAAAU4/VBgTGbueZQg/s1600/richman.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 178px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TSrkSkg_xsI/AAAAAAAAAU4/VBgTGbueZQg/s200/richman.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5560507697633150658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hakekatnya manusia memiliki kecenderungan untuk selalu tidak puas terhadap apa yang telah di dapatkannya. Manusia selalu ingin mendapatkan lebih banyak dari pada apa yang sudah ada pada dirinya.  Sifat tamak itu ada pada setiap manusia. Siapapun dia. Sama seperti sifat-sifat yang lain, seperti kasih sayang ataupun iri dengki. Semua sifat itu melekat pada semua makhluk yang bernama manusia. karena manusia memang di ciptakan dengan dua potensi, yaitu potensi kebaikan dan keburukan. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membedakan kualitas seseorang dengan yang lainnya adalah bagaimana cara dia mengelola semua potensi tersebut. Untuk itu manusia di karuniai satu paket perangkat lunak supaya dapat mengelolanya dengan baik, yaitu akal dan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat tamak untuk sebagian besar maknanya tentu negatif. Karena ia adalah indikator ketidakstabilan jiwa. perhatikanlah seseorang yang pada saat penghasilan bulanannya pas-pasan ia kikir dan pelit. Apakah ketika penghasilannya meningkat ia bisa menjadi dermawan? Ternyata tidak sama sekali! Orang yang pada masa sulitnya tidak pernah merasa bersyukur, maka tatkala ia di mudahkan rizkinya ia tetap menjadi orang yang tak bisa bersyukur. Selalu merasa kurang dan kurang. Lihatlah para pejabat di semua level pemerintahan. Gaji mereka yang besar itu ternyata belum bisa mengobati dahaga duniawi mereka. Tetap saja mereka ingin yang lebih banyak lagi. Akibatnya jelas, yang paling mudah diamati adalah menggejala budaya korupsi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya sifat tamak itu bisa menjadi potensi yang sangat dahsyat jika kita mau mengarahkannya pada jalur positif. Karena pada hakekatnya ketamakan adalah rasa tidak puas terhadap apa yang sudah ada. jika kita arahkan rasa tidak puas dan selalu ingin lebih itu pada hal yang positif, maka justru akan menghasilkan sebuah produk karya yang sangat besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya saja ketamakan terhadap ilmu. Andai saja orang selalu merasa kurang terhadap ilmu yang sudah ia peroleh, tentu ia akan selalu mengupayakan jalan untuk memperkaya wawasannya. Orang yang mengarahkan sifat tamaknya pada ilmu, ketika ia melihat ada orang lain yang tampak lebih berwawasan dari pada dirinya, ia tentu akan merasa tertantang untuk belajar dan belajar lebih banyak lagi. Pada kondisi seperti inilah sifat tamak manusia menjadi positif. Karena sifat tamak tersebut berjalan di atas rel fastabiqul khoirot, atau berlomba-lomba dalam kebaikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka arahkanlah sifat tamak yang ada itu pada hal yang positif, seperti tamak terhadap ilmu, tamak untuk berkarya lebih baik, tamak untuk menebar benih-benih kebaikan, dan lain sebagainya. Dan jangan di lupakan bahwa tujuan dari semuanya itu adalah untuk mencari ridho Alloh. Jangan berhenti di tengah jalan. Artinya jangan sampai kita sudah terlanjur mendaki anak tangga, namun tidak tahu di dinding mana tangga itu di sandarkan. Ketamakan pada hal-hal positif itu juga harus di sandarkan untuk mencari ridho Alloh. Supaya benih kebaikan yang kita tanam di dunia itu dapat kita petik buahnya di dunia dan juga di akhirat sana. (sumber: http://fahrihidayat.blogspot.com) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1904331972066975657-6277268871012702366?l=fahrihidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/feeds/6277268871012702366/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2011/01/membingkai-sifat-tamak.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/6277268871012702366'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/6277268871012702366'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2011/01/membingkai-sifat-tamak.html' title='Membingkai Sifat Tamak'/><author><name>Fahri Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01033734545576722305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNXYHPj3PHI/AAAAAAAAAQU/Z8J1KRXFnbc/S220/Fahri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TSrkSkg_xsI/AAAAAAAAAU4/VBgTGbueZQg/s72-c/richman.gif' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1904331972066975657.post-4600444536999987204</id><published>2011-01-06T00:52:00.000-08:00</published><updated>2011-04-27T08:15:30.692-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oase Iman'/><title type='text'>Satu Cinta Untuk-Nya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TSWDfOz-UdI/AAAAAAAAAUw/v6YhlANXaX4/s1600/love_heart.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 197px;" src="http://2.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TSWDfOz-UdI/AAAAAAAAAUw/v6YhlANXaX4/s200/love_heart.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5558993887634018770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah  kisah tentang seorang lelaki yang hidup 5000 tahun yang lalu. Lelaki itu tinggal bersama istri yang amat di cintainya di sebuah negeri yang hijau nan subur. Ia adalah seorang lelaki solih yang sangat teguh dalam keimanannya. Bertahun-tahun ia menjalani misi dakwahnya, bersama istri yang selalu menjadi penyejuk hatinya di kala gelombang cobaan menyapa.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ada satu hal yang membuat hidupnya terasa belum sempurna. Bertahun-tahun lamanya ia menggayuh bahtera rumah tangga bersama istrinya, ia belum juga di karuniai seorang anak. Padahal lelaki itu sudah tidak lagi muda. Ia sangat merindukan kehadiran buah hati yang kelak akan melanjutkan perjuangannya. Setiap hari ia dan istrinya berdoa kepada Alloh, untuk di karuniai seorang keturunan. Air mata yang selalu meleleh dalam keheningan doanya itu menjadi bukti keinginannya yang sangat kuat dan dalam. Setiap hari ia berdoa. Setiap hari ia memohon. Setiap hari ia merindukan lahirnya anak yang nantinya akan mendoakannya saat ia telah tiada di dunia. Namun, ternyata Alloh belum juga menjawab doanya saat itu. Alloh maha mengetahui, apa yang baik untuk hambanya-hambanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga suatu hari, sang istri tiba-tiba mengajukan permintaan yang membuat lelaki paruh baya itu tersentak kaget. Istri yang sangat di cintainya itu memintanya untuk menikah lagi. Ia mengatakan bahwa ia rela untuk di madu. Ia rela berbagi cinta dengan wanita lain. walau mungkin hatinya sangat berat sebagai seorang wanita, namun cintanya kepada suaminya itu meleburkan rasa berat yang masih bersemayam di dalam dada. Ia hanya ingin melihat suaminya tesenyum  bahagia dengan menggendong seorang anak. Ia hanya ingin melihat suaminya menjadi seorang ayah. Cinta yang amat tulus kepada suaminya inilah yang membuat hatinya tegar, walau mungkin hati kecilnya menangis tersedu-sedu. Namun inilah pilihan hidup yang telah ia pilih, dan akan ia jalani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya, lelaki itupun menikahi wanita lain dan di karuniai seorang anak laki-laki yang mungil. Alangkah bahagianya hati lelaki itu dengan kelahiran sang buah hati. Di tatapnya kedua mata anaknya dengan penuh kasih sayang, seakan menyampaikan sebuah pesan dan harapan besar untuknya jika ia dewasa nanti. Setiap hari ia gendong anak itu. Ia timang. Ia jaga dengan penuh kasih sayang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertahun-tahun lamanya ia mengidamkan seorang anak, dan pada saat usianya sudah mulai senja inilah ia benar-benar memiliki anak. Sesekali air matanya mengalir karena kebahagiaan yang begitu membuncah. Di setiap doanya ia selalu mengucap syukur kepada Alloh atas karunia besar yang diberikannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, lambat-laun istri pertama yang tadinya begitu tegar dan tabah itupun tak kuasa menahan rasa cemburunya. Ia merasa suaminya lebih mencintai istri keduanya dari pada dirinya. Hari demi hari di laluinya dengan menyimpan perasaan gelisah. Hari-hari di jalaninya dengan perasaan gundah gulana. Terkadang  ia menangis sendiri, entah karena apa iapun sulit menjelaskan. Akhirnya, iapun menyampaikan perasaan itu pada suaminya. Ia menyampaikannya dengan hati yang berat, tak kalah beratnya dengan saat ia meminta suaminya untuk menikah lagi dahulu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, istri pertama itu mengajukan permintaan yang mengagetkan. Kali ini ia meminta suaminya untuk menjauhkan istri keduanya sekaligus anaknya di tempat yang jauh darinya. Ia benar-benar terbakar rasa cemburu.  Ia tak mampu lagi menahan perasaan hatinya, jika masih hidup bersama-sama dengan wanita yang menjadi istri kedua suaminya. Ia memang mencintai suaminya. Bahkan sangat mencintainya. Namun ia juga tak mau menyiksa dirinya sendiri lebih dalam lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki solih itupun akhirnya membawa  istri keduanya bersama anaknya yang masih kecil berjalan ke arah selatan. Ia menempuh perjalanan panjang selama berhari-hari. Maka sampailah ia di sebuah gurun pasir yang tandus, tak ada tumbuh-tumbuhan, dan tak ada air. Sinar matahari yang terik membakar wilayah itu. Di tempat inilah lelaki itu akan meninggalkan istri keduanya dan anaknya yang masih sangat kecil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki itupun akhirnya akan pulang kembali ke negerinya. Istri pertamanya sudah menunggunya dengan penuh kecemasan disana. Iapun hendak mengucapkan salam perpisahan kepada istri kedua yang akan di tinggalkannya, entah sampai kapan ia bisa kembali menengoknya. Sang istri itu kemudian menangis. ia mendekapnya erat-erat. Air matanya terus mengalir bercucuran. Ia tak mau di tinggal sendiri. Ia tak mau berpisah dengan suami yang amat di cintainya itu. ia peluk tubuh suaminya itu erat sekali, dengan air mata yang terus mengalir tiada henti. Dalam dekapan suaminya yang hangat itu, terbayang terus olehnya saat ia harus menjalani hidup seorang diri. Di tengah gurun pasir yang tak ada penghuninya ini. Ia terus menangis dan menangis. Semakin lama dekapannya semakin kuat. Ia benar-benar tak mau di tinggal sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki itu masih saja terdiam. air mata yang dari tadi masih dapat dia tahan akhirnya meleleh juga. Ia menatap wajah istrinya. Ia tatap dua bola matanya yang masih lembab itu. bibirnya tampak berat untuk mengucap. Kemudian Ia berkata lirih “Alloh akan menjagamu, wahai istriku terkasih... Aku titipkan dirimu kepada-Nya...”. isak tangis istrinya pun semakin menjadi-jadi. Ia pegang lengan suaminya itu saat ia mulai berpaling dan hendak meninggalkannya. Sekali lagi tatapan mereka beradu.  Keduanya pun menangis. Perlahan dilepaskannyalah genggaman itu, dan lelaki itu mulai berjalan untuk pulang kembali. Sang istri masih saja terduduk lemas berlinangan air mata, sembari melihat suaminya berjalan pergi hingga ia tak terlihat lagi... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki itu terus berjalan menuju negerinya yang masih sangat jauh. Air matanya selalu menetes di setiap langkah kakinya. Masih terbayang hangat dalam ingatannya saat-saat terakhir ia meninggalkan istri dan anaknya tadi. Saat ia mengucapkan salam perpisahan kepada anak yang sangat di cintainya. Saat ia mengecup kening anak yang bertahun-tahun ia nantikan itu, sebelum meninggalkannya pergi entah sampai kapan. Air matanya masih saja menetes, menjadi jejak perjalanan panjangnya menuju kampung halaman untuk melanjutkan misi dakwahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu terus berlari dengan begitu cepat. Tahun telah berganti tahun. Lelaki itu semakin tua. Usianya sudah semakin senja. Dan di usianya yang senja itu, dia masih saja mengabdikan diri kepada Robb-nya. Ia tak mengenal rasa lelah untuk mengenalkan tauhid kepada dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai pada suatu hari, Ia menerima wahyu dari Alloh untuk pergi ke daerah gurun pasir yang pernah ia datangi dulu. Lelaki itu sangat bahagia, itu artinya ia akan bertemu lagi dengan anaknya setelah sekian tahun lamanya. Lelaki tua itupun berjalan menuju tempat yang dimaksud. Tempat itu sangat jauh dari tempat tinggalnya. Tubuhnya yang renta itu tak sekuat dulu lagi. Namun kerinduannya yang sangat dalam untuk dapat bertemu lagi dengan anak yang sangat dicintainya itu, membuat kelelahannya menjadi kebahagiaan. Ia terus berjalan dan berjalan. Siang dan malam, tanpa kenal lelah dan letih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sampailah ia di gurun pasir tempat ia dahulu meninggalkan anak dan istrinya. Tempat itu kini sudah berubah. Tak seperti dulu lagi. Tempat itu kini sudah menjadi sebuah perkampungan yang ramai. Tidak seperti saat ia dulu meninggalkan istrinya disana, sepi dan tak berpenghuni. Sesekali terlintas dalam ingatannya kenangan-kenangan masa lalu di tempat ini. Saat ia dan istrinya menangis karena akan berpisah. Tanpa disadari mata lelaki itu mulai berembun. Ia sudah tak sabar ingin bertemu dengan anaknya, dan juga istrinya. Ia datangi rumah penduduk satu per satu. Ia cari, dimana anak dan istrinya sekarang tinggal. Ia ketuk pintu setiap rumah yang di lewatinya, ia bertanya dan bertanya, dimana rumah istri dan anaknya sekarang. Akhirnya, ia di tunjukan kepada sebuah rumah. Ia datangi rumah itu. lalu dia ketuk pintunya. Tak lama kemudian terdengar suara dari dalam rumah. Suara yang sangat akrab di telinganya. Pintu itupun perlahan di buka dari dalam. Maka tampaklah oleh kedua matanya sang pemilik rumah, yang tak lain adalah istrinya. Sesaat mereka saling bertatapan.  Lalu lelaki itu langsung mendekapnya, sambil berkata lirih “istriku, ini aku...”. keduanya kini saling mendekap. Air mata kerinduan yang telah terpendam selama bertahun-tahun itu, kini mengalir dengan begitu derasnya. Keduanya saling melepaskan kerinduan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang istri kemudian membawanya ke tempat anaknya berada. Kini anak yang dulu masih balita itu sudah tumbuh menjadi remaja yang tangkas dan tampan. Ia tatap wajah anaknya dengan gelora kerinduan. Lalu di dekapnya juga anak yang telah lama ia tinggalkan itu erat-erat. “ini ayah nak...” katanya sambil berlinangan air mata kerinduan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, hari-hari di jalaninya dengan penuh kegembiraan bersama keluarganya. Dia ajari anaknya tentang banyak hal. Ia selalu menanamkan keimanan kepada keluarganya. Ia selalu mengajarkan kepada anak dan istrinya untuk mencintai Alloh, melebihi cintanya kepada apapun. Ia ajarkan kepada keluarganya tentang surga dan neraka. ternyata anaknya adalah remaja yang cerdas. Ia cepat menangkap setiap pelajaran yang diajarkan oleh ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu malam, lelaki tua itu bermimpi. Ia bermimpi bahwa Alloh memerintahkannya untuk menyembelih anaknya yang sangat ia cintai itu. seketika lelaki itu tersentak dari tidurnya. Ia kaget setengah mati. Sekujur tubuhnya gemetar. Seakan ia tak percaya dengan apa yang dilihatnya di dalam mimpi. Ia lalu menengadahkan kedua tangannya, ia berdoa sambil menangis “Ya Alloh, apakah benar mimpiku tadi adalah wahyu dari-Mu? jika benar mimpi tadi adalah wahyu dari-Mu, tolong ulangi mimpi itu sekali lagi. Supaya aku menjadi yakin ya Robb..” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada malam kedua, lelaki itu bermimpi lagi. Mimpi yang sama dengan mimpinya kemarin. Ia lalu terbangun dan menangis tersedu-sedu. “Ya Alloh... apakah benar engkau memerintahkanku untuk menyembelih darah dagingku sendiri...” katanya sambil berlinangan air mata. “ya Alloh..” lanjutnya. “aku masih ragu jika mimpi itu adalah wahyu dari-Mu... tolong jika itu benar-benar wahyu dari-Mu, ulangilah mimpi itu sekali lagi ya Alloh....” katanya dalam rintihan doanya di malam yang hening itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ketiga, mimpi itu terulang lagi. Maka kini yakinlah lelaki itu, bahwa mimpi itu adalah benar-benar wahyu dari Alloh. Ia segera bangkit dan menengadahkan tangannya sambil berdoa “ya Alloh... sesungguhnya aku sangat mencintai anakku, aku telah merindukannya bertahun-tahun lamanya... namun engkau yang maha agung jauh lebih aku cintai dari semuanya...” katanya. Air mata lelaki itu terus mengalir. dadanya terasa sesak dan bergemuruh. Ia sama sekali tak pernah menduga akan mendapatkan ujian seperti itu. namun, itu adalah perintah yang harus dijalaninya sebagai seorang hamba Alloh yang tulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paginya harinya, tanpa di ketahui oleh istrinya, ia menyampaikan wahyu itu kepada putranya. Sang anak yang telah lama mengenal iman itu sama sekali tidak menolaknya. Bahkan ia menenangkan hati ayahnya untuk sabar dan ikhlas dalam menjalaninya. Karena semua yang ada di dunia ini hanyalah titipan dari Alloh. Maka keduanya segera berjalan menuju sebuah bukit yang sepi. Lelaki itu lalu membaringkan anaknya diatas sebuah batu. Ia mulai mengangkat parangnya yang tajam. Namun sekali lagi hatinya bergetar. Jantungnya berdegup kencang. Mulutnya tak sanggup berkata-kata lagi. Di lihatnya kedua bola mata anaknya yang masih polos. Ia tak kuasa menahan tangis. Lelaki itu kembali menangis. Apakah ia benar-benar akan menyembelih darah dagingnya itu, dengan tangannya sendiri? Terlintas dalam ingatannya kenangan-kenangan masa lalu yang dijalaninya. Saat ia menantikan kelahirannya, saat ia meninggalkannya sendirian di gurun pasir, dan saat ia sudah bertemu kembali setelah sekian tahun lamanya, ia sendiri yang akan menyembelihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki itu mulai ragu. Air matanya terus berlinang. Pada saat itulah, anaknya berkata menguatkan hati ayahnya “Wahai ayahku! Laksanakanlah apa yang telah diperintahkan oleh Allah kepadamu. Engkau akan menemuiku insya-Allah sebagai seorang yang sabar dan patuh”. setelah mendengar kata-kata dari anaknya &lt;br /&gt;, hati lelaki itu menjadi lebih mantap. “bismillah, ya Alloh... kini aku buktikan bahwa cintaku kepada-Mu jauh melebihi cintaku kepada apapun. Termasuk cinta kepada darah dagingku sendiri ya Alloh...” katanya. Lalu dia memejamkan mata, sambil menggolokkan parang itu ke leher anaknya. &lt;br /&gt;Lelaki itu masih saja menangis. Ia belum berani membuka matanya. Ia belum mampu menyaksikan sendiri, anaknya meninggal berkelimpangan darah di depan matanya. Hatinya sungguh tak sanggup untuk melihatnya. Ia menundukan pandangannya. Ia tetap menutup mata sambil menangis tersedu-sedu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tiba-tiba ia mendengar suara dari sampingnya “ayah, ini aku..”. suara itu terasa tak asing baginya. Namun ia tak begitu memperhatikannya. Dadanya masih saja sesak. Ia tak kuasa membuka kedua matanya. Ia masih terus menangis. Sekali lagi, ia mendengar suara dari arah sampingnya “ayah, ini aku...”. kali ini suara itu tampak begitu nyata. Perlahan ia buka kedua matanya. Lalu ia terkejut, karena ternyata yang ada di hadapannya adalah seekor domba. Ternyata yang ia sembelih tadi adalah domba. Lalu ia melihat ke samping. Di lihatnya anaknya sedang berdiri sambil tersenyum. Seketika lelaki itupun bangkit dan langsung memeluk anaknya. Keduanya kini saling mendekap dengan sangat erat. Ternyata Alloh hanya menguji keimanan lelaki itu, apakah benar ia mencintai Alloh melebihi segalanya. Dan ternyata lelaki itu lulus ujian. Ia rela mengorbankan anaknya karena cintanya kepada Alloh benar-benar tulus. Alloh pun menggantikannya dengan domba. Dan inilah awal di laksanakannya ibadah qurban. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki yang solih itu adalah Nabi Ibrahim. Sedangkan anaknya adalah Nabi ismail. Gurun pasir yang tandus itu adalah kota suci Makkah. Kisah diatas mengajarkan kepada kita tentang muara cinta yang sebenarnya. Kita mudah mengatakan cinta kepada Alloh. Namun ternyata aplikasi cinta pada Alloh itu sungguh terasa berat. Tak semudah apa yang di ucapkan dengan kata-kata. (sumber: http://fahrihidayat.blogspot.com) &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1904331972066975657-4600444536999987204?l=fahrihidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/feeds/4600444536999987204/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2011/01/satu-cinta-untuk-nya.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/4600444536999987204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/4600444536999987204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2011/01/satu-cinta-untuk-nya.html' title='Satu Cinta Untuk-Nya'/><author><name>Fahri Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01033734545576722305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNXYHPj3PHI/AAAAAAAAAQU/Z8J1KRXFnbc/S220/Fahri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TSWDfOz-UdI/AAAAAAAAAUw/v6YhlANXaX4/s72-c/love_heart.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1904331972066975657.post-5974627290701744051</id><published>2010-12-20T06:44:00.000-08:00</published><updated>2011-08-07T16:21:13.831-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Obrolan Hati'/><title type='text'>Puzzle Cinta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TQ9r65PABFI/AAAAAAAAAUY/kfTcGRhr-uU/s1600/Untitled.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 171px; height: 197px;" src="http://1.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TQ9r65PABFI/AAAAAAAAAUY/kfTcGRhr-uU/s320/Untitled.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5552775525111432274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu saja begitu. Tak bisa di kalkulasi dengan hitung-hitungan matematis. Atau di prediksi dengan analisis. Terkadang memang tampak seperti tak logis. Tapi memang begitulah kenyataannya, cinta selalu menyisakan misteri.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta adalah lautan perasaan. Susah di definisikan memang. Ia bersemayam di dalam hati. Di taman hati inilah ia bersemi indah. Atau justru layu , gersang, lalu berguguran meninggalkan luka yang sangat dalam. Oleh karenanya, cinta hanya bisa di rasakan. Ia memang tidak tampak oleh indrawi kita. Namun ia benar-benar nyata. Dengan cinta inilah segalanya bisa jadi berubah. Sekali lagi, bukan berubah secara fisik. Tapi berubah rasanya. Misalnya saja petani yang sedang mencangkul di sawah. Barangkali itu memang sudah menjadi aktifitas sehari-harinya yang melelahkan. Tapi dengan cinta, rasanya akan berubah. Andai di tengah kelelahannya ia membayangkan wajah istrinya dengan senyum yang mengembang. Atau wajah imut anak-anaknya yang selalu menyambut kepulangannya dengan ceria, kelelahan itu justru akan memekarkan senyuman kedamaian. Ia tak lagi melihat kelelahannya itu sebagai beban yang berat, namun ia melihatnya sebagai bagian dari wujud cintanya kepada keluarganya. Cinta memang ajaib. Ia bisa mengubah yang pahit menjadi manis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh sebelum cinta ini mengejewantah menjadi sebuah ungkapan, dua hati yang saling mencintai tentu sudah saling menyapa di alam jiwa. Ada yang menarik disini. Ketertarikan antara dua hati tersebut sungguh sulit di prediksi. Wanita yang sangat lembut, bisa saja tertarik dengan lelaki yang kasar. Padahal kelembutan dan kekasaran adalah dua kutub yang berseberangan. Atau lelaki yang cerdas dan tampan, bisa jadi justru tertarik pada wanita yang sebenarnya tidak terlalu cantik dan juga tidak cerdas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah cinta itu adalah masalah perasaan. Itulah mengapa cinta menjadi sangat rumit, seperti permainan puzzle. Masalahnya bukan sesederhana dia cantik atau tidak, dia tampan atau tidak, dia punya kedudukan atau tidak, dan lain sebagainya. Namun ini adalah masalah kecocokan. Sama persis seperti puzzle. Jika ada dua potongan puzzle yang tidak cocok, maka ia tidak mungkin bisa di pasangkan. Jika dipaksakan, potongan itu mungkin akan patah dan rusak. Rumit memang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kisah cintanya Umar bin Khotob. Suatu hari ia ingin meminang putrinya Abu Bakar As-shidiq. Ummu kulsum namanya. Ia adalah wanita yang sangat lemah lembut. Ia hidup di tengah belaian kasih sayang jiwa-jiwa yang lembut juga. Sedangkan Umar, ia adalah orang yang kepribadiannya keras. Barangkali kerasnya kepribadian Umar bisa berkolaborasi cantik dengan kelembutan Ummu Kulsum. Namun ternyata itu tidak terjadi. Wataknya yang lembut itu tidak bertemu dengan watak Umar. Melalui cara yang lembut, iapun menolak pinangannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pinangan Umar di tolak. Padahal ia lelaki yang sangat istimewa. Dia punya kedudukan tinggi di mata kaumnya. Bahkan menjabat Khalifah dan pemimpin negara pada saat itu. Bisa dikatakan, ia adalah manusia yang paling sholih pada waktu itu. Namun apa boleh dikata, cinta memang rumit. Semuanya kembali pada kecocokan hati dan jiwa. Tidak ada yang kurang pada diri Umar. Hanya saja potongan jiwa Umar barangkali memang tidak pas jika di satukan dengan potongan jiwa Ummu Kulsum. Dan dalam perjalananya, ternyata Ia menemukan potongan puzzle yang pas dengan dirinya. Yaitu putrinya Ali bin Abi Thalib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah cinta. Ia lahir dari alam jiwa. munculnya selalu tiba-tiba. Kadang hati di buatnya gelisah, akal di buatnya terbaring tak berdaya. Maka hati-hatilah dengan cinta. (sumber: http://fahrihidayat.blogspot.com)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1904331972066975657-5974627290701744051?l=fahrihidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/feeds/5974627290701744051/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/12/puzzle-cinta.html#comment-form' title='18 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/5974627290701744051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/5974627290701744051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/12/puzzle-cinta.html' title='Puzzle Cinta'/><author><name>Fahri Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01033734545576722305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNXYHPj3PHI/AAAAAAAAAQU/Z8J1KRXFnbc/S220/Fahri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TQ9r65PABFI/AAAAAAAAAUY/kfTcGRhr-uU/s72-c/Untitled.png' height='72' width='72'/><thr:total>18</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1904331972066975657.post-3116617870933783102</id><published>2010-12-13T15:17:00.000-08:00</published><updated>2010-12-13T15:38:56.231-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Menyulut Motivasi Belajar Siswa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TQarMLmHffI/AAAAAAAAATI/JfGN5Xwfnqg/s1600/DSC00679.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TQarMLmHffI/AAAAAAAAATI/JfGN5Xwfnqg/s320/DSC00679.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5550311816540159474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Fahri Hidayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ilmu pengetahuan di ibaratkan sebagai bara api yang menyala, maka motivasi adalah  bahan bakarnya. Ia memainkan posisi yang sangat penting dalam konteks tercapainya tujuan pendidikan. Bahkan motivasi dalam belajar ini jauh lebih prioritas dari apa yang di pelajari itu sendiri.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang guru yang hanya mengajar tanpa memberikan motivasi belajar kepada anak didiknya, maka yang akan mereka dapatkan hanyalah sebatas materi yang di sampaikan oleh guru. Tidak akan lebih dari itu. Suatu saat nanti,  seandainya para siswa sudah lulus dari bangku sekolah, mereka hanya akan mengenang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“dulu aku pernah dapat pelajaran ini dan itu”&lt;/span&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan berbeda jika seorang guru selain mengajar juga memberikan motivasi. Maka sang anakpun akan memiliki energi yang lebih besar dalam belajar. Bahkan, terkadang para murid akan mencari tahu sendiri secara aktif tentang mata pelajaran yang guru ampu tanpa menunggu perintah. Mengapa demikian? Karena yang kita bidik adalah sisi maknawiyahnya, yaitu motivasi. Motivasi adalah spirit. Motivasi adalah ruh. Saat spirit dan ruh ini menyatu dalam diri siswa untuk mempelajari sesuatu, maka semangatnya akan menyala bagaikan api yang disiram minyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lama ini kami sempat merasa kagum dengan perkembangan anak didik kami, tentunya karena energi motivasi tadi. Pada saat kami hendak menutup pelajaran, ada seorang anak kelas X SMA yang masih mau bertanya. Yang membuat kami kaget adalah karena pertanyaan itu ternyata tentang bab yang jauh diatas, dan belum dipelajari pada hari itu. Artinya, sang anak sudah memperlajarinya sendiri sampai bab itu secara mandiri, tanpa menunggu instruksi dari gurunya. Perasaan kagum dan bangga mengembang di hati kami saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari yang lain, masih pada jenjang yang sama (SMA), saat itu kami meminjam buku paket pada salah satu siswa kami untuk membuat soal Ujian Akhir Semester. Saat itu memang sudah dekat dengan ujian. Dan kebetulan mata pelajaran yang kami ampu ada di penghujung hari, yaitu pada hari terakhir. Namun alangkah kagetnya kami saat anak pemilik buku itu esok harinya meminta buku itu kembali. Saat kami katakan bahwa waktu masih panjang untuk belajar karena jadwal ujian yang kami ampu ada di hari terakhir, ia malah menjawab &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“saya mau belajar dari sekarang, pokoknya saya nanti mau dapat nilai tertinggi..!”&lt;/span&gt; betapa bangganya perasaan kami saat mendengar kata-kata itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu tadi adalah sepenggal contoh dari kekuatan motivasi. Kekuatan yang munculnya dari dalam secara sangat alamiah sekali. Mengalir bagaikan air. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah beberapa kiat sederhana yang bisa di terapkan untuk menyulut motivasi belajar siswa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Yang pertama, menjelaskan kepada anak tentang tujuan pembelajaran.&lt;/span&gt; Sebelum memulai belajar Anak harus benar-benar mengerti kemana mereka akan di bawa. Apa yang sebenarnya di harapkan dari mereka setelah mereka mempelajarinya nanti. Dengan demikian anak akan mengetahui tujuan akhirnya dengan jelas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Yang kedua, Menjelaskan “Apa Manfaatnya Bagiku?”.&lt;/span&gt; Jangan sampai kita bersusah payah merakit perahu tanpa mengetahui apa fungsinya. Anak harus memahami dengan baik manfaat yang akan mereka dapatkan setelah mereka mempelajari materi yang guru sampaikan. dengan mengetahui manfaatnya dengan baik, maka siswa tidak akan belajar karena tuntutan, namun karena kebutuhan. mereka akan belajar karena merasa butuh. Kedua hal tersebut sudah harus mengakar dalam kejiwaan mereka sebelum memulai belajar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Yang ketiga, Mengajar dengan hati.&lt;/span&gt;  Apa yang kita katakan dengan akal hanya akan diterima oleh akal juga. Dan apa yang kita katakan dengan hati, maka akan diterima oleh hati. Ini harus difahami dengan baik oleh guru. Mengajar harus di sampaikan dengan hati. Kata-kata dan nasehat sederhana yang disampaikan dengan hati akan lebih mengena di hati dan lebih berpengaruh bagi para siswa di bandingkan dengan kata yang di rangkai indah namun tidak tulus ketika diucapkan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Yang keempat, Memberikan reword bagi siswa yang berprestasi.&lt;/span&gt; Prestasi tidak selamanya diwakili dengan angka-angka nominal. Guru harus benar-benar bijak dalam menilai para siswanya. Reword tidak boleh hanya di berikan kepada siswa yang memperoleh nilai tertinggi saat ujan, namun juga siswa yang memiliki semangat dalam belajar, yang paling aktif dalam diskusi-diskusi di kelas, ataupun yang mengalami kemajuan dalam kepribadiannya. Selain itu guru harus mampu memilih kata-kata yang positif dalam merespon siswanya. Dengan demikian akan tercipta iklim dan suasana belajar yang positif, kompetitif, dan menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Yang kelima,  Bersikap terbuka.&lt;/span&gt; Hubungan antara murid dengan guru jangan sampai berhenti pada hubungan-hubungan formal. Guru juga harus memposisikan diri sebagai teman bagi anak-anak didiknya. Guru harus siap mendengar. Guru harus memberikan ruang pada mereka untuk bisa berbagi dengannya. Jika itu adalah masalah pribadi yang rahasia, guru harus menjadi penjaga rahasia itu. Berilah rasa aman di hati anak-anak kita. Kedekatan personal ini pasti akan meberikan efek langsung pada motivasi belajar anak. &lt;br /&gt;(sumber: http://fahrihidayat.blogspot.com)&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1904331972066975657-3116617870933783102?l=fahrihidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/feeds/3116617870933783102/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/12/menyulut-motivasi-belajar-siswa.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/3116617870933783102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/3116617870933783102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/12/menyulut-motivasi-belajar-siswa.html' title='Menyulut Motivasi Belajar Siswa'/><author><name>Fahri Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01033734545576722305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNXYHPj3PHI/AAAAAAAAAQU/Z8J1KRXFnbc/S220/Fahri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TQarMLmHffI/AAAAAAAAATI/JfGN5Xwfnqg/s72-c/DSC00679.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1904331972066975657.post-4284499362110437813</id><published>2010-12-07T19:51:00.000-08:00</published><updated>2010-12-07T20:00:28.189-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>BERLAYAR KE MUARA KEHIDUPAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TP8BmVuB-rI/AAAAAAAAASI/7nTKd95kigc/s1600/ombak.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 217px; height: 176px;" src="http://4.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TP8BmVuB-rI/AAAAAAAAASI/7nTKd95kigc/s320/ombak.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548155024120609458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Fahri Hidayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkanlah,  anda melihat peti mati di hadapan anda. Peti mati itu dikelilingi oleh kerumunan orang yang tak lain adalah keluarga anda, kerabat anda, rekan bisnis anda, dan sahabat-sahabat anda. Tak lama kemudian, anda melihat beberapa orang dari kerumunan itu mendekati peti mati tersebut. Tampaknya mereka hendak mengangkatnya. Sekarang bayangkanlah, yang ada di dalam peti mati itu adalah anda. Anda dapat melihat dan mendengar apa yang mereka ucapkan dengan jelas. Namun anda tak dapat berbicara ataupun bergerak lagi, anda hanya dapat mendengar dan melihat!&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa orang tadipun kemudian mengangkat peti mati dimana anda berada. Anda benar-benar merasakan tubuh anda terangkat bersamaan dengan diangkatnya peti mati itu. Peti itu kemudian di bawa bersama-sama. Kerumunan orang tadi turut mengiringi di belakang peti mati itu dibawa. Anda melihat istri dan anak-anak anda menangis terisak-isak, kerabat dan sahabat-sahabat anda menunduk dengan mata dan tatapan yang sayu, seakan menahan sesuatu agar tidak mengalir dari kedua matanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa menit kemudian anda merasakan peti mati yang mengangut anda itu mulai di turunkan. Dan dari posisi anda sekarang, anda dapat melihat dengan jelas makam yang sudah di persiapkan untuk anda. Lalu, tiba-tiba peti itu terbuka. Beberapa orang mengangkat anda, dan memasukan anda kedalam makam tersebut. Dan anda masih saja melihat semua rangkaian peristiwa itu, anda masih dapat mendengar apa yang mereka ucapkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian, Sang tokoh agama setempat pun maju kedepan, sepertinya ia hendak membacakan doa untuk anda. Isak tangis istri dan anak-anak anda semakin menjadi-jadi. Air mata sahabat dan kerabat anda yang tadi masih bisa ditahan, kini tak dapat di bendung lagi. Suasana haru menyelimuti semua yang mengikuti prosesi itu. Seperti biasa, Sang tokoh agama mulai menyebutkan kebaikan-kebaikan yang anda lakukan semasa anda hidup dulu, kemudian mendoakan keselamatan dan ketenangan untuk anda, serta ketabahaban untuk keluarga yang anda tinggalkan. Semua yang hadir mengamini doa tersebut, masih dalam suasana haru. Sekali lagi, sekarang bayangkanlah... jika yang ada dalam peti mati itu adalah anda, maka apa yang kira-kira akan orang katakan tentang diri anda pada saat itu? Kebaikan apa yang akan mereka kenang dari diri anda? Karya-karya dan prestasi apa yang akan mereka sebut-sebut untuk mengingat dan mengenang anda? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu kebaikan atau keburukan yang orang katakan tentang diri anda, sudah tidak dapat anda bantah lagi. Karena anda tidak bisa berbicara, apalagi bergerak. Anda hanya bisa mendengar orang-orang itu membicarakan tentang diri anda, tentang kebaikan ataupun keburukan anda. Dan anda hanya terdiam mendengar semua itu, karna tak ada lagi yang bisa di perbaiki. Tak ada lagi yang bisa di lengkapi, dan tak ada lagi yang bisa di benahi. Semua sudah terlambat untuk sekedar menyesali. Waktu anda sudah habis, dan tak mungkin kembali lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah sebuah renungan yang mengingatkan kita tentang arti sebuah visi. Kita hidup di dunia ini bagaikan berlayar dengan sebuah bahtera di  sungai yang panjang dan bercabang-cabang. Kita di bebaskan memilih cabang sungai mana yang akan kita layari, namun yang pasti semuanya akan bertemu pada muara yang sama. Kehidupan ini juga menawarkan pilihan jalan yang banyak, dan kita dibebaskan untuk memilih jalan mana yang kita sukai. Namun, pada akhirnya kita semua akan bertemu pada samudera yang sama, yaitu alam akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muara kehidupan adalah akhirat. Pada alam itulah kita akan dimintai pertanggungjawaban tentang apa yang telah kita lakukan selama kita hidup di dunia. Barang siapa yang menyemai kebaikan selama di dunia, maka iapun akan menuai kebaikan di akhirat nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena hidup kita di dunia ini dibatasi dengan usia, maka jangan sampai kita hanya sekedar melewatinya tanpa meninggalkan apapun. Artinya, berikan sebuah kenang-kenangan dari anda untuk dunia yang anda tinggalkan nanti. Sebuah kenang-kenangan yang bisa bermanfaat untuk orang-orang yang hidup setelah anda, apapun itu! Karena, alangkah ruginya jika kita hidup di dunia ini kemudian meninggalkannya tanpa ada yang kita wariskan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda bingung tentang apa sebenarnya visi hidup yang anda jalani, maka renungan diatas akan membantu anda mengenali siapa diri anda sebenarnya. Jawaban dari pertanyaan diatas akan membuat anda mengerti kemana anda harus melangkah untuk menjadi diri anda yang sebenarnya. Apa yang anda ingin orang katakan tentang diri anda ketika anda meninggal nanti, itulah visi anda! &lt;br /&gt; (sumber: http://fahrihidayat.blogspot.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka:&lt;br /&gt;Covey, Stephen R. 1996. 7 Kebiasaan Efektif Manusia. Yogyakarta: Smart Agency&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1904331972066975657-4284499362110437813?l=fahrihidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/feeds/4284499362110437813/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/12/berlayar-ke-muara-kehidupan.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/4284499362110437813'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/4284499362110437813'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/12/berlayar-ke-muara-kehidupan.html' title='BERLAYAR KE MUARA KEHIDUPAN'/><author><name>Fahri Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01033734545576722305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNXYHPj3PHI/AAAAAAAAAQU/Z8J1KRXFnbc/S220/Fahri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TP8BmVuB-rI/AAAAAAAAASI/7nTKd95kigc/s72-c/ombak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1904331972066975657.post-8514573017995689414</id><published>2010-11-28T15:37:00.000-08:00</published><updated>2010-11-28T15:41:37.896-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Menyalakan Potensi Diri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TPLopBbMKAI/AAAAAAAAASA/sOX__ghEq2o/s1600/rajawali.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TPLopBbMKAI/AAAAAAAAASA/sOX__ghEq2o/s320/rajawali.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5544749882701260802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Fahri Hidayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang bayi yang baru terlahir di dunia ini, pada dasarnya tidak dalam keadaan kosong  seperti kertas putih. Namun ia sudah memiliki potensi dan kecenderungan  tertentu yang apabila di dukung oleh lingkungan yang positif, maka ia akan berkembang sesuai dengan potensinya tersebut. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada satupun manusia yang dilahirkan dengan tidak memiliki sebuah kelebihan. Artinya, semua orang pasti memiliki potensi dan bakatnya  masing-masing. Hanya masalahnya, apakah bakat dan potensi itu di kembangkan atau di biarkan berkarat sehingga menjadi tumpul. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya waktu yang tersedia untuk kita dalam sehari adalah sama, yaitu 24 jam. Namun mengapa dengan waktu yang sama itu kita bisa menjadi  berbeda-beda? Ada yang sukses, ada yang kurang sukses, dan ada juga yang gagal. Ternyata kuncinya ada pada cara kita menggunakan waktu. Cara kita menggunakan waktu itulah yang pada akhirnya akan membuat kita berbeda. Jika kita mampu menggunakan waktu untuk hal-hal yang positif, seperti membaca atau menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan, secara teratur dan terencana, maka kebiasaan yang kita bangun tersebut pada akhirnya akan membentuk kepribadian kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada manusia yang sempurna. Karenanya parameter kesempurnaan itu menjadi relatif. Kita semua memiliki kelebihan, dan juga memiliki kekurangan. Semua orang pasti memiliki kekurangan, tanpa terkecuali. Maka, kita tidak usah terlalu merisaukan kekurangan yang ada pada diri kita.  Justru fokus untuk mengembangkan kelebihan-kelebihan kita itu lebih prioritas dari pada berusaha menutupi kekurangan diri. Karena manusia akan dinilai secara totalitas; yaitu apakah yang dominan dari dirinya dan menjadi identitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali kita pernah mendengar tentang seorang Plato yang memiliki kekurangan fisik, yaitu ketika berjalan Ia agak membungkuk. Namun ketika orang ditanya “apa yang kamu tahu tentang Plato?” pasti semua akan serentak menjawab “dia adalah seorang filosof besar yang sangat jenius”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin sepintas kita pernah mendengar tentang Thomas Alfa Edison yang konon intelektualnya terbelakang. Dalam bahasa lebih mudahnya mungkin bisa di sebut dungu. Namun orang secara kolektif tetap melihat seorang Alfa Edishon  sebagai seorang ilmuan penemu lampu pijar yang sangat konsisten dan pantang menyerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali kita pernah mendengar secuil aib-aib tentang Muhammad Al-Fatih. Namun semua orang pasti akan mengenang Muhammad Al-Fatih sebagai seorang pemuda hebat yang berhasil menaklukan benteng konstantinopel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh-contoh diatas menjelaskan kepada kita, bahwa ternyata apa yang akan orang nilai tentang diri kita, adalah sesuatu yang dominan pada diri kita. Buktinya, orang tidak akan mengenang Plato sebagai orang yang pincang, namun mengenangnya sebagai seorang filosof besar.  Orang tidak akan mengenang Edison sebagai orang yang dungu, namun dunia bahkan menobatkannya sebagai penemu lampu pijar. orang yang sempurna itu sebenarnya bukan orang yang tidak memiliki cacat sama sekali. Karena orang yang tidak memiliki cacat itu tidak ada di dunia ini, kecuali para Nabi dan Rosul yang memang mendapat garansi dari Alloh. Namun kesempurnaan yang sebenarnya adalah ketika kita bisa mengoptimalkan apa yang menjadi bakat dan potensi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, nyalakanlah semangat untuk melejitkan potensi kita. segeralah ambil pena, dan tuliskan apa saja yang ingin kita capai dalam tempo dekat, jangka menengah, ataupun jangka panjang. Jika itu sudah kita lakukan, itu artinya kita sudah benar-benar menjalani kehidupan. Karena dengan mengetahui tujuan akhir kita, kita akan tau dimana posisi kita berdiri saat ini. Mulailah dari hal-hal yang sederhana. tetaplah bersabar  dan konsisten. Jagalah gelora semangatmu, agar ia terus menyala. Ingatlah, langkah keseribu di mulai dari langkah pertama. Gedung pencakar langit yang megah, tinggi dan menjulang tetaplah merupakan kumpulan dari butiran-butiran pasir yang kecil. Karya-karya kecil yang kita rangkai setiap hari, jika kita konsisten dan sabar untuk menjalaninya, suatu saat iapun akan menjelma menjadi sebuah  karya yang besar. Yakinlah. Mulailah semua itu dari sekarang, dari detik ini!&lt;br /&gt;(sumber: http://fahrihidayat.blogspot.com)&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1904331972066975657-8514573017995689414?l=fahrihidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/feeds/8514573017995689414/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/11/menyalakan-potensi-diri.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/8514573017995689414'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/8514573017995689414'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/11/menyalakan-potensi-diri.html' title='Menyalakan Potensi Diri'/><author><name>Fahri Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01033734545576722305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNXYHPj3PHI/AAAAAAAAAQU/Z8J1KRXFnbc/S220/Fahri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TPLopBbMKAI/AAAAAAAAASA/sOX__ghEq2o/s72-c/rajawali.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1904331972066975657.post-2391132086550160483</id><published>2010-11-21T08:49:00.000-08:00</published><updated>2010-11-21T20:12:04.165-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dialog Peradaban'/><title type='text'>MENJADI  BAGIAN PERADABAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TOlOQoonmLI/AAAAAAAAARA/FyMjDwHkZlU/s1600/24824_110431438977253_100000311923799_150431_4539681_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TOlOQoonmLI/AAAAAAAAARA/FyMjDwHkZlU/s320/24824_110431438977253_100000311923799_150431_4539681_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5542046864148764850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Fahri Hidayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hakekatnya eksistensi manusia diakui bukan karena ada wujudnya secara fisik sebagai sosok manusia. Namun karena karya-karyanya yang memberikan kontribusi pada masyarakatnya. Manusia yang tidak memiliki karya apapun hanya akan memiliki usia sebatas usianya di dunia. Sedangkan manusia yang mampu menghasilkan karya besar, namanya akan selalu menghiasi dunia walau dirinya telah tiada. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang pada zaman ini banyak mempelajari dan menikmati karya-karya para tokoh zaman dulu seperti Aristoteles, Tsailun, Plato, Ibnu Katsir, Qurthubi, Ibnu Sina, dan nama-nama besar lainnya seakan-akan mereka masih hidup diantara kita. Padahal mereka sudah meninggal ratusan atau bahkan ribuan tahun yang lalu. Itu karna mereka meninggalkan dunia dengan mewariskan sebuah karya. Karya itulah yang membuat mereka abadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membangun peradaban adalah membangun sebuah budaya, yaitu perilaku kolektif dalam sebuah masyarakat. Dimana asas dari peradaban adalah pemikiran. Maka, sumbangan-sumbangan yang kita berikan kepada masyarakat berupa gagasan, perilaku, dan karya adalah sumbangan yang kita berikan untuk peradaban di masa yang akan datang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, pada tahun 70-an wanita muslimah belum banyak yang memakai jilbab. Bahkan wanita yang memakai jilbab pada masa itu tergolong orang-orang asing. Terkadang mereka tersingkir dari kehidupan sosial. Namun mereka tetap konsisten dengan sikap mereka. Sikap konsisten untuk tetap berjilbab itu, disadari ataupun tidak, adalah sumbangan untuk peradaban di masa datang. Secara perlahan tapi pasti, jumlah wanita yang berjilbab bertambah. Dan pada akhirnya memakai jilbab menjadi sebuah budaya, karena di laksanakan secara kolektif oleh banyak orang. Hari ini kita bahkan menyaksikan jilbab sudah menjadi bagian dari peradaban kita. Seandainya para wanita yang berjilbab pada tahun 70-an itu tidak tegar dan tidak konsisten dalam berjilbab, barangkali hari ini jilbab masih asing di masyarakat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, membangun peradaban dapat kita mulai dari diri kita sendiri. Dimulai dari membangun asas pemikiran (ilmu). Kemudian mengimplemantasikan pemikiran tersebut menjadi perilaku (amal). Keterpaduan antara pemikiran (ilmu) dan perilaku (amal) itu pada akhirnya akan menghasilkan sebuah karya. &lt;br /&gt;(sumber: http://fahrihidayat.blogspot.com) &lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1904331972066975657-2391132086550160483?l=fahrihidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/feeds/2391132086550160483/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/11/menjadi-bagian-peradaban.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/2391132086550160483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/2391132086550160483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/11/menjadi-bagian-peradaban.html' title='MENJADI  BAGIAN PERADABAN'/><author><name>Fahri Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01033734545576722305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNXYHPj3PHI/AAAAAAAAAQU/Z8J1KRXFnbc/S220/Fahri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TOlOQoonmLI/AAAAAAAAARA/FyMjDwHkZlU/s72-c/24824_110431438977253_100000311923799_150431_4539681_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1904331972066975657.post-5223370536241536820</id><published>2010-11-03T21:23:00.000-07:00</published><updated>2010-11-24T20:20:43.197-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>MENGULANG RANTAI EMAS KEJAYAAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNI3cMNIZrI/AAAAAAAAAPw/VMNc1dOSAd4/s1600/observatorium-ilmuwan-muslim.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 280px; height: 312px;" src="http://1.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNI3cMNIZrI/AAAAAAAAAPw/VMNc1dOSAd4/s320/observatorium-ilmuwan-muslim.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5535547849443927730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Fahri Hidayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi umat Islam hari ini benar-benar sesuai dengan yang pernah di gambarkan Nabi 14 abad yang silam, bagaikan buih di tengah lautan yang terombang-ambing mengikuti arah angin. Bahkan seperti semangkok makanan yang di kerumuni oleh bangsa-bangsa asing. Tidak ada lagi rasa takut dan segan kepada kaum muslimin. Mereka bahkan secara terang-terangan menjajah negara-negara Islam dengan berbagai alasan. Wibawa umat Islam yang dulu pernah mengukir kejayaan selama 14 abad lamanya kini berada di ujung tanduk. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu yang menjadi sebab kemunduran umat Islam hari ini adalah karena sebagian besar umat Islam memandang sebelah mata ilmu-ilmu sains dan teknologi. Akibatnya dunia Islam tertinggal jauh dari Barat. Umat Islam cenderung memaknai ilmu Al-Quran sebatas pada ilmu-ilmu aqidah, fiqih, ibadah, dan akhlak saja. Padahal Al-Quran sendiri banyak berbicara tentang ayat-ayat kauniyah yang berkaitan dengan alam semesta. Bahkan banyak ayat didalam Al-Quran yang menantang umat Islam untuk berfikir, melihat, dan meneliti tentang alam semesta.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ketika Alloh berfirman dalam Al-Quran &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“sesungguhnya kami menyelamatkan jasadmu (fir`aun) agar menjadi tanda-tanda (pembelajaran) bagi orang-orang setelahmu”&lt;/span&gt; dalam surat Yunus ayat 92, seharusnya para arkeolog muslim tertantang oleh ayat ini untuk mengadakan penelitian dan pencarian terhadap jasad fir`aun sebagaimana yang di sebutkan dalam Al-Quran tadi. Namun ternyata itu tidak di lakukan, dan justru yang menemukan jasad fir`aun adalah ilmuan barat yang bernama Loret pada tahun 1896.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Alloh berfirman tentang langit dan bumi yang dulunya bersatu padu, kemudian Alloh memisahkan antara keduanya, seharusnya para ilmuan Muslim tertantang untuk mengadakan observasi tentang hal ini. Namun teori ledakan besar (big bang) justru di temukan oleh orang-orang Barat. Padahal Alloh telah memberikan isyarat-isyarat dalam Al-Quran sebagai sebuah sinyal untuk di teliti dan di observasi. Masih banyak lagi ayat-ayat dalam Al-Quran yang berbicara masalah ilmu pengetahuan. Bahkan jumlahnya mencapai lebih dari 1000 ayat.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, solusi untuk mengembalikan lagi kejayaan umat Islam adalah kembali kepada Al-Quran dan As-sunnah secara kafah / totalitas dan tidak sepotong-sepotong. Artinya, kita tidak boleh berhenti pada ilmu-ilmu aqidah, fiqih, ibadah, dan akhlak saja. Namun juga harus mau membuka mata untuk belajar ilmu-ilmu sains dan teknologi sebagaimana yang banyak di singgung dalam Al-Quran. Paradigma ini harus mulai kita bangun dari sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, kata ulama selalu di lekatkan pada orang-orang yang ahli dalam hal agama. Namun jika kita mengkaji dalam Al-Quran, ternyata kata ulama ini bukan hanya label untuk seorang yang ahli agama saja, namun di nisbatkan pada orang yang ahli dalam ilmu agama dan juga ilmu-ilmu umum seperti ilmu alam. Karena kata ulama dalam firman Alloh &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“...sesungguhnya orang-orang yang takut pada Alloh adalah para ulama`”&lt;/span&gt; ternyata jika kita melihat konteks ayat sebelumnya justru berbicara tentang air, langit, gunung-gunung dan binatang-binatang. &lt;br /&gt;(sumber: http://fahrihidayat.blogspot.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Artikel ini di muat di situs ERAMUSLIM edisi Rabu, 24/11/2010 09:48 WIB. alamat url: http://www.eramuslim.com/suara-kita/pemuda-mahasiswa/fahri-hidayat-mahasiswa-ums-surakarta-mengulang-rantai-emas-kejayaan.htm  &lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1904331972066975657-5223370536241536820?l=fahrihidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/feeds/5223370536241536820/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/11/mengulang-rantai-emas-kejayaan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/5223370536241536820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/5223370536241536820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/11/mengulang-rantai-emas-kejayaan.html' title='MENGULANG RANTAI EMAS KEJAYAAN'/><author><name>Fahri Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01033734545576722305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNXYHPj3PHI/AAAAAAAAAQU/Z8J1KRXFnbc/S220/Fahri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNI3cMNIZrI/AAAAAAAAAPw/VMNc1dOSAd4/s72-c/observatorium-ilmuwan-muslim.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1904331972066975657.post-8553784989413532784</id><published>2010-11-03T07:13:00.000-07:00</published><updated>2011-04-27T08:13:59.939-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sekolah Bahasa Arab'/><title type='text'>SBA 3: Kata Kerja (fi`il)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNFuy2hJVFI/AAAAAAAAAPg/SyGUDCqnTXw/s1600/bingo_game_hijaiyah.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 261px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNFuy2hJVFI/AAAAAAAAAPg/SyGUDCqnTXw/s320/bingo_game_hijaiyah.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5535327236922102866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kerja sebagaimana yang telah kita uraikan pada  SBA 1 adalah setiap kata dalam bahasa Arab yang menunjukan sebuah pekerjaaan dan berkaitan dengan waktu. Dalam bahasa Arab kata kerja disebut dengan fi`il. Ini adalah istilah yang dipakai dalam semua buku tata bahasa Arab. Contoh fi`il (kata kerja) dalam bahasa Arab adalah sebagai berikut:&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;كَتَبَ – يَكْتُبُ&lt;/span&gt;  : (dia) menulis&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;قََََََرَءَ – يَقْرَءُ&lt;/span&gt;  : (dia) membaca&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;جَلَسَ – يَجْلِسُ&lt;/span&gt;  : (dia) duduk&lt;br /&gt;Jika kita perhatikan, ketiga kata kerja diatas di bagi menjadi dua bagian yang dipisahkan dengan tanda (-). Kedua bagian tersebut sama artinya, namun memiliki fungsi yang berbeda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut kaedah bahasa Arab, fi`il atau kata kerja ini dibagi menjadi 3 bagian yaitu:&lt;br /&gt;1. Fi`il madhi, yaitu kata kerja yang menunjukan sebuah pekerjaan yang telah terjadi (past). Silahkan anda lihat kembali contoh diatas! Bagian depan pada fi`il itulah yang disebut dengan fi`il madhi. Jadi, kata &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;كَتَبَ&lt;/span&gt; jika kita terjemahkan secara apa adanya adalah: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;(dia) telah melihat. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;2. Fi`il mudhori`, yaitu kata kerja yang menunjukan sebuah pekerjaan yang sedang terjadi (present) atau akan terjadi (future). Nah, bagian belakang pada contoh fi`il diatas tersebutlah yang dimaksud dengan fi`il mudhori`. Jadi, kata&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; يَكْتُبُ&lt;/span&gt; pada contoh diatas jika kita terjemahkan apa adanya berarti: (dia) sedang menulis.&lt;br /&gt;3. Fi`il amar, yaitu kata kerja yang berfungsi untuk memerintah. Dalam bahasa Indonesia fi`il amar disebut dengan kata perintah. Contohnya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;اُكْتُبْ!&lt;/span&gt;  : tulislah! &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;اِجْلِسْ!&lt;/span&gt;  : duduklah!&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;اِقْرَءْ!&lt;/span&gt;  : bacalah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa fi`il diatas menunjukan subjek dia? Karena dalam bahasa Arab subjek dia selalu di jadikan standar. Sedangkan jika kita ingin mengubah subjeknya menjadi aku, kamu, mereka, ataupun kita, akan ada sedikit perubahan pada fi`il tersebut. Untuk bagaimana penggunaan fi`il tersebut dalam sebuah kalimat akan kita pelajari pada bab tersendiri. Pada bab ini kita hanya membahas tentang pembagian kata kerja dalam bahasa Arab sebagai pengantar untuk menyusun kalimat dalam bahasa Arab pada SBA berikutnya.&lt;br /&gt;(sumber: http://fahrihidayat.blogspot.com)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1904331972066975657-8553784989413532784?l=fahrihidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/feeds/8553784989413532784/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/11/sba-3-kata-kerja-dalam-bahasa-arab.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/8553784989413532784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/8553784989413532784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/11/sba-3-kata-kerja-dalam-bahasa-arab.html' title='SBA 3: Kata Kerja (fi`il)'/><author><name>Fahri Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01033734545576722305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNXYHPj3PHI/AAAAAAAAAQU/Z8J1KRXFnbc/S220/Fahri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNFuy2hJVFI/AAAAAAAAAPg/SyGUDCqnTXw/s72-c/bingo_game_hijaiyah.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1904331972066975657.post-1164038676306629934</id><published>2010-10-29T19:53:00.000-07:00</published><updated>2010-10-29T20:22:00.755-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gelora'/><title type='text'>INSPIRASI DARI PARA TOKOH PERUBAHAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TMuPUNqqhbI/AAAAAAAAAPY/LJIZBtU7Y14/s1600/golden_globes_1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 167px;" src="http://4.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TMuPUNqqhbI/AAAAAAAAAPY/LJIZBtU7Y14/s320/golden_globes_1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5533674144583550386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Fahri Hidayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia ini memang sangat luas. Bahkan karena luasnya, manusia tidak akan pernah bisa menjangkaunya secara total walaupun menghabiskan seluruh usianya sekalipun. Ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang, itu artinya masih sangat banyak hal-hal baru yang belum terjamah oleh manusia. Generasi yang hidup pada hari ini mewarisi pengetahuan dari generasi sebelumnya, kemudian mengembangkannya dan mengkolaborasikannya dengan pengetahuan baru yang mereka peroleh.  Hasil dari penyempurnaan itu adalah pengetahuan baru untuk hari ini.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Namun ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada pada hari ini bukanlah hasil final, karena orang-orang yang hidup pada generasi yang akan datang pasti akan mengembangkannya lagi dan menyempurnakannya. Ilustrasi sederhana ini pada akhirnya menuntun kita untuk menyimpulkan bahwa dunia ini tidak di desain untuk satu generasi saja, namun untuk diwariskan dan di kembangkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Jadi, harus ada proses regenerasi disini, baik dalam sekup mikro seperti pendidikan dalam keluarga ataupun dalam sekup makro seperti pengembangan kurikulum pendidikan yang dilakukan oleh pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam dunia yang luas ini ada kehidupan yang juga komplek. Bukan hanya komplek dengan beragam makhluk hidup yang jumlahnya sangat beraneka ragam dan tidak semuanya teridentifikasi, tapi  juga komplek dengan beragam masalah yang ada. Namun, seluas apapun dunia ini, dan sekomplek apapun masalah-masalah yang ada, sejarah membuktikan bahwa sejak bermulanya kehidupan ini selalu di gerakkan oleh kaum minoritas, mereka adalah para tokoh perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para tokoh perubahan memang banyak jumlahnya, namun sangat sedikit jika dibandingkan dengan jumlah semua manusia yang ada. Oleh karenanya kita bisa menghafalkan nama-nama tokoh-tokoh itu dan mempelajari biografinya. Mereka adalah segelintir orang yang memiliki kepribadian besar, cita-cita yang melangit, dan semangat yang menggelora. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata diantara faktor-faktor yang menjadikan mereka menjadi tokoh besar adalah keberanian untuk melakukan sesuatu yang berbeda dengan kebiasaan dan adat kaumnya atau bahkan menentangnya jika memang kebiasaan itu salah dari dimensi akidah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad yang oleh &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Michael Hart&lt;/span&gt; dalam bukunya 1&lt;span style="font-style:italic;"&gt;00 Tokoh yang paling berpengaruh dalam sejarah umat manusia&lt;/span&gt;, terlahir dan dibesarkan di tengah lingkungan penyembah berhala, pada saat dia dewasa, ia justru membawa ajaran yang sangat bertolak belakang dengan ajaran kaumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Musa yang kisah eksodusnya di tulis dalam Al-Quran dan Bibel itu sejak kecilnya diasuh oleh keluarga Istana Mesir yang musyrik. Ia besar dalam lingkungan itu. Namun ia kemudian membawa ajaran tauhid yang menentang ajaran yang ada di lingkungan tempat dia di besarkan. Ia berani menantang arus dimana ia dibesarkan dulu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan yang berbeda itu ternyata mendidik para tokoh-tokoh besar sehingga memiliki kepribadian yang tangguh dan mental baja. Memang benar, lautan yang tenang tidak akan pernah bisa mencetak seorang pelaut yang tangguh. Pelaut yang tangguh adalah mereka yang terbiasa berenang melawan ombak yang bergelombang. &lt;br /&gt;(sumber: http://fahrihidayat.blogspot.com)&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1904331972066975657-1164038676306629934?l=fahrihidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/feeds/1164038676306629934/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/10/inspirasi-dari-para-tokoh-perubahan.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/1164038676306629934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/1164038676306629934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/10/inspirasi-dari-para-tokoh-perubahan.html' title='INSPIRASI DARI PARA TOKOH PERUBAHAN'/><author><name>Fahri Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01033734545576722305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNXYHPj3PHI/AAAAAAAAAQU/Z8J1KRXFnbc/S220/Fahri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TMuPUNqqhbI/AAAAAAAAAPY/LJIZBtU7Y14/s72-c/golden_globes_1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1904331972066975657.post-6129763633164858677</id><published>2010-10-17T19:15:00.000-07:00</published><updated>2010-10-17T19:22:06.657-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oase Iman'/><title type='text'>MENGGALI HIKMAH SILATURAHMI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TLuuJAL6SZI/AAAAAAAAAPQ/FZwVwLXYeLo/s1600/salaman.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TLuuJAL6SZI/AAAAAAAAAPQ/FZwVwLXYeLo/s320/salaman.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5529204437219428754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Fahri Hidayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia di ciptakan sebagai makhluk sosial yang menjalani kehidupannya secara berdampingan. Kita tidak mungkin bisa hidup seorang diri, oleh karenanya kita harus bisa hidup berdampingan mesra dengan orang lain. Dalam menapaki kehidupan bersosial itu adakalanya kita akan menemui  perbedaan, konflik, atau bahkan permusuhan. Semua itu bagaikan sebuah hiasan yang membuat hidup ini lebih berwarna. Rangkaian masalah itulah yang akhirnya membuat kita belajar untuk bisa saling menjaga perasaan, saling memahami, dan saling menguatkan satu sama lain.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini Islam mengajarkan kepada  umatnya untuk bersilaturahmi atau menyambung ikatan persaudaraan sesama manusia. Silaturahmi  bisa di realisasikan dengan cara saling mengunjungi, saling menasehati, saling memberi hadiah, dan lain sebagainya. Silaturahmi dapat melunturkan dendam dan permusuhan yang ada, sehingga kehidupan bermasyarakat menjadi lebih harmonis. Bahkan senyuman sederhana diiringi secarik kata “maaf” terbukti mampu mendinginkan hati yang sedang terbakar api kemarahan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam sebuah hadist Rosululloh bersabda: &lt;blockquote&gt;''Barangsiapa yang ingin dimudahkan rezekinya  dan dipanjangkan usianya hendaklah ia senantiasa menjaga silaturahmi”&lt;/blockquote&gt; Makna hadist ini sangat dalam sekali, karena Nabi mengaitkan silaturahmi dengan kelapangan riski dan panjang umur. Ternyata hikmah dari silaturahmi ini sangat besar. Dengan silaturahmi kita telah membangun sebuah relasi. Semakin banyak kita mengenal orang, semakin mudah kita akan menjalani kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kunci kesuksesan seseorang pada prinsipnya hanya ada dua, yaitu kompetensi dan jaringan. kompetensi adalah keahlian tertentu yang kita miliki. Sedangkan jaringan adalah banyaknya orang yang kita kenal. Seorang yang ahli dalam bidang tertentu tidak akan bisa menjadi bermanfaat jika ia tidak banyak mengenal orang, karena ia tak tau dimana dan bagaimana ia bisa memanfaatkan ilmunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang biasa hanya mengenal sekitar 100 sampai 200 orang. Namun orang-orang sukses bisa mengenal 600 sampai 1000 orang, atau bahkan lebih. Itulah pentingnya sebuah relasi. Dalam sebuah penelitian terhadap beberapa orang sukses di dapatkan sebuah data bahwa faktor terbesar yang mempengaruhi kesuksesan seseorang ternyata adalah kemampuan berinteraksi dengan baik pada semua orang. Dan itu semua bisa kita dapatkan dengan silaturahmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hakekatnya, orang sukses adalah orang yang paling bisa mengambil sebagian dari riski orang lain untuk berpindah kepadanya. Seorang pedagang bisa menjadi sukses ketika ia mampu manggait banyak pembeli. Maka semakin banyak kita mengenal orang  semakin besar pula potensi kesuksesan kita.  Benarlah apa yang dikatakan Nabi bahwa jika kita ingin dilapangkan riski kita, hendaknya kita menjalin silaturahmi. Inilah salah satu ajaran Islam tentang hubungan bermasyarakat. Sungguh dibalik setiap ajaran itu, meskipun secara kasat mata tampak sederhana, namun ternyata menyimpan hikmah yang sangat besar.&lt;br /&gt; (sumber: http//fahrihidayat.blogspot.com)&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1904331972066975657-6129763633164858677?l=fahrihidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/feeds/6129763633164858677/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/10/menggali-hikmah-silaturahmi.html#comment-form' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/6129763633164858677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/6129763633164858677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/10/menggali-hikmah-silaturahmi.html' title='MENGGALI HIKMAH SILATURAHMI'/><author><name>Fahri Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01033734545576722305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNXYHPj3PHI/AAAAAAAAAQU/Z8J1KRXFnbc/S220/Fahri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TLuuJAL6SZI/AAAAAAAAAPQ/FZwVwLXYeLo/s72-c/salaman.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1904331972066975657.post-2584650928262089943</id><published>2010-10-10T06:52:00.000-07:00</published><updated>2010-10-10T07:21:38.421-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>OPTIMISME DALAM PERJUANGAN</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TLHIK0fbIFI/AAAAAAAAAPE/Qs2Wymimb6M/s1600/semangat-berjuang-dari-dimulai-dari-diri-kita.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 226px;" src="http://2.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TLHIK0fbIFI/AAAAAAAAAPE/Qs2Wymimb6M/s320/semangat-berjuang-dari-dimulai-dari-diri-kita.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5526418305975001170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Fahri Hidayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1453. Ribuan bendera perang tentara Turki sudah berkibar mengelilingi kota konstantinopel. Serangan demi serangan telah dilancarkan, moncong-moncong meriam tentara Turki setiap hari memuntahkan lahar panasnya menghantam tembok-tembok konstantinopel, satu demi satu pasukan berkuda Turki mencoba menembus garis pertahanan lawan, namun hujan panah dan timah panas dari atas dinding benteng selalu menyambut mereka. Benteng konstantinopel masih saja kokoh berdiri, seakan menampakkan keangkuhannya kepada tentara Turki yang sudah hampir kehabisan amunisi.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hari demi hari silih berganti. Namun belum tampak tanda-tanda keruntuhan benteng bersejarah itu. Tentara Turki sudah mulai berputus asa. Semangat mereka yang awalnya bergelora bagai dahsyatnya meriam-meriam Turki itu kini mulai meredup. Perjuangan panjang yang melelahkan belum membuahkan hasil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para komandan Turki sudah mulai bergoyah. Bahkan salah seorang menteri mengusulkan kepada Sultan Muhammad II untuk menghentikan serangan dan menerima perjanjian dengan pihak Bizantium. Mental pasukan Turki sudah benar-benar jatuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sultan Muhammad II tetap tidak bergeming. Sorot matanya yang tajam menampakkan sebuah harapan. Ia segera bangkit dan membakar kembali semangat tentaranya. Karena masih ada harapan yang tersisa, yaitu penyerangan dari jalur laut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota konstantinopel dikelilingi oleh lautan dari 3 sisi sekaligus, yaitu selat Borphorus, laut Marmara, dan Tanduk emas. Pertahanan di wilayah Tanduk emas inilah yang merupakan titik lemah pasukan Romawi. Namun satu-satunya akses untuk menembusnya sudah di jaga oleh rantai yang sangat besar dan memanjang. Sehingga tidak mungkin kapal perang Turki bisa melewatinya. Ini adalah masalah besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditengah situasi yang genting itu, Sultan Muhammad II dengan kecerdasannya menginstruksikan sebuah starategi yang tak terduga, yaitu membawa kapal-kapal perang Turki melewati gunung yang melindungi kota. Perahu berjalan ditas gunung! Malam itu ratusan tentara Turki menarik perahu-perahu melewati gunung. Mereka seakan-akan menjadikan bumi sebagai lautan dan menyeberangkan kapal-kapal perangnya di puncak gunung sebagai ganti gelombang lautan. Pagi harinya, ketika mentari mulai memancarkan sinarnya, pasukan Romawi terbelalak tak percaya melihat kapal-kapal perang Turki sudah berada di dalam tanduk emas. Serangan umumpun dilancarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sultan Muhammad II telah membuktikan kekuatan sebuah optimisme. Optimisme adalah selalu mencari peluang di setiap keterdesakan. Optimisme akan melahirkan ide-ide kreatif. Lihatlah bagaimana ide kreatif Sultan Muhammad muncul ditengah-tengah situasi yang sangat genting. Ide cemerlang itu tak mungkin muncul tanpa adanya optimisme. Membawa perahu perang menyeberangi gunung adalah sebuah strategi yang tidak pernah ada sebelumnya. Yilmaz Oztuna seorang sejarawan bahkan memujinya dengan penuh kekaguman &lt;em&gt;"kami tidak pernah melihat dan mendengar sebelumnya, sesuatu yang sangat luar biasa seperti ini. Muhammad Al-Fatih telah mengubah bumi menjadi lautan dan dia menyeberangkan kapal-kapalnya di puncak-puncak gunung sebagai pengganti gelombang-gelombang lautan. Sungguh kehebatannya jauh melebihi apa yang dilakukan oleh Alexander yang Agung"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para tokoh besar selalu memiliki sikap kebertahanan pada setiap situasi. Ia tak akan terbawa dengan bisikan-bisikan yang melemahkan, ataupun celaan-celaan yang menggoyahkan. Andai Sultan saat itu mendengarkan bisikan menterinya untuk menghentikan serangan, maka perjuangan panjang yang memakan biaya yang sangat besar itupun akan berakhir sia-sia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Optimisme adalah kunci keberhasilan. Lihatlah gerakan Ikhwanul Muslimin yang di dirikan oleh Hasan Albanna di Mesir. Pada saat gerakan ini masih terbilang sangat kecil secara kuantitas, Hasan Albanna justru mengatakan bahwa visi gerakan ini adalah untuk menjadi guru bagi peradaban dunia (ustadziyatul alam). Ini adalah sebuah optimisme yang luar biasa. Dan hari ini optimisme itu membuahkan hasil yang nyata. Ikhwanul Muslimin  menjadi gerakan Islam terbesar dan paling berpengaruh di dunia. Mungkin Hasan Albanna telah lama meninggal, namun optimisme yang dibangunnya semenjak gerakan ini didirikan masih tetap hidup dan menyala di hati generasi penerusnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Optimisme ibarat matahari yang tak pernah lelah memancarkan sinarnya. Mungkin adakalanya sinar itu tertutup oleh mendung, namun ia akan selalu menembus setiap celah yang ada. Sekecil apapun celah itu. Dan matahari itu ada dalam diri kita. Nyalakanlah sinarnya! (sumber: http://fahrihidayat.blogspot.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1904331972066975657-2584650928262089943?l=fahrihidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/feeds/2584650928262089943/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/10/optimisme-dalam-perjuangan.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/2584650928262089943'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/2584650928262089943'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/10/optimisme-dalam-perjuangan.html' title='OPTIMISME DALAM PERJUANGAN'/><author><name>Fahri Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01033734545576722305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNXYHPj3PHI/AAAAAAAAAQU/Z8J1KRXFnbc/S220/Fahri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TLHIK0fbIFI/AAAAAAAAAPE/Qs2Wymimb6M/s72-c/semangat-berjuang-dari-dimulai-dari-diri-kita.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1904331972066975657.post-6817075030159721418</id><published>2010-10-02T22:29:00.000-07:00</published><updated>2010-10-06T04:49:38.278-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>PENDIDIKAN ADALAH SEBUAH PROSES</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TKxiJho2rWI/AAAAAAAAAO8/hsOtrvpTlu0/s1600/DSC00669.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TKxiJho2rWI/AAAAAAAAAO8/hsOtrvpTlu0/s320/DSC00669.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5524898758664826210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Fahri Hidayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang pendidik tentu kita sering di hadapkan dengan masalah kenakalan anak-anak peserta didik. Karakter anak yang tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku di lembaga pendidikan itu merupakan produk dari serangkaian proses yang begitu panjang. Untuk itu para pendidik harus bisa melihatnya dari sudut pandang yang lebih bijaksana.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepribadian adalah sesuatu yang membedakan seseorang dengan orang lain. Ia tidak terbentuk begitu saja. Perlu waktu yang sangat panjang untuk membentuknya. Oleh karena itu, di perlukan sebuah mekanisme latihan tertentu untuk membangun sebuah kepribadian. Salah satu yang sangat mempengaruhi kepribadian manusia, disamping faktor genetik dan lingkungan, adalah paradigma kita tentang kehidupan. Sedangkan paradigma kita terbangun secara bertahap dari informasi-informasi yang kita peroleh.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ketika seorang anak tumbuh di lingkungan yang tidak baik, dimana setiap hari ia mendapatkan perlakuan yang kasar, mendengar kata-kata kotor, dan menyaksikan perilaku-perilaku yang negatif, maka ia akan tumbuh menjadi seseorang dengan kepribadian yang mencerminkan lingkungannya itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali ia tidak pernah merasa bersalah dengan semua yang ia saksikan itu. karena baginya memang seperti itulah kehidupan. Inilah yang di sebut dengan paradigma. Ia bagaikan peta yang membimbing kita untuk berjalan diatasnya. Yang jadi masalah adalah ketika peta itu ternyata tidak benar dan keliru. maka ia akan membimbing kita untuk berjalan diatas rel ketidakbenaran tanpa kita sadari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Untuk itu satu-satunya jawaban logis untuk sebuah perubahan diri adalah sebuah proses. Dalam Islam, kita di perintahkan untuk mengajarkan kepada anak-anak kita sholat pada usia 7 tahun. Kemudian kita di perbolehkan untuk memberikan hukuman, seperti memukulnya jika anak tidak mau melaksanakan shalat pada usia 10 tahun. Artinya ada jenjang waktu antara mengajari dengan memberikan hukuman. Jenjang waktu itulah yang disebut dengan proses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Inti dari tujuan pendidikan adalah adanya perubahan perilaku dari yang belum baik menjadi baik. Maka lembaga pendidikan sebenarnya adalah tempat untuk memproses anak-anak peserta didik dari keadaan yang “belum baik” menjadi baik. Hasil akhir dari proses itu adalah outputnya. Apabila seorang pendidik melihat peserta didiknya yang bermasalah dengan sudut pandang ini, maka akan munculah sebuah kesadaran di dalam dirinya bahwa memang inilah tugas yang harus di pikulnya untuk “memproses” anak yang bersangkutan untuk menjadi lebih baik. Seandainyapun harus menghukum, hukuman itu adalah bagian dari pendidikan, bukan hukuman yang bersumber dari kekesalan pribadi. Jika ada seorang pendidik menghukum peserta didiknya seperti melarangnya mengikuti pelajaran yang dia ampu lantaran sang pendidik kesal dengan anak tersebut, maka sebenarnya sikap seperti ini sudah keluar dari esensi pendidikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; DR Nasih Ulwan, seorang pakar ilmu pendidikan dalam bukunya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tarbiyah Al-Aulad Fil Islam&lt;/span&gt; menawarkan sebuah mekanisme yang sistematis untuk pendidikan karakter ini, yaitu di mulai dengan memberikan keteladanan, kemudian membiasakan, memberikan nasehat-nasehat, mengadakan kontrol / pengawasan, dan terakhir memberikan hukuman. Jadi hukuman adalah tahapan terakhir setelah melewati 4 tahapan sebelumnya.&lt;br /&gt;(Sumber: http://fahrihidayat.blogspot.com)&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1904331972066975657-6817075030159721418?l=fahrihidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/feeds/6817075030159721418/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/10/pendidikan-adalah-sebuah-proses.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/6817075030159721418'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/6817075030159721418'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/10/pendidikan-adalah-sebuah-proses.html' title='PENDIDIKAN ADALAH SEBUAH PROSES'/><author><name>Fahri Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01033734545576722305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNXYHPj3PHI/AAAAAAAAAQU/Z8J1KRXFnbc/S220/Fahri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TKxiJho2rWI/AAAAAAAAAO8/hsOtrvpTlu0/s72-c/DSC00669.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1904331972066975657.post-3317172561650035276</id><published>2010-09-28T05:19:00.000-07:00</published><updated>2011-04-27T08:17:08.547-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Perang Mu`tah: Kemenangan Sebuah Strategi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TKLQG1uZZiI/AAAAAAAAAOE/EWoPVZML4DM/s1600/13urbanc.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 257px;" src="http://1.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TKLQG1uZZiI/AAAAAAAAAOE/EWoPVZML4DM/s320/13urbanc.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522204909029123618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari Rosululloh mengirimkan seorang utusan ke sebuah daerah yang bernama Bushro. Utusan itu adalah Al-Haris bin Umair. Ia di utus untuk mengirimkan sepucuk surat kepada pemimpin wilayah tersebut. Namun, di tengah perjalanan menuju Bushro ia di hadang oleh seorang pemimpin Balqo` yang bernama Syurahbil. Balqo` merupakan sebuah wilayah yang berada dibawah kekuasaan Imperium Romawi. Oleh Syurahbil, Al-Haris dibawa ke hadapan Kaisar dalam keadaan terikat. Kemudian ia dibunuh dengan di penggal lehernya hingga tewas.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabar ini sampai kepada Nabi Muhammad di Madinah. Dalam tradisi perang saat itu, membunuh seorang utusan merupakan kejahatan yang sangat besar. Itu sama dengan mengumumkan perang secara terang-terangan. Atau bahkan lebih dari itu. Untuk itulah Rosululloh segera menghimpun pasukan yang jumlahnya mencapai 3000 personil. Pasukan itu segera di berangkatkan untuk memberikan pelajaran kepada Kekaisaran Romawi yang merupakan imperium terbesar saat itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengiriman pasukan islam untuk menyerang Romawi ini menjadi bahan ledekan banyak pihak. Orang-orang Arab bahkan menganggapnya sebagai sebuah lelucon yang tidak masuk akal. Bagaimana mungkin pasukan kecil yang hanya berjumlah 3000 personil akan di kirim untuk melawan pasukan Romawi yang memiliki wilayah terluas dan tentara yang terlatih dan sangat banyak jumlahnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi pasukan Islam sendiri ini merupakan pengalaman pertama. Jika nantinya benar-benar terjadi perang, maka ini adalah benturan militer pertama antara Islam dengan Romawi sejak kenabian Muhammad. Pasukan Islam yang sedikit jumlahnya itu bahkan sulit membayangkan apa yang akan terjadi di hadapan nanti, ketika mereka benar-benar berhadapan dengan raksasa imperium Romawi dengan tentaranya yang sangat menakutkan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kedua pasukan bertemu di sebuah wilayah yang bernama Mu`tah. Ternyata perimbangan kekuatan sangat tidak seimbang. Pasukan Islam yang berjumlah 3000 itu berhadapan dengan pasukan lawan yang jumlahnya mencapai 200.000 tentara terlatih dengan persenjataannya yang jauh lebih lengkap. Ini berarti satu pasukan Islam harus melawan 100 tentara Romawi!!! Sesaat memang sempat terjadi keraguan dalam internal pasukan Islam. Namun kemudian bara api jihad yang berkecamuk didalam dada mereka menghanguskan semua keraguan itu. Perangpun meletus dengan dahsyat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang menyaksikan perang besar itu. Mereka menantikan hasil akhir dari peristiwa bersejarah ini. Pada saat perang hampir mencapai puncaknya, 3 komandan pasukan yang di tunjuk oleh Nabi gugur di medan perang. Pasukan islam kemudian menunjuk Kholid bin Walid untuk memegang kendali kepemimpinan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang besar masih terus berkecamuk. Kholid bin Walid bersama pasukannya berhasil menghadapi gelombang demi gelombang serangan pasukan musuh. Namun tentara Romawi ternyata terus menggelombang bagaikan ombak di lautan yang ganas. Kholid memikirkan sebuah strategi untuk menumbuhkan rasa takut di hati pasukan Romawi. Ia kemudian merubah posisi pasukan dengan pola baru. Front depan dipindah ke belakang, dan front belakang di geser ke depan. Lalu sayap kiri dialihkan ke sayap kanan, demikian pula sebaliknya. Maka pasukan Romawi mulai cemas, mereka mengira pasukan Islam mendapatkan bantuan pasukan baru. Akhirnya, dengan tetap menjaga posisi pasukan Islam mundur secara perlahan. Pasukan Romawi sudah tidak berfikir untuk mengejar, karena mereka mengira ini adalah siasat untuk menjebak mereka. Perangpun usai dengan kemenangan di tangan kaum muslimin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemenangan yang di raih oleh kaum muslimin ini merupakan kemenangan strategi. Walaupun secara kuantitas jumlah pasukan muslim jauh lebih sedikit, namun mereka tertuntut untuk kreatif memainkan strategi perang. Bahkan mereka berhasil menembus batas-batas ketidakmungkinan. Orang-orang banyak yang mengira pasukan Islam akan dihabiskan hingga tak tersisa dalam perang itu. Namun ternyata korban dari pasukan Islam hanya 12 orang! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang ini terkenal dalam sejarah Islam dengan sebutan perang Mu`tah. Dunia menyaksikan dengan penuh keheranan. Keberanian pasukan Islam yang tak tertandingi itupun membawa hasil. Banyak kabilah yang pada mulanya memusuhi Islam menjadi simpati kepada Islam. Bahkan banyak diantaranya yang kemudian masuk Islam secara berbondong-bondong. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang mu`tah merupakan benturan militer pertama antara pasukan Islam dengan imperium Romawi. Pada tahun-tahun berikutnya, ada banyak sekali perang antara umat Islam dengan Romawi. Bahkan Nabi ketika meninggal dunia masih meninggalkan sebuah pasukan yang disiapkannya untuk menyerang Romawi. Ujungnya adalah penaklukan Constantinopel oleh kaum muslimin pada pertengahan abad ke 15 Masehi. (sumber: http://fahrihidayat.blogspot.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1904331972066975657-3317172561650035276?l=fahrihidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/feeds/3317172561650035276/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/09/perang-mutah-kemenangan-sebuah-strategi.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/3317172561650035276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/3317172561650035276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/09/perang-mutah-kemenangan-sebuah-strategi.html' title='Perang Mu`tah: Kemenangan Sebuah Strategi'/><author><name>Fahri Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01033734545576722305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNXYHPj3PHI/AAAAAAAAAQU/Z8J1KRXFnbc/S220/Fahri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TKLQG1uZZiI/AAAAAAAAAOE/EWoPVZML4DM/s72-c/13urbanc.gif' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1904331972066975657.post-9119637809891172925</id><published>2010-09-16T21:19:00.000-07:00</published><updated>2010-09-16T22:56:38.863-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>SELAMAT TINGGAL KEGAGALAN!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TJMC0G9FwlI/AAAAAAAAAN0/C2BKQKb6qO8/s1600/beasiswa.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 239px;" src="http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TJMC0G9FwlI/AAAAAAAAAN0/C2BKQKb6qO8/s320/beasiswa.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5517757062702285394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Fahri Hidayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang anak kecil yang sedang belajar mengendarai sepeda mini. Ia berangkat dari sebuah keinginan, yaitu untuk bisa bersepeda santai seperti teman-teman sebayanya. Itulah yang membuatnya memutuskan untuk mulai belajar. Namun, pada saat ia mulai mencoba, ia terjatuh sehingga kakinya terluka. Sang anakpun menangis karenanya. Apakah ini berarti sang anak gagal meraih impiannya untuk dapat mengendarai sepeda?&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya adalah tergantung bagaimana sang anak menyikapi kejadian tersebut. Jika setelah terjatuh ia masih terus gigih untuk mencoba, dan mungkin terjatuh lagi, lalu ia bangkit lagi dan terus mencoba, maka ini berarti kegagalannya dalam mencoba adalah bagian dari proses belajarnya. Hingga akhirnya iapun akan mulai terbiasa dan benar-benar bisa mengendarai sepeda dengan baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jika setelah terjatuh itu sang anak lantas tidak mau lagi mencoba, karena alasan apapun itu, maka kegagalannya dalam mencoba itu merupakan hasil akhir. Dan ia mungkin tak akan pernah terjatuh lagi karena mencoba mengendarai sepeda, namun ia juga tak akan pernah bisa mengendarai sepeda untuk selamanya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang yang saat ini berada pada puncak kesuksesannya adalah orang yang paling sering mengalami kegagalan. Masalah terbesar yang membatasi antara kita dengan kesuksesan sebenarnya bukan terletak pada kegagalan. Namun justru terletak pada bagaimana kita menyikapi kegagalan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan jika kita lihat sebagai hasil akhir, maka ia benar-benar akan menjadi sebuah kegagalan yang sempurna. Lain lagi kisahnya jika kita melihatnya sebagai bagian dari proses, maka ia bukan merupakan akhir dari sebuah episode, namun masih ada lagi kisah yang mungkin lebih baik setelah melewati kegagalan itu. Kuncinya adalah bagaimana kita menyikapinya. Jika kita kemudian berpusus asa dan tidak lagi melanjutkan apa yang telah kita usahakan, itu artinya kita telah melarikan diri dari lingkaran masalah. Ya, kita mungkin tidak akan mendapatkan kegagalan yang serupa, namun kita juga tidak akan mungkin mendapatkan apa yang kita perjuangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alloh tidak pernah berjanji pada hambanya untuk melepaskannya dari masalah. Namun, Alloh berjanji untuk membantu hambanya supaya dapat keluar dari masalahnya dengan baik. Karena masalah adalah sarana yang akan membuat kita belajar. Kegagalan adalah bagian dari masalah. Maka lihatlah ia sebagai proses dari sebuah episode kehidupan yang penuh liku ini. Dengan demikian, kita akan selalu berfikir untuk mencari cara untuk bangkit kembali ketika kita sedang mengalami kegagalan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ingatlah, satu-satunya alasan mengapa orang tidak pernah terjatuh adalah karena ia tak pernah berani untuk berlari. Mencoba kemudian salah, itu jauh lebih baik dari pada tidak pernah salah karena memang tidak pernah mencoba. Kegagalan bukan akhir dari sebuah cerita, namun batu loncatan yang membuat kita berinstrospeksi dan melangkah kembali dengan lebih baik. Selamat tinggal kegagalan! (http://fahrihidayat.blogspot.com)&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1904331972066975657-9119637809891172925?l=fahrihidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/feeds/9119637809891172925/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/09/selamat-tinggal-kegagalan.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/9119637809891172925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/9119637809891172925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/09/selamat-tinggal-kegagalan.html' title='SELAMAT TINGGAL KEGAGALAN!'/><author><name>Fahri Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01033734545576722305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNXYHPj3PHI/AAAAAAAAAQU/Z8J1KRXFnbc/S220/Fahri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TJMC0G9FwlI/AAAAAAAAAN0/C2BKQKb6qO8/s72-c/beasiswa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1904331972066975657.post-5062606508939985597</id><published>2010-08-28T22:49:00.000-07:00</published><updated>2010-08-28T23:03:50.606-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dialog Peradaban'/><title type='text'>PERADABAN UNGGUL BANGSA JAHILIYAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/THn4Mcq823I/AAAAAAAAAMM/FLU9q04NHwM/s1600/fran100.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 297px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/THn4Mcq823I/AAAAAAAAAMM/FLU9q04NHwM/s320/fran100.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5510708511802973042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Fahri Hidayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata jahiliyah secara etimologis sering di terjemahkan dengan kebodohan. Ini memang terjemahan yang benar. Namun, kita sering terjebak dengan  istilah ini. Ketika sebuah masyarakat di sifati dengan sifat jahiliyah, fikiran kita sesaat setelah mendengarnya biasanya terbayang tentang sebuah bangsa yang penduduknya dungu, bodoh, kuno, terbelakang, lingkungannya kumuh, dan peradabannya rendah. Benarkah pemahaman seperti ini?&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Arab sebelum datangnya Islam memang disebut sebagai masyarakat jahiliyah. Namun, ternyata mereka bukan masyarakat yang bodoh dan dungu secara intelektual. Buktinya, mereka pada masa itu memiliki kepandaian dalam merangkai puisi dan syair syair yang sangat indah. Banyak diantara mereka yang menjadi pujangga ternama, sastrawan besar, dan penyair yang cendekia. Bahkan mereka sangat menjunjung tinggi sastra. Para penyair dan pujangga memiliki kedudukan yang tinggi di tengah masyarakat Arab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini mengisyaratkan kepada kita, bahwa jahiliyah bukan berarti kebodohan secara intelektual. Namun lebih mengarah kepada kebobrokan moral dan akidah. Masyarakat Arab pada masa itu adalah para penyembah berhala, suka memerangi satu sama lain, dan bahkan memiliki budaya membunuh setiap bayi perempuan, karena memiliki anak perempuan pada saat itu dianggap sebagai sesuatu yang memalukan. Inilah yang membuat mereka disebut sebagai masyarakat jahiliyah. Kemudian islam datang dengan membawa kedamaian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam Al quran, ketika Alloh menyifati sebuah kaum dengan sifat jahiliyah, ternyata banyak diantaranya adalah masyarakat yang berperadaban  maju. Sejarah tentang kaum kaum Ad dan kaum Tsamud membuktikan hal ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Tsamud adalah kaum yang hidup pada masa Nabi Shalih. Menurut taksiran sejarah mereka hidup pada tahun 2100 SM. Mereka memiliki lokasi tempat tinggal yang strategis karena berada pada jalur perniagaan. Kaum Tsamud di kenal dengan kepandaiannya memahat pegunungan dan mengukirnya dengan indah serta menjadikannya sebagai rumah tempat tinggal mereka. Mereka membangun istana istana indah dengan arsitektur dan seni rupa yang luar biasa. Peradaban mereka terbilang sangat unggul untuk ukuran pada zaman itu. Namun mereka menolak kebenaran yang dibawa oleh Nabi Shalih. Mereka mendustakannya. Dan Alloh pun menyifati mereka dengan label jahiliyah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, jahiliyah tidak hanya di batasi oleh zaman, tempat, atau komunitas bangsa tertentu. Jahiliyah adalah persepsi dan pola sikap. Kapanpun dan dimanapun ketika ada pola pola jahiliyah seperti kebobrokan moral, penyelewengan akidah, ataupun penistaan terhadap agama, maka itulah jahiliyah. Walaupun memiliki peradaban yang maju dan kecanggihan teknologi yang unggul, namun jika pola pola jahiliyah tersebut ada pada masyarakat itu, maka itulah masyarakat jahiliyah. (sumber: http://fahrihidayat.blogspot.com) &lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1904331972066975657-5062606508939985597?l=fahrihidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/feeds/5062606508939985597/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/08/peradaban-unggul-bangsa-jahiliyah.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/5062606508939985597'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/5062606508939985597'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/08/peradaban-unggul-bangsa-jahiliyah.html' title='PERADABAN UNGGUL BANGSA JAHILIYAH'/><author><name>Fahri Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01033734545576722305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNXYHPj3PHI/AAAAAAAAAQU/Z8J1KRXFnbc/S220/Fahri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/THn4Mcq823I/AAAAAAAAAMM/FLU9q04NHwM/s72-c/fran100.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1904331972066975657.post-3951664160612189951</id><published>2010-08-23T20:29:00.000-07:00</published><updated>2010-09-25T19:30:33.092-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>MENJADI GURU INSPIRATIF</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/THNAgy9wcRI/AAAAAAAAAL8/jU-eC-lewoY/s1600/DSC00166.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/THNAgy9wcRI/AAAAAAAAAL8/jU-eC-lewoY/s320/DSC00166.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508817701385040146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Fahri Hidayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran Guru sebagai seorang pendidik selalu di lekatkan dengan perubahan dan pembangunan sebuah masyarakat dan Negara. Bagaimana wajah sebuah masyarakat di bangun, semua itu tergantung pada seperti apa para guru mengukirnya. Maka guru hendaknya memposisikan diri sebagai seorang pendidik, bukan hanya sebagai seorang pengajar. Karena fungsi guru sebagai arsitek peradaban terlalu kecil  jika di fahami hanya sebagai pengajar yang sebatas mentransfer ilmu saja. Guru harus mampu menjadi seorang pendidik yang selain melakukan transfer ilmu, juga membimbing anak didik supaya memiliki kepribadian yang baik. Inti dari tujuan pendidikan adalah adanya perubahan perilaku.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang pendidik, guru harus memiliki karakter inspiratif. Artinya, semua perkataan ataupun  kepribadian  guru harus mampu mendorong siswa untuk melakukan hal-hal yang positif. Berikut ini adalah beberapa tips untuk para guru supaya memiliki pengaruh inspiratif bagi anak anak didiknya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Memberikan keteladanan. Yaitu bagaimana seorang guru selalu mencontohkan setiap apa yang diajarkan kepada anak didiknya. Ketika guru menyuruh anak-anak untuk rajin belajar, maka ia juga harus mampu memberikan contoh tersebut. Bayangkan apabila seorang guru selalu memperlihatkan diri ketika sedang belajar di depan anak-anak didiknya. Hingga ketika anak-anak ditanya “dimana pak guru?” mereka lantas menjawab “pak guru sedang belajar..”. Hal ini tentu akan memberikan motivasi yang sangat kuat pada diri siswa untuk selalu belajar. Karena mereka selalu melihat dengan jelas pak gurunya yang sedang belajar. Bahkan bisa jadi di alam bawah sadar mereka selalu terbayang tentang pak gurunya yang sedang belajar.  Dengan keteladanan tersebut, anak-anak akan lebih mudah untuk melaksanakan apa yang di perintahkan oleh guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Membiasakan anak dengan hal-hal yang baik. untuk membentuk karakter anak yang matang dan dewasa, guru harus membiasakan anak untuk melakukan hal hal yang baik. misalnya, seorang anak putri yang sejak kecil di biasakan memakai busana muslimah yang panjang dan tertutup, maka pada akhirnya akan muncul kesadaran pada dirinya untuk selalu memakai busana yang panjnag dan tertutup sebagaimana yang di biasakan sejak kecil. Pada awalnya kita memang membentuk sebuah kebiasaan. Namun pada akhirnya, kebisaan itulah yang akan membentuk kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Memberikan pujian terhadap kesuksesan anak didik. Kesuksesan disini sangatlah beragam. Tidak dapat diukur dengan parameter yang sama. Seorang anak yang selalu mendapatkan nilai matematika kurang dari angka 3, kemudian pada suatu waktu berhasil meraih angka 4, itu adalah sebuah kesuksesan. Walaupun sebenarnya angka 4 bukanlah angka yang cukup baik.  Maka seorang guru hendaknya memerikan pujian untuknya. Pujian sederhana dari seorang guru terbukti mampu membangkitkan semangat anak untuk terus mengembangkan dirinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Menegur  jika anak melakukan kesalahan. Dalam Islam, jika anak sudah mencapai usia 7 tahun maka ia sudah harus dibiasakan untuk melaksanakan sholat. jika sudah sampai usia 10 tahun, maka orang tua boleh menghukum anaknya jika tidak melaksanakan sholat. Artinya, ada rentang waktu dari pembiasaan hingga ke hukuman.  Hukuman disini tentu bukan pukulan yang menimbulkan efek sakit secara fisik. Namun lebih bersifat edukatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat hal diatas adalah sebagian kecil dari banyak hal yang bisa dilakukan seorang guru untuk mendidik anak anak. Guru inspiratif adalah guru yang selalu menginspirasi anak didiknya untuk mengembangkan dirinya dan melejitkan potensi dirinya.&lt;br /&gt;(sumber: http://fahrihidayat.blogspot.com)&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1904331972066975657-3951664160612189951?l=fahrihidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/feeds/3951664160612189951/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/08/menjadi-guru-inspiratif.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/3951664160612189951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/3951664160612189951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/08/menjadi-guru-inspiratif.html' title='MENJADI GURU INSPIRATIF'/><author><name>Fahri Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01033734545576722305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNXYHPj3PHI/AAAAAAAAAQU/Z8J1KRXFnbc/S220/Fahri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/THNAgy9wcRI/AAAAAAAAAL8/jU-eC-lewoY/s72-c/DSC00166.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1904331972066975657.post-229554387671839164</id><published>2010-08-17T18:05:00.000-07:00</published><updated>2010-08-17T18:19:49.897-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gelora'/><title type='text'>PEMUDA DAN KOBARAN SEMANGAT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TGs0tx9d14I/AAAAAAAAALs/9MApOa_foqU/s1600/merah-putih-di-puncak.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 318px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TGs0tx9d14I/AAAAAAAAALs/9MApOa_foqU/s320/merah-putih-di-puncak.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506552930500466562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Fahri Hidayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita mendengar kata pemuda, maka yang terlintas dalam fikiran kita sesaat setelah mendengarnya adalah sosok pribadi bertubuh segar, berwajah bersih, tatapan matanya menunjukkan rasa optimisnya yang tinggi, semangat, idealis, dan inovatif. Pemuda memang selalu di identikan dengan semangat dan perjuangan. karena pemuda selalu berada pada barisan terdepan di setiap momentum perjuangan yang ada. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya sejarah memang sudah terlanjur mempercayakan kepada pemuda untuk mengendalikan dunia. Jika kita menyelami lembaran-lembaran sejarah, kita akan mendapati peran pemuda pada setiap gerakan pembaharuan yang ada. Sultan Muhammad II berhasil merealisasikan janji Nabi untuk menaklukan Constantinopel pada saat ia berusia 24 tahun. Nabi Musa memimpin gerakan exsodus pada saat usianya sekitar 24 tahun. Bahkan Nabi Muhammad pernah menunjuk Usamah, seorang pemuda yang baru berusia 18 tahun untuk menjadi komandan perang melawan Romawi. Padahal diantara yang menjadi pasukannya adalah para sahabat Nabi yang jauh lebih senior. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda harus memandang dunia dengan penuh rasa optimis. Optimis adalah selalu mencari peluang di dalam keterbatasan. Presiden Indonesia yang pertama, Ir. Soekarno bahkan pernah berkata : “berikan aku sepuluh pemuda, maka aku akan mengguncangkan dunia!”. Ini adalah sebuah ungkapan yang menunjukan bahwa pemuda memiliki potensi yang besar untuk melakukan hal-hal besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat pemuda terkadang memang berapi api. Tak jarang pula semangat itu jauh melebihi kapasitas dirinya yang terbatas. Namun sering juga terjadi, semangat itu hanya sebatas semangat. Tidak ada langkah kongkrit untuk merealisasikan semangat itu. Hal ini mungkin disebabkan karena tidak bisa menentukan langkah apa yang seharusnya kita kerjakan untuk memulai. Disinilah ilmu pengetahuan menemukan urgensinya. Maka, pemuda harus selalu memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan dan berwawasan luas. Pemuda tanpa ilmu tidak akan pernah diakui eksistensinya dii masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena semangatnya yang membara , pemuda sering gegabah dalam mengambil sebuah langkah. Maka semangat dan idealisme pemuda ini harus di sinergikan dengan kebijaksanaan orang tua. Dalam hal ini, orang tua memiliki nilai lebih dalam hal ilmu dan pengalaman hidup. Sehingga dalam memutuskan sebuah perkara orang tua cenderung mempertimbangkan dari banyak sudut.  Dengan sinergi yang baik antara pemuda dan orang tua, maka akan menghasilkan hasil akhir yang lebih optimal. Para pemuda yang tercatat kebesarannya dalam sejarah pasti memiliki orang tua yang selalu mengarahkan dan membimbingnya. Orang tua itu bisa jadi seorang guru, atau orang tua kandungnya sendiri. Itulah yang disebut dalam pepatah “hammatus syabab wa hikmatus suyukh”, semangat pemuda dan kebijaksanaan orang tua. (Sumber: http://fahrihidayat.blogspot.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1904331972066975657-229554387671839164?l=fahrihidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/feeds/229554387671839164/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/08/pemuda-dan-kobaran-semangat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/229554387671839164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/229554387671839164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/08/pemuda-dan-kobaran-semangat.html' title='PEMUDA DAN KOBARAN SEMANGAT'/><author><name>Fahri Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01033734545576722305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNXYHPj3PHI/AAAAAAAAAQU/Z8J1KRXFnbc/S220/Fahri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TGs0tx9d14I/AAAAAAAAALs/9MApOa_foqU/s72-c/merah-putih-di-puncak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1904331972066975657.post-2365438912970593987</id><published>2010-08-14T19:21:00.001-07:00</published><updated>2011-04-27T02:01:00.114-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Di Ambang Gerbang Konstantinopel</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TGdQTRGwYdI/AAAAAAAAALk/GzSEhwMe3HI/s1600/fall_of_constantinople.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TGdQTRGwYdI/AAAAAAAAALk/GzSEhwMe3HI/s320/fall_of_constantinople.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5505457361423196626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Fahri Hidayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu penduduk kota Constantinopel di landa ketakutan yang luar biasa. Aktifitas sehari-hari warga kota yang menjadi ibu kota imperium Romawi Timur itu, meski terbilang masih normal, namun selalu di hantui oleh perasaan waswas yang mencekam. Bahkan di gambarkan bahwa ketika mereka mendengar sedikit saja suara yang dianggap mencurigakan, mereka lantas berlari dan berteriak “itu pasukan Turki telah datang…!”&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Constantinopel memang berbatasan langsung dengan wilayah Khilafah Turki Usmani. Saat itu Sultan Turki Usmani, Bayazid I bersama ratusan ribu tentaranya mengepung benteng constantinopel dengan sangat rapi. Ia berhasil memberikan tekanan yang dahsyat kepada Kaisar dan para pembesar Istana Bizantium untuk segera takluk dan menyerahkan kota yang di janjikan Nabi itu kepada Bayazid dan kaum muslimin. Ia bersama bala tentaranya sudah berada di ambang kemenangan. Constantinopel sudah hampir takluk di bawah kilatan pedangnya. Kaisar Romawi Timur bahkan sudah sampai menerima tuntutan sultan untuk membentuk mahkamah islam, membangun masjid, dan membangun tujuh ratus rumah untuk warga muslim di dalam kota. Namun Sultan tidak puas untuk hanya sampai disitu. Ia tetap berambisi untuk menjadikan constantinopel bagian dari wilayah islam seutuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada detik-detik kemenangan itu, tiba-tiba kejadian yang tak terduga terjadi. Penguasa Islam di Samarkand, Timurlenk bersama delapan ratus ribu tentaranya menyerang wilayah Turki Usmani di tengah pengepungan Sultan terhadap constantinopel. Kondisi ini memaksa Sultan dan pasukannya untuk mengalihkan serangannya demi menghadang musuh yang tiba-tiba muncul dari belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Timurlenk adalah Raja Islam keturunan Tartar yang berkuasa di Samarkand. Walaupun muslim, namun ia terkenal dengan kekejamannya pada saat berperang. Ketika berhasil mengalahkan musuhnya, ia biasa menumpuk tengkorak-tengkorak musuh menjadi sebuah piramida. Ia menguasai wilayah yang sangat luas. Ambisinya adalah menjadi Raja di dunia. Ini tercermin dari motto yang selalu di ucapkannya berulang-ulang “jika di langit hanya ada satu Tuhan, maka di bumi harus ada satu raja”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Timurlenk dan Bayazid, keduanya sama-sama memiliki ambisi kuat untuk memperluas wilayah kekuasaannya. Sempat terjadi surat menyurat yang sangat panas antara keduanya. Hingga akhirnya meletuslah perang yang sangat besar di Ankara pada tahun 1402 M. Perimbangan kekuatan antara keduanya tidak seimbang. Bayazid hanya membawa seratus dua puluh ribu tentara, sedangkan Timurlenk membawa delapan ratus ribu tentara. Situasi di perparah dengan banyaknya tentara Bayazid yang justru berpaling dan bergabung kedalam barisan Timurlenk. Praktis, Bayazid menderita kekalahan. Ia di tawan dan tewas di tengah perjalanan dalam kondisi yang mengenaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak yang paling di untungkan dari peristiwa ini adalah Bizantium dan Kerajaan-kerajaan Kristen di Eropa. Mereka bertepuktangan gembira menyaksikan dua Raja Islam yang saling memerangi satu sama lain. Raja-raja inggris, Prancis, dan Kaisar Bizantium sendiri segera mengucapkan selamat atas kemenangan yang di raih oleh Timurlenk. Bagi mereka Khilafah Turki Usmani adalah sebuah ancaman yang paling serius. Dengan kekalahan Bayazid di Ankara ini, situasi internal Turki Usmani menjadi kacau balau. Karena salah satu faktor yang mempengaruhi Timurlenk untuk menyerang Turki Usmani adalah karena adanya provokasi dari pihak Raja-raja Eropa yang khawatir terhadap kebesaran Turki Usmani di Eropa. Merekalah yang sebenarnya memiliki kepentingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai bukan karena serangan Timurlenk yang tiba tiba itu, dapat dipastikan bahwa Bayazid akan dapat menaklukan Constantinopel. Namun ternyata takdir berkata lain. Andai umat islam saat itu  bersatu dalam satu barisan, mungkin daratan Eropa sudah habis di sapu bersih oleh kaum muslimin. Kisah sejarah diatas hendaknya kita jadikan sebagai sebuah pelajaran. Perpecahan hanya akan melemahkan umat islam dan menguntungkan pihak lawan. Mari bersatu membangun negeri dan menjayakan Islam di muka bumi ini! &lt;br /&gt;(sumber:  http://fahrihidayat.blogspot.com) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1904331972066975657-2365438912970593987?l=fahrihidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/feeds/2365438912970593987/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/08/di-ambang-gerbang-constantinopel.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/2365438912970593987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/2365438912970593987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/08/di-ambang-gerbang-constantinopel.html' title='Di Ambang Gerbang Konstantinopel'/><author><name>Fahri Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01033734545576722305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNXYHPj3PHI/AAAAAAAAAQU/Z8J1KRXFnbc/S220/Fahri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TGdQTRGwYdI/AAAAAAAAALk/GzSEhwMe3HI/s72-c/fall_of_constantinople.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1904331972066975657.post-767963729748854607</id><published>2010-08-14T19:17:00.000-07:00</published><updated>2010-11-21T10:44:40.686-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Di Ambang Gerbang Constantinopel</title><content type='html'>Oleh: Fahri Hidayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu penduduk kota Constantinopel di landa ketakutan yang luar biasa. Aktifitas sehari-hari warga kota yang menjadi ibu kota imperium Romawi Timur itu, meski terbilang masih normal, namun selalu di hantui oleh perasaan waswas yang mencekam. Bahkan di gambarkan bahwa ketika mereka mendengar sedikit saja suara yang dianggap mencurigakan, mereka lantas berlari dan berteriak “itu pasukan Turki telah datang…!”&lt;br /&gt;Constantinopel memang berbatasan langsung dengan wilayah Khilafah Turki Usmani. Saat itu Sultan Turki Usmani, Bayazid I bersama ratusan ribu tentaranya mengepung benteng constantinopel dengan sangat rapi. Ia berhasil memberikan tekanan yang dahsyat kepada Kaisar dan para pembesar Istana Bizantium untuk segera takluk dan menyerahkan kota yang di janjikan Nabi itu kepada Bayazid dan kaum muslimin. Ia bersama bala tentaranya sudah berada di ambang kemenangan. Constantinopel sudah hampir takluk di bawah kilatan pedangnya. Kaisar Romawi Timur bahkan sudah sampai menerima tuntutan sultan untuk membentuk mahkamah islam, membangun masjid, dan membangun tujuh ratus rumah untuk warga muslim di dalam kota. Namun Sultan tidak puas untuk hanya sampai disitu. Ia tetap berambisi untuk menjadikan constantinopel bagian dari wilayah islam seutuhnya.&lt;br /&gt;Pada detik-detik kemenangan itu, tiba-tiba kejadian yang tak terduga terjadi. Penguasa Islam di Samarkand, Timurlenk bersama delapan ratus ribu tentaranya menyerang wilayah Turki Usmani di tengah pengepungan Sultan terhadap constantinopel. Kondisi ini memaksa Sultan dan pasukannya untuk mengalihkan serangannya demi menghadang musuh yang tiba-tiba muncul dari belakang.&lt;br /&gt;Timurlenk adalah Raja Islam keturunan Tartar yang berkuasa di Samarkand. Walaupun muslim, namun ia terkenal dengan kekejamannya pada saat berperang. Ketika berhasil mengalahkan musuhnya, ia biasa menumpuk tengkorak-tengkorak musuh menjadi sebuah piramida. Ia menguasai wilayah yang sangat luas. Ambisinya adalah menjadi Raja di dunia. Ini tercermin dari motto yang selalu di ucapkannya berulangulang “jika di langit hanya ada satu Tuhan, maka di bumi harus ada satu raja”&lt;br /&gt;Timurlenk dan Bayazid, keduanya sama-sama memiliki ambisi kuat untuk memperluas wilayah kekuasaannya. Sempat terjadi surat menyurat yang sangat panas antara keduanya. Hingga akhirnya meletuslah perang yang sangat besar di Ankara pada tahun 1402 M. Perimbangan kekuatan antara keduanya tidak seimbang. Bayazid hanya membawa seratus dua puluh ribu tentara, sedangkan Timurlenk membawa delapan ratus ribu tentara. Situasi di perparah dengan banyaknya tentara Bayazid yang justru berpaling dan bergabung kedalam barisan Timurlenk. Praktis, Bayazid menderita kekalahan. Ia di tawan dan tewas di tengah perjalanan dalam kondisi yang mengenaskan.&lt;br /&gt;Pihak yang paling di untungkan dari peristiwa ini adalah Bizantium dan Kerajaan-kerajaan Kristen di Eropa. Mereka bertepuktangan gembira menyaksikan dua Raja Islam yang saling memerangi satu sama lain. Raja-raja inggris, Prancis, dan Kaisar Bizantium sendiri segera mengucapkan selamat atas kemenangan yang di raih oleh Timurlenk. Bagi mereka Khilafah Turki Usmani adalah sebuah ancaman yang paling serius. Dengan kekalahan Bayazid di Ankara ini, situasi internal Turki Usmani menjadi kacau balau. Karena salah satu faktor yang mempengaruhi Timurlenk untuk menyerang Turki Usmani adalah karena adanya provokasi dari pihak Raja-raja Eropa yang khawatir terhadap kebesaran Turki Usmani di Eropa. Merekalah yang sebenarnya memiliki kepentingan.&lt;br /&gt;Andai bukan karena serangan Timurlenk yang tiba tiba itu, dapat dipastikan bahwa Bayazid akan dapat menaklukan Constantinopel. Namun ternyata takdir berkata lain. Andai umat islam saat itu umat islam bersatu dalam satu barisan. Mungkin daratan Eropa sudah habis di taklukan oleh kaum muslimin. Kisah sejarah diatas hendajnya kita jadikan sebagai sebuah pelajaran. Perpecahan hanya akan melemahkan umat islam dan menguntungkan pihak lawan. Mari bersatu membangun negeri dan menjayakan Islam di muka bumi ini! &lt;br /&gt;(sumber:  http://fahrihidayat.blogspot.com) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1904331972066975657-767963729748854607?l=fahrihidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/feeds/767963729748854607/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/08/di-ambang-gerbang-constantinopel_14.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/767963729748854607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/767963729748854607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/08/di-ambang-gerbang-constantinopel_14.html' title='Di Ambang Gerbang Constantinopel'/><author><name>Fahri Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01033734545576722305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNXYHPj3PHI/AAAAAAAAAQU/Z8J1KRXFnbc/S220/Fahri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1904331972066975657.post-6355643287595659439</id><published>2010-08-03T23:24:00.000-07:00</published><updated>2010-08-03T23:32:21.250-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oase Iman'/><title type='text'>MENUAI PAHALA MALAM 1000 BULAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TFkJcGvoJ3I/AAAAAAAAALM/LoNJQKvxHk8/s1600/galaksi3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 287px; height: 212px;" src="http://4.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TFkJcGvoJ3I/AAAAAAAAALM/LoNJQKvxHk8/s320/galaksi3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5501438798261135218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Fahri Hidayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia yang hidup pada zaman para Nabi yang terdahulu memiliki usia yang sangat panjang. Jauh lebih panjang dari usia rata-rata manusia pada zaman ini. Usia mereka bisa mencapai ratusan, bahkan ribuan tahun. Sedangkan usia Nabi Muhammad dan generasi yang sezaman ataupun setelahnya hanya berkisar antara 60 tahunan. Bahkan pada zaman ini orang yang masih hidup pada usia diatas 80 tahun sudah dianggap sebagai “manusia langka”. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara logika, ketika seorang bertambah panjang usianya maka ia memiliki kesempatan untuk beribadah lebih lama. Artinya, semakin panjang usia manusia semakin banyak pula peluang untuk menuai pahala. Orang yang berusia 1000 tahun memiliki peluang jauh lebih besar untuk “mengumpulkan” pahala di bandingkan dengan orang yang berusia 60 tahun. Itu jika kita menggunakan kerangka berfikir matematis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Alloh yang maha Adil memberikan sebuah keistimewaan untuk umat Nabi Muhammad yang usianya tidak sepanjang umat-umat pada zaman dahulu. Yaitu dengan menurunkan lailatul qodar (malam kemuliaan) pada satu malam di bulan Ramadhan. Dalam Al-qur`an di sebutkan bahwa malam lailatul qodar lebih baik dari pada 1000 bulan. Artinya, nilai pahala setiap ibadah kita pada malam itu di hitung 1000 kali lipat dari pada hari-hari biasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1000 bulan berarti 83 tahun. Jika seumur hidup kita bisa mendapatkan 10 kali malam lailatul qodar, itu artinya kita sudah mengumpulkan pahala setara dengan 830 tahun! Sama dengan rata-rata usia orang zaman dahulu. Inilah karunia Alloh yang di khususkan untuk umat Nabi Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kapan malam lailatul qodar itu datang? Yang jelas malam lailatul qodar ada pada bulan romadhon. Tidak ada riwayat yang sohih dan sorih menyebutkan hari dan tanggalnya secara pasti. Yang pasti adalah ia berada pada bulan Ramadhan. Sebagian ulama berpendapat secara lebih khusus bahwa ia ada pada 10 hari terakhir. Itulah mengapa pada 10 hari terakhir bulan ramadhan sering di adakan i`tikaf di masjid-masjid. Hikmah dari tidak disebutkannya secara jelas kapan lailatul qodar itu adalah supaya kita tetap menjaga kualitas ibadah kita kapanpun dan dimanapun. Semoga kita dapat menuai malam 1000 bulan dan meraih predikat taqwa setelah melalui bulan Ramadhan. AMin. Wallohu A`lam bis shawab. (sumber: http://fahrihidayat.blogspot.com) &lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1904331972066975657-6355643287595659439?l=fahrihidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/feeds/6355643287595659439/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/08/menuai-pahala-malam-1000-bulan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/6355643287595659439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/6355643287595659439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/08/menuai-pahala-malam-1000-bulan.html' title='MENUAI PAHALA MALAM 1000 BULAN'/><author><name>Fahri Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01033734545576722305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNXYHPj3PHI/AAAAAAAAAQU/Z8J1KRXFnbc/S220/Fahri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TFkJcGvoJ3I/AAAAAAAAALM/LoNJQKvxHk8/s72-c/galaksi3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1904331972066975657.post-1329770017960430951</id><published>2010-07-26T03:07:00.000-07:00</published><updated>2010-07-26T03:14:22.326-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>DIALOG ANTARA HATI DAN AKAL</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TE1flmkPO6I/AAAAAAAAAK8/xyVnT59OaLQ/s1600/hati-yang-berbungajpg.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 285px; height: 237px;" src="http://1.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TE1flmkPO6I/AAAAAAAAAK8/xyVnT59OaLQ/s320/hati-yang-berbungajpg.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498155819701582754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Fahri Hidayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap manusia pasti memiliki semacam indra pendeteksi didalam dirinya yang menggerakkan akalnya untuk kemudian menyimpulkan “ini benar, dan itu salah” atau “itu kurang sesuai, akan lebih baik jika seperti ini” dan kesimpulan-kesimpulan lain semacamnya. Itulah suara hati.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam, kita dianjurkan untuk tidak berfikir dengan menggunakan akal saja. Namun juga berfikir dengan hati. Akal manusia cenderung lebih dapat mencerna hal-hal yang sifatnya kongkrit dan dapat diproses secara logis. Padahal hati bahkan bisa mendeteksi secara lebih dalam tentang hal-hal yang abstrak. Itulah yang disebut dengan keyakinan. Keyakinan tidak selalu dapat di terima oleh logika, namun ia benar-benar ada dan dapat dirasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Nabi Muhammad tidak boleh di gambar? Hikmah dari ketidakbolehan menggambar Nabi adalah supaya kita memulai dengan sebuah rasa, dengan sebuah keyakinan. Kita tidak pernah tau secara kongkrit bentuk fisik Nabi, namun kita hanya tau ciri-cirinya sebagaimana dijelaskan dalam beberapa Hadist. Disinilah hati memainkan peranannya untuk berfikir. Berfikir secara lebih mendalam yang pada akhirnya memunculkan sebuah keyakinan. Dan keyakinan akan memunculkan sebuah emosi positif. &lt;br /&gt;Hati nurani yang jernih akan memberikan sebuah firasat yang jernih pula. Firasat adalah sebuah isyarat yang sangat cepat dalam hati. Tidak dipaksa dan muncul dengan sendirinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hakekatnya suara hati nurani semua manusia adalah sama. Nurani manusia akan selalu mengirimkan sinyal-sinyal kebaikan untuk kemudian diproses oleh akal kita. Itulah yang oleh Ary Ginanjar Agustian disebut sebagai “anggukan universal”. Karena suara hati manusia semuanya sama-sama memancarkan sinyal kebaikan. Sebagaimana yang telah Alloh firmankan dalam Al-Qur`an yang berarti “sesungguhnya hati itu tidak akan berbohong apabila menilai sesuatu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, semua bentuk keburukan pasti akan di tolak oleh hati nurani. Setiap orang pasti akan merasa tidak nyaman apabila melihat sampah di tengah-tengah taman yang hijau dan indah. Itulah anggukan universal. Hanya saja ada belenggu-belenggu tertentu yang membuat manusia tidak bijaksana dalam mengambil keputusan. Diantara belenggu-belenggu yang berpotensi mengganggu sinyal hati nurani adalah kepentingan.&lt;br /&gt;Pada hari sabtu tanggal 12 Agustus 2000 sebuah musibah terjadi. Kapal selam nuklir Rusia kandas di dasar laut Barents pada kedalaman 119 M dibawah permukaaan air laut. Presiden Rusia saat itu telah mendengar insiden tersebut. Namun ia tidak segera mengambil inisiatif untuk meminta bantuan internasional untuk mengatasi masalah tersebut. Mengapa? Karena menurutnya ini akan merusak citra Rusia di mata dunia. Ia tidak segera mengambil inisiatif karena alasan “kerahasiaaan strategis”. Akhirnya semua yang ada dalam kapal selam itu tewas. Ini adalah sebuah kisah yang sangat tragis. Presiden Rusia lebih mendahulukan kepentingan dari pada suara hati nurani. Kepentingan untuk menutupi aib negaranya yang tidak bijaksana. Ini adalah bukti bahwa kepentingan sangat berpotensi untuk merusak sinyal hati nurani pada diri manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan niat bisa terjadi begitu saja. Untuk itu sebaiknya kita bersikap hati-hati terhadap hati kita sendiri. Dengarkanlah suara nurani. Karena suara hati adalah sebuah anggukan universal. Ali bin Abi Thalib dalam sebuah peperangan pernah hampir saja menusuk musuh dengan pedangnya. Kemudian musuh itu meludahinya. Ali berpaling dan tidak jadi menusuknya. Ketika ditanya mengapa, ia menjawab bahwa ia takut kalau ia menusuk ternyata niatnya bergeser bukan lagi karena Alloh, tapi karena musuh tersebut  meludahinya. Wallohu A`lam bis Shawab. &lt;br /&gt;(sumber: http://fahrihidayat.blogspot.com)&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1904331972066975657-1329770017960430951?l=fahrihidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/feeds/1329770017960430951/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/07/dialog-antara-hati-dan-akal.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/1329770017960430951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/1329770017960430951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/07/dialog-antara-hati-dan-akal.html' title='DIALOG ANTARA HATI DAN AKAL'/><author><name>Fahri Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01033734545576722305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNXYHPj3PHI/AAAAAAAAAQU/Z8J1KRXFnbc/S220/Fahri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TE1flmkPO6I/AAAAAAAAAK8/xyVnT59OaLQ/s72-c/hati-yang-berbungajpg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1904331972066975657.post-8451721558229709009</id><published>2010-07-21T06:34:00.001-07:00</published><updated>2010-07-21T06:45:01.051-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gelora'/><title type='text'>KEPRIBADIAN YANG MENDUNIA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TEb5IjxJxMI/AAAAAAAAAKs/nSNbpgYyQ6s/s1600/Brochure+art-hands+with+world.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 221px;" src="http://4.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TEb5IjxJxMI/AAAAAAAAAKs/nSNbpgYyQ6s/s320/Brochure+art-hands+with+world.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496354320687940802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Fahri Hidayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang pemuda yang dengan semangat membara memiliki obsesi untuk mengubah dunia. Dia berjuang mati-matian untuk mewujudkan impiannya mengubah dunia dengan tangannya sendiri. Bertahun-tahun ia habiskan untuk tujuan itu. Namun ia tidak berhasil. Kemudian ia menurunkan levelnya. Ia tak lagi ingin mengubah dunia, namun “hanya” ingin mengubah negaranya. Segala daya dan upaya ia lakukan untuk merealisasikan ambisinya itu. Bertahun-tahun lamanya ia memaras keringat. Namun sekali lagi, ia tak berhasil.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidak berhasilannya itu ternyata tidak membuatnya putus asa. Ia lantas menurunkan lagi levelnya. Kini ia berambisi untuk mengubah kabupatennya. Ia korbankan semua waktunya untuk merealisasikan tujuan tersebut. Sampai-sampai ia melupakan keluarganya dan bahkan dirinya sendiri untuk ambisinya. Namun ternyata takdir berkata lain, ia gagal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga kali kegagalan tidak membuatnya menyerah. Ia menurunkan lagi levelnya. Ia ingin mengubah desanya. Ia gadaikan usia mudanya untuk tujuan ini, namun sekali lagi ia gagal. Ia menurunkan lagi levelnya. Kini ia hanya ingin mengubah keluarganya. Namun ia gagal lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rentetan kegagalan itu akhirnya membuatnya berfikir. Di tengah usianya yang sudah tua renta itu akhirnya ia sadar, bahwa untuk mengubah sesuatu ternyata harus di awali dengan mengubah diri sendiri terlebih dahulu. Kini usianya telah senja. Masa mudanya telah ia gadaikan untuk kelelahan-kelelahan tanpa hasil. Ia menyesal. Ia baru sadar, andai dari dulu ia berfikir untuk mengubah dirinya terlebih dahulu, mungkin di usia yang senja ini ia sudah bisa mengubah –setidaknya- kabupaten, provinsi, atau bahkan negaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah diatas adalah sebuah ilustrasi betapa kepribadian menjadi aspek yang sangat penting untuk memimpin umat. Kepribadian adalah sesuatu yang membedakan seseorang dengan orang lain. Ia tidak terbentuk begitu saja. Perlu waktu yang sangat panjang untuk membentuk kepribadian seseorang. Ia bersifat spontanitas. Apa yang muncul secara spontanitas dari seseorang, itulah kepribadiannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia ini hanya akan di genggam oleh pribadi-pribadi besar. Orang yang memiliki kepribadian besar adalah orang yang mengukir sejarahnya di dunia ini dengan memulai dari memperbaiki dirinya sendiri, dengan selalu merujuk pada tujuan akhirnya untuk menjadi bagian dari kesuksesan sejarah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwanul Muslimin yang di dirikan oleh Hasan Albanna di Mesir adalah contohnya. Pada saat gerakan ini masih terbilang sangat kecil secara kuantitas, Hasan Albanna justru mengatakan bahwa visi gerakan ini adalah untuk menjadi guru bagi peradaban dunia (ustadziyatul alam). Ini adalah sebuah visi yang sangat jauh melampaui langkah kakinya yang masih tertatih tatih. Namun visi besar itu dimulai dengan konsep tarbiyah dzatiyah (membenahi diri sendiri) kemudian membenai keluarga, membangun masyarakat madani, dan seterusnya dari tingkat bawah ke level yang lebih tinggi. Dan hari ini kita dapat menyaksikan Ikhwanul Muslimin telah menjelma menjadi gerakan islam internasional yang paling fenomenal di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepribadian yang mendunia adalah kepribadian yang haus akan ilmu pengetahuan, santun, matang secara emosi dan spiritual, dan selalu bercita-cita setinggi langit. Dan untuk membentuk kepribadian yang demikian harus melalui sebuah proses yang tidak sebentar. Ia membutuhkan ilmu dan pengalaman yang panjang. 2 hal inilah yang pada akhirnya akan mendewasakan kepribadian kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, pengembangan diri menjadi sangat urgen. Sebagai seorang muslim kita harus senantiasa memiliki obsesi untuk mewujudkan Islam sebagai rahmat bagi semesta alam (rahmatan lil `alamin). Mulailah dari hal yang paling kecil dari diri kta. Mulailah dari selalu berfikir positif. Karena pikiran kita adalah awal dari perkataan kita. Perkataan kita adalah awal dari perbuatan kita. Perbuatan kita adalah awal dari kebiasaan kita. Kebiasaan kita akan membentuk kepribadian kita. Dan kepribadian kita adalah takdir kita! Wallohu A`lam bis shawab (sumber: http://fahrihidayat.blogspot.com) &lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1904331972066975657-8451721558229709009?l=fahrihidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/feeds/8451721558229709009/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/07/kepribadian-yang-mendunia.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/8451721558229709009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/8451721558229709009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/07/kepribadian-yang-mendunia.html' title='KEPRIBADIAN YANG MENDUNIA'/><author><name>Fahri Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01033734545576722305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNXYHPj3PHI/AAAAAAAAAQU/Z8J1KRXFnbc/S220/Fahri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TEb5IjxJxMI/AAAAAAAAAKs/nSNbpgYyQ6s/s72-c/Brochure+art-hands+with+world.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1904331972066975657.post-972071341095211214</id><published>2010-06-29T21:33:00.000-07:00</published><updated>2010-06-29T21:39:53.356-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gelora'/><title type='text'>GEMURUH CITA-CITA PERJUANGAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TCrKhXK3tdI/AAAAAAAAAKc/hYJj37Gi7JY/s1600/karakter-ikhwah-fuki.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TCrKhXK3tdI/AAAAAAAAAKc/hYJj37Gi7JY/s320/karakter-ikhwah-fuki.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5488421770408474066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Fahri Hidayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesabaran merupakan hal terpenting untuk mencapai keberhasilan dalam berbagai hal. Termasuk dalam dunia dakwah dan perjuangan. Sesuatu yang besar tidak dapat diraih dalam sekejap, di butuhkan kesabaran dan keistiqomahan dalam menggapainya. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pendaki yang hampir mencapai puncak gunung, namun sudah menyerah sebelum berhasil mencapai puncak belum bisa dikatakan sukses menaklukan gunung. Artinya, kesabaran dalam menit-menit terakhir perjuangan terkadang menjadi sebuah titik penentu sebuah keberhasilan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketergesa-gesaan untuk mencapai keberhasilan justru akan menjadi bumerang. Keberhasilan bukan disebut dengan keberhasilan jika didapatkan dengan sekejap. Keberhasilan menjadi sesuatu yang membanggakan karna ia diraih melalui sebuah proses yang berliku. Orang indonesia akan merasa sangat bangga ketika berada di menara eifel. Kebanggaan itu disebabkan karena proses berliku yang dijalani hingga sampai kesana. Namun bagi orang perancis, apalagi masyarakat sekitar, berada di menara eifel adalah hal yang biasa. Itulah arti dari sebuah proses. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alloh apabila menghendaki sesuatu hanya tinggal mengakatan “jadilah” maka sesuatu itupun akan jadi. Namun Alloh menciptakan bumi ini dalam waktu 6 hari walaupun sebenarnya dengan kemahakuasaannya mampu menciptakanya dalam sekejap. Pelajaran yang bisa kita ambil dari sini adalah sebuah proses. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia dakwah, kita terkadang tidak sabar untuk ingin cepat meraih tujuan akhir. Ketergesa-gesaan itu bahkan bisa menjadi sebuah bumerang bagi dakwah itu sendiri. Dakwah tidak cukup hanya dengan satu tahun atau dua tahun. Nabi Muhammad saja dalam mengemban misi dakwahnya memerlukan waktu 10 tahun untuk pembinaan masalah aqidah. Kesabaran merupakan harga mati dalam sebuah perjuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha-usaha kecil yang kita lakukan dalam setiap aktifitas dakwah kita suatu saat akan mengkristal menjadi sebuah keberhasilan. Walalupun mungkin kita tidak sempat melihat keberhasilan itu, namun yang terpenting kita ikut mengambil bagian dalam prosesnya. Bagaimanapun juga gedung pencakar langit yang tinggi menjulang dan megah tetap merupakan kumpulan dari butir-butir pasir yang kecil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang muslim, kita tentu sangat menginginkan kejayaan islam di muka bumi ini. Di bentuknya ormas dan partai islam semuanya berujung pada tujuan ini. Namun yang menjadi masalah terkadang adalah ketidaksabaran dalam menjalani proses itu. Sehingga ada kesan seakan partai islam cenderung menghalalkan segala cara untuk merealisasikan tujuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terpenting adalah, lakukanlah apa yang saat ini bisa kita lakukan untuk perjuangan ini. Jangan menunggu nanti ataupun esok. Apa yang ada sekarang sudah cukup untuk memulai. Mulailah bergerak, maka kita akan selalu mendapatkan inspirasi dan ide-ide baru seiring dengan keaktifan kita dalam berjuang. Dan sabarlah, kemenangan islam adalah sebuah kepastian. Yang tidak pasti adalah apakah kita merupakan bagian dari kemenangan itu atau sebagai penonton. Maka jangan sampai kita berdiri diatas ketidakpastian. Mulailah dari hal-hal sederhana yang bisa kita lakukan saat ini. Andaikata kita tidak sempat menyaksikan hasil akhir dari perjuangan dakwah ini, yang penting kita sudah memiliki sebuah investasi yang selalu mengembang. Ingatlah, sebuah batu hancur bukan karena pukulan ke seratus. Tapi karena 99 pukulan yang mendahuluinya. Wallohu A`lam bis shawab. (sumber: http://fahrihidayat.blogspot.com)&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1904331972066975657-972071341095211214?l=fahrihidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/feeds/972071341095211214/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/06/gemuruh-cita-cita-perjuangan.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/972071341095211214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/972071341095211214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/06/gemuruh-cita-cita-perjuangan.html' title='GEMURUH CITA-CITA PERJUANGAN'/><author><name>Fahri Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01033734545576722305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNXYHPj3PHI/AAAAAAAAAQU/Z8J1KRXFnbc/S220/Fahri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TCrKhXK3tdI/AAAAAAAAAKc/hYJj37Gi7JY/s72-c/karakter-ikhwah-fuki.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1904331972066975657.post-7996789143416600945</id><published>2010-06-06T20:05:00.000-07:00</published><updated>2010-06-06T20:09:17.024-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>MUHASABAH HARI ULANG TAHUN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TAxijVacHHI/AAAAAAAAAI0/dpBvHHiGwg8/s1600/muhasabah3-edit.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TAxijVacHHI/AAAAAAAAAI0/dpBvHHiGwg8/s320/muhasabah3-edit.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5479863205786033266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Fahri Hidayat&lt;br /&gt;Semakin hari usia manusia semakin berkurang. Detik-detik yang berlalu tak akan pernah kembali lagi. Semuanya hanya akan menjadi sebuah cerita. Cerita  masa lalu yang hanya akan terulang lagi dalam kenangan. Manusia tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di esok hari. Untuk itulah manusia di tuntut untuk berikhtiar sekuat tenaga untuk menunaikan visi dari kehidupan ini.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi sebagian orang, hari ulang tahun justru di gunakan untuk berpesta dan  berfoya-foya. Ini adalah budaya barat yang sudah meresap di tanah air kita saat ini. Artinya,  masalah foya-foya saat ulang tahun bukanlah masalah yang sederhana. Bukan sekedar karena tidak ada tuntunannya dalam agama kita. Namun jauh lebih dalam dari itu. Foya-foya saat ulang tahun merupakan salah satu bentuk tasyabbuh, atau menyerupai orang-orang kafir. Dan tasyabbuh merupakan hal yang sangat di larang dalam islam sebagaimana sabda Nabi “barang siapa yang menyerupai sebuah kaum, maka ia adalah golongan dari kaum tersebut”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ulang tahun mestinya dijadikan sebagai momentum untuk muhasabah. Manusia yang baik adalah mereka yang paling sering bermuhasabah. Muhasabah adalah bentuk evaluasi diri kita terhadap semua yang telah kita jalani. Saat melakukan sesuatu, kita cenderung melakukannya dengan tanpa memikirkannya dengan jernih dan sistematis. Terkadang sikap kita secara tak sengaja ataupun sengaja menimbulkan efek tertentu yang kurang baik. Maka disinilah muhasabah menjadi sangat penting. Tanpa muhasabah diri, manusia bahkan tidak akan mampu mengenal siapakah dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhasabah akan menjadikan kita memiliki konsep diri yang jelas. Konsep diri yang jelas itulah yang pada akhirnya akan menjadikan kepribadian kita semakin matang. Menjadi manusia yang bijaksana bukanlah sesuatu yang bisa di wujudkan dalam sekejap. Kebijaksanaan adalah keterampilan. Maka untuk mewujudkannya harus melalui sebuah mekanisme latihan secara rutin dan berkelanjutan. Dan semuanya tak akan dapat di raih tanpa adanya koreksi diri atau muhasabah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ulang tahun adalah momentum untuk mengevaluasi apa saja yang sudah kita lakukan dalam setahun, karya apa yang sudah kita hasilkan, kontribusi untuk umat islam apa yang sudah kita sumbangkan, ilmu-ilmu apa yang sudah kita kembangakan, dan apakah semua capaian itu lebih baik dari tahun kemarin ataukah sama atau bahkan lebih buruk?... pertanyaan-pertanyaan seperti itu harus selalu muncul dalam setiap muhasabah kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhasabah jangan hanya di fikirkan saja. Karena ruang fikiran adalah zona abstrak. Akan menjadi sangat baik  apabila kita menuliskannya dalam buku khusus, buku muhasabah. Semua koreksi diri itu kita tulis dari hari ke hari, dari bulan ke bulan,  dan dari tahun ketahun. Dengan demikian kita bisa selalu memantau sejauh mana perkembangan diri kita dan seberapa bermanfaatkah diri kita untuk diri kita sendiri dan untuk orang-orang di sekitar kita. Untuk mengetahui kontribusi apa yang harus kita sumbangkan kita harus melihat apa yang di butuhkan oleh  masyarakat kita saat ini, skill apakah yang kita miliki, skill apa yang harus bisa kita miliki. Jawaban dari ketiga pertanyaan itulah wilayah kontribusi kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam islam kita diajarkan untuk selalu menjadikan hari kita lebih baik dari hari-hari kemarin. Dalam sebuah hadis dijelaskan bahwa barang siapa yang hari ini lebih baik dari kemarin, maka dia adalah orang yang beruntung. Dan barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin maka dia di katagorikan sebagai orang yang merugi. Dan barang siapa yang bahkan hari ini lebih buruk dari kemarin, Nabi mengatakan dia adalah orang yang dilaknat. Untuk itu momentum hari ulang tahun ini harus menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas diri supaya lebih baik dari hari ke hari dan semakin bermanfaat bagi umat dan agama. Semuanya itu akan dapat kita raih dengan selalu bermuhasabah. Wallohu A`lam. (sumber: http://fahrihidayat.blogspot.com) &lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1904331972066975657-7996789143416600945?l=fahrihidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/feeds/7996789143416600945/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/06/muhasabah-hari-ulang-tahun.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/7996789143416600945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/7996789143416600945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/06/muhasabah-hari-ulang-tahun.html' title='MUHASABAH HARI ULANG TAHUN'/><author><name>Fahri Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01033734545576722305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNXYHPj3PHI/AAAAAAAAAQU/Z8J1KRXFnbc/S220/Fahri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TAxijVacHHI/AAAAAAAAAI0/dpBvHHiGwg8/s72-c/muhasabah3-edit.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1904331972066975657.post-7085216954445782875</id><published>2010-05-23T21:02:00.000-07:00</published><updated>2010-06-04T18:55:52.277-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>CAHAYA DALAM GULITA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/S_n_4w3QFeI/AAAAAAAAAGE/k6IinUK79VM/s1600/hellen2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/S_n_4w3QFeI/AAAAAAAAAGE/k6IinUK79VM/s320/hellen2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474688172699948514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Fahri Hidayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah kisah nyata yang bisa kita jadikan sebagai sebuah inspirasi untuk tetap tegar di tengah derasnya gelombang kehidupan. Ini adalah sebuah kisah tentang seorang anak gadis yang di lahirkan di tengah keterbatasan, namun ia mampu menembus batas keterbatasannya hingga meraih predikat kesuksesan yang bahkan jarang di raih oleh orang-orang normal. Anak itu bernama Hellen Keller. Helen di lahirkan di Tuscumbia, Alabama pada 27 Juni 1880. Awalnya dia di lahirkan dalam keadaan normal. Ia adalah gadis manis yang terbilang cerdas. Pada saat usianya menginjak 19 bulan, ia menderita penyakit aneh yang pada akhirnya menyebabkan dirinya menjadi buta, bisu, dan tuli. &lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Usia 19 bulan adalah usia yang masih sangat dini. Ia belum terlalu banyak mengenal dunianya. Praktis, cacat yang di alaminya menjadikannya sangat sulit untuk dapat berkomunikasi dengan orang lain. Setidaknya kita bisa melihatnya dari dua di dimensi, yang pertama adalah faktor usianya yang masih terlalu dini untuk bisa berkomunikasi dengan baik. dan yang kedua adalah cacat permanen yang di deritanya. Bayangkan saja, bagaimana dia bisa menyampaikan kemauannya pada orang lain dalam keadaan demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Hal itulah yang menjadikan orang lain melihat Helen bertingkah liar dan sulit terkendali. Sebenarnya itu adalah bentuk keinginan dia untuk menyampaikan sesuatu kepada orang lain. Akhirnya, Ayah Helen mulai putus asa dengan masa depan Helen. Ia berinisiatif untuk memasukkan Helen ke Rumah Sakit Jiwa. Namun atas saran seorang Psikolog, Helen tidak jadi di masukkan ke RSJ. Karena RSJ bukanlah tempat yang sesuai untuk Helen. Ia hanya mengalami cacat fisik. Namun sebenarnya kejiwaannya tetap normal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Orang tuanya kemudian menitipkan Helen pada seorang Psikolog bernama Anne Sullivan. Awalnya pihak keluarga merasa ragu dengannya, karena dalam sejarahnya ia juga pernah mengalami penyakit mata hingga hampir buta. Bahkan ia juga memakai kaca mata untuk membantu penglihatannya. Pihak keluarga berfikir mana mungkin orang buta bisa mengobati orang buta lainnya. Namun pada akhirnya pihak keluarga mempercayakan Helen kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Oleh Anne Sullivan, Helen di ajari bahwa setiap benda itu memiliki nama. Anne memanfaatkan indra penciuman dan indra perabaan Helen yang masih normal. Ia mengajari Helen dengan bahasa isyarat tentang nama-nama benda yang di sentuhnya. setiap hari Helen di beri 30 kosakata. Anne sangat sabar dalam membina Helen. Dengan mengenal banyak kosakata, akhirnya Helen bisa berkomunikasi dengan orang lain dengan menggunakan bahasa isyarat tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ternyata Helen sangat cerdas, ia bisa menangkap pelajaran dengan cepat. Anne kemudian mengajari Helen membaca dengan huruf braile hingga benar-benar ia kuasai. Dengan cara itulah Helen bisa berkomunikasi dengan dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Helen adalah seorang penulis jenius. pada saat usianya baru menginjak 11 tahun ia sudah menyelesaikan bukunya yang pertama “The King Frost”. selain itu ia banyak menulis buku-buku lain selama hidupnya seperti “My Story Of My Life” yang lewat buku inilah ia menyampaikan kepada pembaca tentang bagaimana ia melihat dunia, dan “Out Of The Dark” yang berkisah tentang seni essai sosialisme. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pada tanggal 28 Juni 1904 Helen berhasil menyelesaikan studinya di perguruan Tinggi Radcliffe. Ia adalah orang buta, bisu, tuli, pertama yang mendapat gaji dengan gelar seni. Ia juga mendirikan banyak Yayasan yang di peruntukan untuk orang-orang cacat seperti dirinya. ia bahkan aktif mengadakan tour ke puluhan Negara untuk berbagi pengalaman kepada dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Helen telah membuktikan pada dunia, bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk tidak berhasil. banyak orang yang bahkan tidak berani untuk berfikir tentang sebuah keberhasilan. Keterbatasan sebenarnya adalah tantangan untuk kreatif. Zaman dulu orang harus menempuh perjalanan berhari-hari untuk sebuah keperluan yang mungkin sangat sepele. Ini adalah sebuah keterbatasan. Keterbatasan adalah masalah. dan masalah membutuhkan solusi. Maka manusia mulai berfikir bagaimana mengatasi keterbatasan transportasi itu. dan akhirnya di temukanlah sarana transportasi seperti saat ini. Keterbatasan adalah tantangan untuk kreatif!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Bila dalam keadaan bisu, buta, dan tuli, Helen Keller bisa mempersembahkan sebuah karya untuk dunia, maka untuk alasan apa lagi kita berputus asa? Kisah Helen adalah sebuah bukti nyata tentang kekuatan sebuah azzam. Apabila azzam telah berkobar, maka ritangan apapun hanyalah hiasan dalam perjalanan menuju kesuksesan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Jalan ini masih panjang, kita tidak pernah tau rintangan apa yang telah menanti kita di depan sana. namun yang pasti, tetaplah melangkah ke depan! Yang terpenting untuk mendaki tangga kesuskesan adalah istiqomah dan selalu merujuk pada tujuan akhir. Lihatlah tujuan akhir dengan jelas. Lalu tetapkan langkah-langkah (misi) untuk meraihnya. perlahan tapi pasti. Dan istoqomahlah. Insya Alloh, Alloh akan memudahkan setiap langkah kita. Wallohu A`lam bis shawab.&lt;br /&gt;(sumber: http://fahrihidayat.blogspot.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wikimedia Indonesia. Biografi Helen Keller.  www.wikimedia.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fahri Hidayat. Tsaqofah Center. www.fahrihidayat.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1904331972066975657-7085216954445782875?l=fahrihidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/feeds/7085216954445782875/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/05/oleh-fahri-hidayat-ada-sebuah-kisah.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/7085216954445782875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/7085216954445782875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/05/oleh-fahri-hidayat-ada-sebuah-kisah.html' title='CAHAYA DALAM GULITA'/><author><name>Fahri Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01033734545576722305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNXYHPj3PHI/AAAAAAAAAQU/Z8J1KRXFnbc/S220/Fahri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/S_n_4w3QFeI/AAAAAAAAAGE/k6IinUK79VM/s72-c/hellen2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1904331972066975657.post-3006821298425182169</id><published>2010-05-11T19:56:00.000-07:00</published><updated>2010-06-04T18:59:37.324-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>BELAJAR BAGAIMANA BELAJAR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/S-oa0M_MIAI/AAAAAAAAAFc/crjS-r_h3Og/s1600/0.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/S-oa0M_MIAI/AAAAAAAAAFc/crjS-r_h3Og/s320/0.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5470214181536669698" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Fahri Hidayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar bukan hanya sekedar proses mendapatkan informasi baru yang sebelumnya belum di ketahui. Namun lebih dalam dari itu, yaitu proses menggabungkan antara apa yang sudah di fahami dengan sesuatu yang baru di dapatkan. Oleh karena itu satu informasi yang sama bisa jadi akan menghasilkan “produk pemikiran” baru yang berbeda-beda oleh masing-masing peserta didik. Hal ini di sebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya yang paling penting adalah bakat, minat, dan pengalaman belajar. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bakat adalah kemampuan dan kompetensi pada peserta didik yang merupakan bawaan sejak lahir. Anak yang baru lahir bukanlah seperti kertas kosong yang bisa di isi dengan tulisan apapun. Namun ia sudah membawa bakat tertentu yang apabila dalam perkembangannya di dukung oleh lingkungan berpotensi besar untuk melejit. Namun bakat tersebut tidak akan menemukan momentumnya untuk berkembang apabila tidak ada minat yang kuat untuk mengembangkannya. Maka untuk mencapai sebuah keberhasilan tidak cukup hanya dengan bakat, namun juga harus ada minat. Minat yang kuat bisa jadi lebih berperan dalam meraih keberhasilan dari pada bakat. Seseorang yang sebenarnya tidak terlalu berbakat dalam dunia tulis menulis misalnya, ia bisa jadi lebih pandai dari orang yang berbakat apabila memiliki minat yang kuat untuk mengembangkan diri dalam bidang tulis menulis. Sedangkan pengalaman belajar adalah rangkaian peristiwa yang di alami oleh seseorang selama hidupnya. Ketiga faktor inilah yang menjadi penyebab mengapa respon orang terhadap satu informasi yang sama bisa jadi  berbeda-beda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak yang baru saja masuk bangku SMP misalnya, mereka bukan memulai belajar dari nol. Mereka sudah sangat lama menjalani proses belajar semenjak dari lahir hingga saat masuk SMP. Pengalaman belajar itulah yang nanti akan mempengaruhi perspektif mereka terhadap informasi-informasi baru yang akan mereka dapatkan. Nah, karena bakat masing-masing anak sangat beragam, maka sebelum seorang guru memberikan instruksi kepada mereka untuk mulai belajar, akan sangat baik apabila guru terlebih dahulu mengajarkan bagaimana cara belajar yang baik. Atau belajar bagaimana belajar.&lt;br /&gt;Belajar bagaimana belajar adalah mengajak perserta didik untuk menemukan pola belajar terbaik untuk mereka sendiri. Ini adalah masalah yang sangat urgen dalam proses belajar. Karena banyak anak yang memiliki minat belajar tinggi namun tidak memperoleh hasil belajar yang maksimal karena pola belajar yang salah. Untuk itu sebelum memulai belajar peserta didik harus di bimbing untuk menemukan pola belajar yang terbaik untuk mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak dengan tipe auditori mungkin lebih mudah memahami pelajaran dengan menggunakan kaset rekaman materi. Demikian juga anak dengan tipe visual mungkin lebih mudah memahami pelajaran dengan melihat. Namun pada prinsipnya belajar yang baik adalah belajar yang melibatkan otak belahan kanan dan otak belahan kiri secara maksimal. Ketika seorang anak mendengarkan penjelasan guru, otak kirinya fokus untuk mencerna inti materi yang di ajarkan oleh guru. Sedangkan otak kanannya berfokus pada bagaimana guru menjelaskannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar bagaimana belajar haruslah di mulai dari pengetahuan tentang otak manusia. Anak harus di bekali dengan pengetahuan tentang apa fungsi dari otak kanan dan otak kiri. Keduanya memainkan peranan yang berbeda. Lalu bagaimana cara mengembangkannya. Dengan demikian anak akan memiliki perspektif yang utuh tentang belajar yang efektif dan efisien, serta dapat membaca bakat dan kecenderungannya masing-masing. &lt;br /&gt;Selain pengetahuan tentang otak, anak juga harus di berikan langkah-langkah praktis untuk dapat belajar dengan baik. Misalnya -terkait dengan fungsi otak kanan dan otak kiri- anak di berikan langkah untuk tidak sekedar membaca materi, namun juga menuliskan materi itu dalam bentuk peta konsep ataupun coret-coretan untuk meningkatkan tingkat keteringatan pada materi. Ini adalah upaya untuk meyeimbangkan antara otak kiri dan otak kanan. Menulis adalah pekerjaan sederhana yang berefek besar. Menulis adalah proses mentransfer sesuatu dari zona abstrak ke zona kongkrit. Dan sesuatu yang kongkrit itu akan lebih mudah di ingat dari pada yang hanya ada dalam pikiran abstrak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam proses pembelajaran, seorang guru tetap harus mempertimbangakan aspek perbedaan sebagaimana di sebutkan diatas. Karena para siswa memiliki bakat dan pengalaman belajar yang berbeda, maka metode yang digunakan juga harus beragam. Metode ceramah mungkin akan lebih mudah di tangkap oleh sebagian anak, namun tidak untuk sebagian yang lain. Menurut sebuah penelitian, guru menjelaskan antara 100 sampai 200 kata setiap menit. Namun siswa hanya dapat memahami 50 sampai 100 kata. Maka media pembelajaran visual ,audio visual, ataupun multi media menjadi sangat berperan di sini. Sebuah gambar atau foto yang di tontonkan kepada siswa sudah mewakili lebih dari 6000 kata. Semakin kongkrit materi yang di ajarkan oleh guru, maka tingkat keteringatannyapun menjadi semakin tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsipnya, untuk memainkan sebuah game maka tuntutan logisnya adalah mengetahui bagaimana cara memainkannya. Belajar memainkan sebelum benar-benar memainkan. Demikian juga dengan belajar. Sebelum kita memutuskan untuk belajar, kita harus mengetahui terlebih dulu bagaimana cara belajar yang baik. Atau belajar bagaimana belajar sebelum benar-benar belajar. Wallohu A`lam bis shawab.  (sumber: http://fahrihidayat.blogspot.com)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1904331972066975657-3006821298425182169?l=fahrihidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/feeds/3006821298425182169/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/05/belajar-bagaimana-belajar.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/3006821298425182169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/3006821298425182169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/05/belajar-bagaimana-belajar.html' title='BELAJAR BAGAIMANA BELAJAR'/><author><name>Fahri Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01033734545576722305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNXYHPj3PHI/AAAAAAAAAQU/Z8J1KRXFnbc/S220/Fahri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/S-oa0M_MIAI/AAAAAAAAAFc/crjS-r_h3Og/s72-c/0.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1904331972066975657.post-4280579537149874712</id><published>2010-05-03T19:05:00.000-07:00</published><updated>2010-06-15T19:28:30.240-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>MENDAKI TANGGA KEHIDUPAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/S9-BFindQiI/AAAAAAAAAEk/bYsgWJiC5jg/s1600/StairwayToHeaven-D-4d.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 241px;" src="http://1.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/S9-BFindQiI/AAAAAAAAAEk/bYsgWJiC5jg/s320/StairwayToHeaven-D-4d.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467230404842701346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Fahri Hidayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika anda memainkan sebuah game di komputer yang belum pernah anda mainkan sama sekali, tentu anda akan mengalami kesulitan untuk memainkannya. setidaknya, kesulitan itu di sebabkan oleh dua hal, yang pertama adalah karena game baru itu masih belum anda kenal, dan yang kedua adalah tingkat kesulitan pada permainan itu sendiri. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ketika anda memberanikan diri untuk mencoba game tersebut, maka anda akan mengenal sedikit demi sedikit tentang seluk beluk game itu, mulai dari apa sebenarnya visi yang harus di capai dalam game tersebut hingga apa saja rintangan-rintangan yang ada. Untuk pertama kali, anda mungkin akan merasa kesulitan dalam menghadapi rintangan-rintangan yang ada. Namun ketika anda memutuskan untuk terus mencoba, pada akhirnya anda pasti akan berhasil lolos dan naik ke level berikutnya. ketika anda sudah berhasil mencapai level 2, maka level 1 yang tadinya anda anggap sulit pun menjadi terasa mudah. ketika anda sudah berhasil mencapai level 3, maka kesulitan di level 2 menjadi lebih mudah anda atasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pembuat game tidak mungkin memprogram sebuah permainan yang tidak dapat di selesaikan. Artinya, rintangan-rintangan yang ada pada sebuah game tidak mungkin tidak dapat di lalui. karena Programer yang menciptakan game tersebut tentu sudah merancang rintangan-rintangan yang pada akhirnya pasti dapat di pecahkan oleh para pemain game. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Game yang biasa anda mainkan tersebut pada hakekatnya adalah miniatur dari sebuah kehidupan. Manusia di ciptakan dengan sebuah visi. Visi manusia adalah untuk mencari ridho Alloh. Ini adalah visi agung yang di sandarkan kepada sesuatu yang abadi. untuk merealisasikan visi tersebut manusia harus melakukan ibadah. karena ibadah adalah esensi dari kehidupan. Ibadah disini tentu harus kita artikan seluas-luasnya. bukan dalam arti ritual saja. Namun mencakup segala kebaikan yang bersifat global. Seorang ilmuan yang menghabiskan usianya untuk menemukan hal-hal baru yang nantinya akan bermanfaat bagi umat manusia, apabila itu di niatkan untuk mencari ridho Alloh, maka itu adalah ibadah. seorang guru yang mengajar di sekolah sepanjang hari, apabila itu di niatkan untuk mencari ridho Alloh, maka itu adalah ibadah. seorang suami yang bekerja siang malam untuk mencari nafkah untuk keluarganya, apabila di niatkan untuk mencari ridho Alloh, maka itu adalah ibadah. Prinsipnya, semua kebaikan yang kita lakukan yang kita niatkan untuk mencari ridho Alloh, semuanya akan di nilai sebagai ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk merelisasikan visi dan misi itu manusia harus berjuang dan bekerja keras. Kesulitan yang menghadang kita di tengah perjalanan, sebenarnya adalah kail dari Alloh untuk memancing kita supaya bergerak mencapai level kehidupan yang lebih baik. kesulitan membuat kita menjadi belajar. Tidak ada kesulitan yang tidak bermuara. Dan Alloh menjamin  dua kemudahan setelah satu kesulitan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang penyair terkemuka abad pertengahan Abu Thoyyib Al-Mutanabbi pernah berkata: “ Andai bukan karena kesulitan, niscaya semua orang akan menjadi orang besar”. Artinya, yang membedakan seseorang dengan orang lain sebenarnya adalah keberanian untuk menghadapi kesulitan. Kesulitan adalah media untuk mendapatkan pengalaman baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai bukan karena kesulitan, niscaya bola lampu tidak akan pernah di temukan oleh Thomas Alfa Edison. Dalam percobaannya, ia bahkan mengalami kegagalan 10000 kali sebelum akhirnya berhasil menemukan bola lampu. bayangkan jika dalam percobaannya yang ke 999 dia sudah menyerah, tentu bola lampu tak akan ia temukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alloh yang menciptakan alam semesta ini tidak mungkin membiarkan hamba-hambanya mengarungi kehidupan tanpa ujian dan kesulitan. Namun Alloh juga tidak mungkin memberikan ujian kepada manusia melebihi kapasitasnya. Artinya, setiap kesulitan yang kita hadapai adalah apa yang pasti dapat kita atasi. Ketika kita memutuskan untuk menyelesaikan masalah, tentu akan ada pengalaman baru yang kita dapatkan. pengalaman-pengalaman itulah yang pada akhirnya mematangkan kejiwaan kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, ketika kita memutuskan untuk hidup, berarti kita harus siap untuk berjuang. Dan ketika kita memutuskan untuk berjuang, maka kesulitan, aral, dan duri yang menghadang adalah sebuah keniscayaan. Hidup ini bukan tidak berujung dan bukan tidak bertujuan. maka jadikanlah hidup kita bermakna. Wallohu A`lam.&lt;br /&gt;(sumber: http://fahrihidayat.blogspot.com)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1904331972066975657-4280579537149874712?l=fahrihidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/feeds/4280579537149874712/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/05/mendaki-tangga-kehidupan.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/4280579537149874712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/4280579537149874712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/05/mendaki-tangga-kehidupan.html' title='MENDAKI TANGGA KEHIDUPAN'/><author><name>Fahri Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01033734545576722305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNXYHPj3PHI/AAAAAAAAAQU/Z8J1KRXFnbc/S220/Fahri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/S9-BFindQiI/AAAAAAAAAEk/bYsgWJiC5jg/s72-c/StairwayToHeaven-D-4d.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1904331972066975657.post-6179527009793132564</id><published>2010-03-31T00:17:00.000-07:00</published><updated>2010-06-04T18:56:56.522-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fikroh'/><title type='text'>SEKULARISME: SEBUAH KECELAKAAN SEJARAH DI BARAT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/S7L4PmvZAvI/AAAAAAAAAEc/zZdgrDPTmbQ/s1600/2a2tr9.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 224px; height: 249px;" src="http://4.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/S7L4PmvZAvI/AAAAAAAAAEc/zZdgrDPTmbQ/s320/2a2tr9.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5454695045680136946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Fahri Hidayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekularisasi atau pemisahan antara urusan agama dengan keduniaan yang sangat gencar di sosialisasikan oleh barat sebenarnya tidak terlepas dari latar belakang sejarah barat itu sendiri. Jika kita menengok pada abad pertengahan, paska perang salib, dunia barat seakan-akan baru tersadar atas ketertinggalan mereka. Perang salib yang pertama kali di gagas oleh Paus Urban II bukan di ikuti oleh tentara militer yang terlatih. Namun mereka yang ikut dalam pasukan salib ini mayoritas adalah rakyat jelata yang ingin melarikan diri dari kejamnya kehidupan sehari-hari. Mereka berangkat untuk mencari keberuntungan duniawi yang mungkin mereka dapatkan di tanah jajahan nanti.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saat itulah pasukan salib terheran-heran ketika memasuki wilayah kaum muslimin. Mereka takjub melihat kemajuan yang tak pernah mereka lihat sebelumnya. Istana-istana megah dengan arsitektur tinggi, masjid, bangunan-bangunan, sampai pada masalah ekonomi, sains, dan budaya intelektual. Maka, setelah perang salib inilah masyarakat barat mulai mengalami pencerahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu, dunia barat berada di bawah hegemoni penuh gereja. Para Paus di Vatikan memiliki kekuasaan yang jauh melebihi kekuasaan raja dan kaisar. Fatwa Paus seakan menjadi wahyu yang harus diikuti dan dilaksanakan oleh segenap rakyat Eropa yang mayoritas memeluk agama Nasrani. Banyak sekali penemuan-penemuan sains yang bertentangan dengan dokrin gereja diklaim oleh pihak gereja sebagai sihir yang harus dimusnahkan. Bahkan seorang ilmuan Eropa kenamaan Galileo Galileipun harus rela mendapatkan hukuman lantaran mengemukakan sebuah teori yang menyatakan bahwa bumi itu berbentuk bulat. Teori Galileo ini sangat bertentangan dengan pemahaman masyarakat Eropa dan dokrin Gereja yang mengatakan bahwa bumi berbentuk datar. Jadi, menurut pemahaman saat itu apabila seseorang hendak mengarungi samudra, dikhawatirkan dia akan terjatuh pada semacam jurang yang dalam. Tragedi yang menimpa Galileo Galilei ini bukanlah satu-satunya. Masih banyak kasus lain yang serupa yang menimpa para ilmuan di Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena banyaknya penemuan ilmiah yang tidak sesuai dengan dogma-dogma gereja yang selama ini mereka yakini, maka kaum ilmuwan dan terpelajar di Eropa menganggap bahwa agama hanya merupakan kebohongan intelektual dan tidak memiliki landasan ilmiah. Namun mereka juga meyakini, bahwa tidak mungkin hidup tanpa agama. Dari sinilah muncul gagasan sekularisme yang memisahkan antara urusan dunia dengan urusan agama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini kaum barat dan para orientalis mengatakan bahwa apabila umat islam ingin bangkit dari keterpurukan, maka umat islam harus meninggalkan agamanya sebagaimana barat yang mengalami kemajuan setelah meninggalkan agamanya. Maka, Untuk menjawab hal ini, kita harus kembali bertanya: apakah agama di barat saat itu?, bagaimanakah ajaran agama itu?, dan apakah agama Islam sama dengan agama yang mereka tinggalkan itu?. Tiga pertanyaan ini adalah jawaban dari pernyataan bodoh diatas.&lt;br /&gt;Sekularisme sama sekali tidak relevan dengan islam dan kaum muslimin. Faktanya, Islam sejak kelahirannya hingga hari ini tidak pernah mengalami kecelakaan sejarah sebagaimana agama yang di terapkan di barat. Al-Qur`an sebagai kitab suci kaum muslimin tidak pernah bertentangan dengan penemuan-penemuan ilmiah. Bahkan penemuan-penemuan ilmiah itu pada akhirnya justru membenarkan Al-Qur`an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini kita bisa melihat betapa banyak penemuan terkini yang sebenarnya sudah ada dalam Al-Quran. Salah satu contohnya adalah tentang jasad Fir`un. Di dalam Al-Qur`an surat Yunus ayat 92 di sebutkan bahwa “sesungguhnya aku (Alloh ) menyelamatkan jasadmu (fir`aun) supaya menjadi pelajaran bagi orang-orang setelah kamu”. Menurut penelitian historis, peristiwa itu terjadi pada tahun 1200 SM. Jauh sebelum Nabi Muhammad di lahirkan. Para sahabat pada saat itu meyakini ayat tersebut, walaupun mereka sendiri juga belum pernah menyaksikan jasad Fir`aun. Pada tahun 1896 seorang ahli pubakala, Loret, menemukan satu mumi di lembah raja-raja luxor Mesir yang dari data sejarah terbukti bahwa dia adalah Fir`aun pada masa nabi Musa yang bernama maniptah. Setiap orang yang berkunjung ke museum Cairo akan dapat melihat jasad Fir`aun tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh diatas hanyalah satu bukti dari banyak bukti-bukti lain tentang kebenaran Al-Qur`an. Maka, seluruh observasi dan penelitian yang dilakukan oleh manusia, pada akhirnya akan membuktikan kebenaran Al-Qur`an dan keesaan Alloh. Tidaklah heran ketika para ilmuwan non muslim masuk islam ketika menemukan sesuatu penemuan yang ternyata sudah ada dalam Al-Qur`an. Maka nikmat Tuhan kamu yang mana lagi yang akan kamu dustakan? (sumber: http://fahrihidayat.blogspot.com)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1904331972066975657-6179527009793132564?l=fahrihidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/feeds/6179527009793132564/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/03/oleh-fahri-hidayat-sekularisasi-atau.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/6179527009793132564'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/6179527009793132564'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/03/oleh-fahri-hidayat-sekularisasi-atau.html' title='SEKULARISME: SEBUAH KECELAKAAN SEJARAH DI BARAT'/><author><name>Fahri Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01033734545576722305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNXYHPj3PHI/AAAAAAAAAQU/Z8J1KRXFnbc/S220/Fahri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/S7L4PmvZAvI/AAAAAAAAAEc/zZdgrDPTmbQ/s72-c/2a2tr9.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1904331972066975657.post-7894130431414217467</id><published>2010-02-28T18:25:00.000-08:00</published><updated>2010-06-04T18:57:17.045-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dialog Peradaban'/><title type='text'>GENERASI PEWARIS PERADABAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/S4smGPXaFvI/AAAAAAAAAEE/l2akLIEMF8c/s1600-h/burj_dubai_b.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/S4smGPXaFvI/AAAAAAAAAEE/l2akLIEMF8c/s320/burj_dubai_b.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443486463253157618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Fahri Hidayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala sesuatu pasti memiliki batas usia. Demikian juga halnya dengan sebuah peradaban. Ada masa-masa tertentu dimana sebuah peradaban mengalami puncak kejayaan, kebesaran dan kemajuannya. Namun akan ada penggalan masa lain dimana ia akan kehilangan semua kemegahannya itu. &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Kemajuan pada sebuah peradaban tidak akan berlangsung sepanjang usia peradaban tersebut. Kemajuan itu hanya akan ada pada potongan-potongan masa tertentu dari keseluruhan usianya. Hingga pada akhirnya sebuah peradaban yang besar sekalipun tetap akan menemui ajalnya, dan terbenam dalam lembaran-lembaran sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang sejarawan besar abad pertengahan, Ibnu Kholdun berpendapat bahwa biasanya sebuah peradaban akan di isi oleh lima generasi. Dimana masing-masing generasi memiliki karakter dan mental yang berbeda-beda. Generasi pertama adalah generasi perintis. Biasanya mereka adalah orang-orang yang memiliki semangat juang tinggi, pantang menyerah, cerdas, dan berkomitmen besar dalam membangun peradabannya. Kemudian generasi kedua adalah generasi pengembang. Mereka masih mewarisi semangat dan ruh perjuangan bapak-bapak mereka. Biasanya pada masa merekalah sebuah peradaban akan mencapai puncak kemajuannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Generasi ketiga adalah generasi penjaga tradisi. Di mulai dari sinilah sebuah peradaban menjadi stagnan. Tidak lagi berkembang, namun masih tetap memiliki eksistensi kewibawaan. Semangat untuk mengembangkan sebuah peradaban sudah tidak seperti para pendahulunya, walaupun masih terbilang eksis. Kemudian disusul oleh generasi keempat, yaitu generasi penikmat. Pada fase ini para penguasa dan masyarakatnya sudah mulai senang berfoya-foya dan meninggalkan akhlakul karimah. Mereka hanya menikmati apa yang sudah di beli oleh para leluhurnya dengan keringat dan darah. Maka,  Kedholiman dan ketidakadilan mulai tampak dimana-mana. Sehingga tatanan sosial yang sudah disusun rapi menjadi tidak stabil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Generasi terakhir adalah generasi perusak.  Para penguasa pada fase ini sudah benar-benar kehilangan ruh dan semangat perjuangan. Mereka sudah terlena dengan segala kemewahan yang ada sehingga menjadi lemah. Biasanya, situasi ini diperparah dengan banyaknya gerakan pemberontakan dari internal maupun eksternal. Para penguasa bodoh yang hanya berhura-hura itu akhirnya tidak mampu membendung semua gejolak politik yang ada. Dan hancurlah peradaban yang sudah sekian lama di bangun itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola diatas, sebenarnya tidak hanya berlaku untuk skala peradaban saja. Namun juga berlaku untuk sebuah kerajaan, negara, dan bahkan organisasi sekalipun. Jika kita mengamati sejarah kerajaan-kerajaan ataupun organisasi-organisasi berlabelkan apapun itu, hampir dapat di pastikan  semuanya mengikuti pola diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1258, pusat peradaban Islam di Bagdad dapat dengan mudah di hancurkan oleh tentara mongol pimpinan Hulagu. Mengapa?  Karena saat itu umat islam yang dipimpin oleh Dinasti Abasiyah sudah di isi oleh orang-orang generasi kelima, sedangkan bangsa mongol keturunan Jengis Khan itu masih berada pada generasi kedua yang memiliki ambisi kuat membara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga Raja Persia, Darius III yang memiliki tentara yang sangat besar itu berhasil di hancurkan oleh pasukan Alexander The Great dari Macedonia. Karena imperium Macedonia yang di pimpin Alexander masih berada pada periode perintisan. Maka semangatnya dan semangat pasukannya masih berapi-api. Sementara Raja Darius III terlena dengan jumlah pasukannya yang jauh melebihi pasukan Alexander. Pada akhirnya, pasukan Alexander yang sedikit itu ternyata bisa menghancurkan barisan tentara pasukan Persia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak sekali kisah dalam sejarah yang menceritakan tentang bangkit dan runtuhnya sebuah peradaban. Maka, ada di generasi ke berapakah kita saat ini??? &lt;br /&gt;(sumber: http://fahrihidayat.blogspot.com)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1904331972066975657-7894130431414217467?l=fahrihidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/feeds/7894130431414217467/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/02/generasi-pewaris-peradaban.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/7894130431414217467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/7894130431414217467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/02/generasi-pewaris-peradaban.html' title='GENERASI PEWARIS PERADABAN'/><author><name>Fahri Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01033734545576722305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNXYHPj3PHI/AAAAAAAAAQU/Z8J1KRXFnbc/S220/Fahri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/S4smGPXaFvI/AAAAAAAAAEE/l2akLIEMF8c/s72-c/burj_dubai_b.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1904331972066975657.post-205517472988751092</id><published>2010-02-28T18:20:00.000-08:00</published><updated>2010-09-29T21:33:13.438-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sekolah Bahasa Arab'/><title type='text'>SBA 2: ISIM</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/S4sk-9e-TuI/AAAAAAAAAD0/coBkohm35go/s1600-h/bingo_game_hijaiyah.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 261px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/S4sk-9e-TuI/AAAAAAAAAD0/coBkohm35go/s320/bingo_game_hijaiyah.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443485238682341090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Fahri Hidayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bab sebelumnya kita sempat menyinggung tentang isim. Artinya, secara global anda tentu sudah mengenal  isim serta contoh-contohnya, (Apabila anda sudah lupa, silahkan anda pelajari kembali bab sebelumnya!) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, pada bab ini kita akan fokus untuk membahas tentang isim secara lebih terperinci. Supaya lebih mudah, kita akan membagi isim dari 2 sudut pandang, yaitu: 1. Dari sisi jenisnya 2. dari sisi jumlahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari sisi jenisnya, maka kita dapat membagi isim menjadi 3 bagian yaitu:&lt;br /&gt;1. Isim Muanas. Yaitu isim yang berjenis perempuan. Mungkin anda merasa sedikit aneh mendengarnya, ”kok isim ada yang berjenis perempuan?” Namun ini hanya sebuah istilah yang populer dalam kaedah Bahasa Arab. Adapun yang dimaksud dengan berjenis perempuan disini adalah isim yang huruf akhirnya adalah huruf ta` marbutoh, yaitu huruf seperti ini: (ﺓ). Contoh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ﻠﻐﺔ (lughotun) : Bahasa&lt;br /&gt;ﺘﺭﺒﻳﺔ (tarbiyatun) : Pendidikan&lt;br /&gt;ﻜﻟﻳﺔ (kulliyatun) : Fakultas&lt;br /&gt;ﺇﺪﺍﺮﺓ (idarotun) : Kantor&lt;br /&gt;ﻤﺭﺃﺓ (mar`atun) : Wanita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan anda hafalkan 5 kosakata diatas sebelum melanjutkan pelajaran! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila anda memperhatikan 5 kata yang baru saja anda hafalkan diatas, maka anda mendapati bahwa huruf terakhir dari isim-isim tersebut adalah ta` marbutoh (ﺓ). Nah inilah yang dimaksud dengan isim muanas atau isim yang berjenis perempuan. Sederhanyanya, anggap saja huruf tak marbutoh (ﺓ) yang berada diakhir setiap isim adalah sebuah tanda ke-perempuanan untuk sebuah isim. Sangat sederhana bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Isim Mudzakar. Nah, ini adalah lawan kata isim muanas,  yaitu isim yang berjenis kelamin laki-laki. Adapun yang dimaksud dengan berjenis laki-laki disini adalah isim yang huruf terakhirnya bukan huruf ta` marbutoh (ﺓ). Contoh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ﺮﺠﻝ (rojulun) : laki-laki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ﻤﺩﻳﺭ (mudirun) : Direktur&lt;br /&gt;ﻋﻣﻳﺩ (`amidun) : Dekan&lt;br /&gt;ﻜﺗﺎﺐ (Kitabun) : Buku&lt;br /&gt;ﻤﻌﻣﻝ (ma`malun) : Laboratorium&lt;br /&gt;ﻄﺎﻠﺏ (tholibun) : Mahasiswa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan anda hafalkan 6 kosakata diatas sebelum melanjutkan pelajaran! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6 isim yang baru saja anda hafal diatas berjenis laki-laki, karena tidak diakhiri dengan huruf ta’ marbutoh (ﺓ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu tadi adalah pembagian isim apabila dilihat dari sudut pandang jenisnya. Jika diilihat dari sisi jumlahnya, maka isim di bagi menjadi 3 macam, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Isim Tunggal. Yaitu isim yang menunjukan jumlah satu. Semua isim yang telah anda hafalkan selama ini adalah isim yang menunjukan jumlah satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Isim Dual. Yaitu isim yang menunjukan jumlah dua. Yang dimaksud dengan jumlah dua disini adalah bahwa isim tersebut berarti dua buah. Adapun rumus untuk mengubah isim tunggal menjadi isim dual adalah dengan menyambung isim tersebut dengan huruf ﺍﻦatau  dengan ﻴﻥ. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supaya lebih mudah difahami, kita ambil kata ﺮﺠﻝ sebagai contoh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata ﺮﺠﻝ apabila anda terjemahkan kedalam Bahasa Indonesia artinya adalah: meja. Hanya satu laki-laki! Bukan dua laki-laki atau tiga laki-laki. Dengan kata ﺮﺠﻝ adalah isim tunggal. Jika anda ingin mengubah kata ﺮﺠﻝ menjadi isim dual sehingga berarti: dua laki-laki, maka anda hanya tinggal menyambungnya dengan huruf ﺍﻦatau ﻴﻥ sehingga menjadi ﺮﺠﻼﻦ (rojulani) atau ﺮﺠﻟﻳﻥ (rojulaini). Keduanya memiliki arti yang sama. Dengan demikian ﺮﺠﻼﻦ atau ﺮﺠﻟﻳﻥ adalah isim dual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi, kita ambil kata ﻤﺩﺭﺱ (mudarrisun)sebagai contoh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ﻤﺩﺭﺱ apabila anda terjemahkan kedalam Bahasa Indonesia berarti: guru. satu guru! Bukan dua orang guru atau guru-guru! Untuk menjadikan kata ﻤﺩﺭﺱ berarti: dua orang guru, maka anda hanya tinggal menyambungnya dengan ﺍﻦatau ﻴﻥ sehingga menjadi ﻤﺩﺭﺴﺎﻥ (mudarrisani) atau ﻤﺩﺮﺴﻳﻥ (mudarrisaini). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, isim tunggal dapat diubah menjadi isim dual dengan 2 cara diatas. Anda boleh memilih menggunakan cara yang mana. Walaupun sebenarnya 2 cara yang tersebut diatas mewakili dua keadaan yang berbeda. Namun, untuk saat ini yang terpenting adalah anda memahami cara mengubah sebuah isim dari bentuk tunggal menjadi dual. Prinsipnya, semua isim yang telah anda hafalkan selama ini, atau yang akan anda hafalkan nanti semuanya adalah isim tunggal. Dan apabila anda ingin mengubahnya menjadi isim dual, anda bisa menggunakan salah satu dari dua cara diatas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Isim Jamak. Yaitu kata plural atau isim yang menunjukan jumlah banyak. Dalam bahasa Indonesia ataupun bahasa Inggris, sesuatu disebut banyak apabila berjumlah dua atau lebih dari dua. Namun, dalam kaedah bahasa Arab yang dimaksud dengan jumlah banyak adalah jumlah dari 3 ke atas. Adapun cara untuk mengubah isim tunggal menjadi isim jamak dapat melalui beberapa cara yang akan kita bahas pada bab tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(sumber: http://fahrihidayat.blogspot.com) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1904331972066975657-205517472988751092?l=fahrihidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/feeds/205517472988751092/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/02/bab-2-isim.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/205517472988751092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/205517472988751092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/02/bab-2-isim.html' title='SBA 2: ISIM'/><author><name>Fahri Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01033734545576722305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNXYHPj3PHI/AAAAAAAAAQU/Z8J1KRXFnbc/S220/Fahri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/S4sk-9e-TuI/AAAAAAAAAD0/coBkohm35go/s72-c/bingo_game_hijaiyah.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1904331972066975657.post-3535390873522791202</id><published>2010-02-23T23:44:00.000-08:00</published><updated>2010-02-23T23:55:20.452-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oase Iman'/><title type='text'>GELANG KEBESARAN RAJA PERSIA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/S4TaPC9IjrI/AAAAAAAAADs/kivMwP5NtkM/s1600-h/mahkota.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 241px;" src="http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/S4TaPC9IjrI/AAAAAAAAADs/kivMwP5NtkM/s320/mahkota.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5441714201796578994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Fahri Hidayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu kota Makah di gemparkan oleh sebuah sayembara. Tidak tanggung-tanggung, hadiah bagi pemenang sayembara itu adalah 100 ekor unta betina muda yang hampir beranak. Hadiah sebesar itu akan di berikan untuk seseorang yang bisa membawa Nabi Muhammad dalam keadaan hidup atau mati kepada Abu Jahal dan para petinggi Qurais lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Suroqoh, sayembara ini adalah sebuah tantangan yang sangat menarik. Di masyakatnya, dia terkenal dengan kepandaiannya melacak jejak. Maka, kesempatan inipun tidak di biarkannya berlalu begitu saja. Hanya untuk mencari satu orang saja, ia akan memperoleh imbalan 100 ekor unta betina. Baginya, ini adalah peluang besar yang jarang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad pada saat itu memang dalam posisi yang sangat sulit. Para petinggi Qurais telah memblokir semua akses jalan keluar dari Makah. Sehingga satu-satunya tempat besembunyi Nabi saat itu adalah Gua Tsur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, Nabi Muhammad dan sahabatnya Abu Bakar bersembunyi di Gua Tsur ketika para pemuka Qurais mengejarnya. Saat itu mereka sudah mencapai di pintu gua. Seandainya mereka melihat kedalam gua dari tempat kaki mereka berpijak, sudah pasti mereka melihat Nabi Muhammad dan Abu Bakar disana. Namun, Alloh menurunkan kuasanya. Mereka ragu akan keberadaan Nabi di dalam gua tersebut karena ada sarang laba-laba di pintu gua. Secara logika, tidak mungkin ada orang yang masuk gua tersebut tanpa merusak sarang laba-laba. Maka, para petinggi Quraispun meninggalkan gua itu dengan putus asa. Kemudian mereka mengadakan sayembara untuk menangkap Nabi Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suroqoh menghimpun beberapa informasi tentang keberadaan Nabi Muhammad dari berbagai sumber. Sampai akhirnya, ia menemukannya bersama Abu Bakar sedang berjalan kearah kota Madinah meninggalkan Makah. Di pacunya kuda sekuat tenaga dan melesat cepat hingga ia semakin dekat dari posisi Nabi berada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ketika ia mendekati Nabi tiba-tiba kudanya tersandung. Suroqoh terpelanting dari pelana dan jatuh. Tanpa menghiraukan rasa sakit, Suroqoh kembali ke punggung kuda dan memacunya. Namun untuk kedua kalinya kuda tersebut tersandung dan lagi-lagi Suroqoh terpelanting. Ia belum menyerah, ia kembali memacu kudanya sampai pada posisi yang cukup dekat dengan Nabi. Kemudian dia meraih busur panah di punggungnya dan berniat untuk membidik Nabi. Namun, apa daya.. tangan itu tiba-tiba kaku, tak bisa di gerakkan. Belum lagi kaki kudanya tiba-tiba terbenam dalam pasir.&lt;br /&gt;Dia lalu berpaling kepada Rasulullah dan berteriak dengan memelas, “Hai kalian berdua, berdoalah kepada Tuhanmu, supaya kaki kudaku lepas. Aku berjanji tak akan menggangu kalian berdua.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah kemudian berdoa untuknya.  Maka bebaslah kaki kuda Suraqah dari benaman pasir. Tapi, karena ketamakannya, setelah bebas, dia mengingkari janjinya dan berusaha melabrak Rasulullah dengan kudanya. Namun, niat itu tidak terlaksana, karena kaki kuda itu kembali terbenam ke bumi, bahkan lebih dalam lagi.&lt;br /&gt;Suraqah kembali memohon belas kasihan kepada Rasulullah.”Ambillah perbekalanku, harta, dan senjataku. Aku berjanji atas nama Allah kepada kalian berdua, akan menyuruh kembali setiap orang yang berusaha melacak kalian,” katanya  memelas.&lt;br /&gt;Mendengar Suroqoh berkata demikian, Nabi menjawab bahwa ia tidak membutuhkan hartanya. Nabi hanya meminta Suroqoh untuk kembali kepada kaumnya dan menyuruh orang-orang yang mencari Nabi untuk tidak mencarinya lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Demi Allah, aku tidak akan mengganggumu lagi,” kata Suraqah setelah kaki kudanya lepas. Setalah itu ia bahkan menyatakan keyakinannya, “Agama yang Tuan bawa akan menang dan pemerintahan Tuan jaya. Aku mohon apabila kelak aku datang kepada Tuan, Tuan akan bermurah hati kepadaku. Tuliskanlah hal itu untukku.” Lanjut suroqoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah meminta Abu Bakar menulis pada sekerat tulang dan menyerahkannya kepada Suraqah sambil berkata, “Bagaimana jika pada suatu saat kamu memakai gelang kebesaran raja Persia?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gelang kebesaran raja Persia?” tanya Suraqah terkejut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, gelang kebesaran Kisra bin Hurmuz!” jawab Rasulullah meyakinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu Suraqah kembali ke Makah dengan perasaan gembira. Kepada orang-orang Qurais yang ditemuinya sepanjang jalan, ia meyakinkan bahwa usaha pencarian mereka terhadap Nabi Muhammad akan sia-sia. “Telah kuperiksa seluruh tempat dan jalan yang mungkin dilaluinya, namun aku tidak menemukan Muhammad,” katanya. “Bukankah kalian tidak sepandai aku dalam hal melacak jejak?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa yang di alaminya tadi benar-benar membekas dalam hatinya. Ia benar-benar yakin bahwa Muhammad bukanlah manusia biasa. Ia meyakini Muhamad adalah Nabi yang di utus oleh Alloh. Ia juga yakin akan janji Nabi Muhammad bahwa suatu hari nanti ia akan memakai gelang kebesaran raja Persia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu  jazirah Arab di apit oleh dua kerajaan besar, yaitu Kerajaan Bizantium di barat dan Kerajaan Persia di timur. Sedangkan umat Islam masih sangat kecil, bahkan belum memiliki sebuah negara sekalipun. Janji Nabi kepada Suroqoh bahwa ia akan memakai gelang kebesaran raja Persia seakan-akan mustahil, jika mempertimbangkan situasi dan kondisi umat Islam saat itu. Karena janji Nabi itu bermakna bahwa kerajaan Persia yang besar, berperadaban tinggi, dan memiliki tentara yang sangat menakutkan itu akan di taklukan oleh umat Muhammad di saat Suroqoh masih hidup. Padahal saat itu umat Islam masih sangat lemah! Namun, dalam hati Suroqoh tetap yakin bahwa janji itu pasti akan terwujud. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah mencatat, bahwa janji Nabi Muhammad itu terbukti benar. Pada masa Khalifah Umar bin Khotob, pasukan Islam berhasil menghancurkan Kerajaan Persia hingga ke akar-akarnya. Dalam pertempuran yang sangat sengit di Nahawan, tentara Persia yang berjumlah lima kali lebih besar dari pada pasukan Islam ini berhasil di musnahkan. Ibu kota Persia, Ctesipon ditaklukan. Istana Putih kebanggaan Raja Persia jatuh di tangan kaum muslimin. Raja Persia yang terakhir, yezdegrid, melarikan diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harta rampasan perang dari perang tersebut tak terkira jumlahnya. Setelah dikeluarkan seperlima untuk baitul mal, sisanya di bagikan kepada seluruh pasukan Islam. Masing-masing mendapatkan 12.000 dinar emas!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara seperlima yang dikimkan ke pusat pemerintahan Islam, Madinah, terdapat pakaian kebesaran Kisra bertahtakan perhiasan dan permata, pedang Kisra yang terbuat dari permata, dan juga mahkota raja Persia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah Umar bin Khotob kemudian menimang-nimang benda-benda mahal itu dan berkata: “lihatlah, rakyatnya harus memikul pajak untuk benda-benda yang tidak berguna ini dan di pakai oleh pemegang amanat rakyat..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu Khalifah memanggil Suraqah. Kepadanya, Khalifah memakaikan busana kebesaran Kisra itu lengkap dari mulai celana, sepatu, pedang, gelang, pakaian kebesaran, dan mahkota, dan Khalifah sendiri kemudian memujinya “Alangkah hebatnya anak Desa Madlaji ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, terbuktilah ucapan Baginda Nabi kepada Suraqah beberapa tahun sebelumnya “Bagaimana jika suatu waktu kamu memakai gelang kebesaran Kisra?”&lt;br /&gt;Ini adalah sebuah bukti bahwa Nabi Muhammad benar-benar utusan Alloh yang diutus menyebarkan risalah Islam. Maha benar Alloh yang telah berfirman dalam Al-quran: “dan tidaklah (Muhammad) berkata dengan hawa nafsunya, melainkan (yang dikatakannya) adalah wahyu yang di wahyukan (kepadanya)”. Kisah ini semoga bisa menambah Iman kita kepada Alloh. Wallohu A`lam bis shawab. &lt;br /&gt;(sumber: http://fahrihidayat.blogspot.com) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joesoef Sou`yb, 1979. “Sejarah Daulat Khulafaur-Rasyidin”, Jakarta: Bulan Bintang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shafiyurrahman Al-Mubarokfury, 1998. “Sirah Nabawiyah”, Jakarta: Pustaka Al-Kautsar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1904331972066975657-3535390873522791202?l=fahrihidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/feeds/3535390873522791202/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/02/gelang-kebesaran-raja-persia.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/3535390873522791202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/3535390873522791202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/02/gelang-kebesaran-raja-persia.html' title='GELANG KEBESARAN RAJA PERSIA'/><author><name>Fahri Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01033734545576722305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNXYHPj3PHI/AAAAAAAAAQU/Z8J1KRXFnbc/S220/Fahri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/S4TaPC9IjrI/AAAAAAAAADs/kivMwP5NtkM/s72-c/mahkota.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1904331972066975657.post-5045196519640779401</id><published>2010-02-11T20:40:00.000-08:00</published><updated>2010-02-24T15:04:49.874-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fikroh'/><title type='text'>KISAH DUKA DI "HARI KASIH SAYANG"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/S3TclBvSPvI/AAAAAAAAADE/rmSapZWWxes/s1600-h/cupid1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 291px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/S3TclBvSPvI/AAAAAAAAADE/rmSapZWWxes/s320/cupid1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5437213178823065330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Fahri Hidayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1935 M, di depan ratusan wakil yahudi seluruh dunia, Ketua Asosiasi Jaringan Yahudi, Samuel Zweimer berpidato: “Tugasmu adalah mengeluarkan kaum muslimin dari Islam. Jadikan mereka memiliki moral yang rendah dan mengabaikan watak yang luhur…. Kita telah berhasil menjadikan para pemuda Islam menjadi generasi yang enggan bekerja keras, malas, dan senang berfoya-foya,… Lanjutkan perjuanganmu demi agama kita!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, negara-negara barat selalu berupaya merongrong dan mencari celah untuk menghancurkan kaum muslimin dengan berbagai cara. Sabtu, 30 Januari 2010 situs rakyataceh.com memberitakan bahwa Amerika Serikat melalui 2 konsulatnya memantau penerapan syari`at Islam di Nangroe Aceh Darussalam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;2 peristiwa diatas hanyalah secuil kisah dari rangkaian konspirasi jahat para musuh-musuh Alloh untuk menghancurkan Islam dan kaum muslimin. Motivasi dari semua ini adalah dokrin agama. Baik yahudi ataupun Nasrani, keduanya sama-sama memiliki ambisi kuat untuk menghancurkan Islam. Sejak Islam lahir, dan hingga akhir zaman nanti. Sungguh maha benar Alloh yang telah berfirman: “dan yahudi dan nasrani tidak akan pernah rela kepadamu, hingga kamu mengikuti agama mereka” (QS.2:120)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pemimpin pasukan salib barat percaya, bahwa pasukan muslimin tidak akan mudah di hancurkan jika hanya melalui jalur militer. Kasus di Irak dan Afganistan sudah lebih dari sekedar bukti, bahwa secanggih apapun peralatan perang AS dan sekutunya, tidak akan pernah dapat memadamkan api perlawanan dari para mujahidin yang hanya memiliki persenjataan yang sangat sederhana.  Maka dari itu, mereka memikirkan strategi lain untuk mewujudkan ambisi mereka, yaitu dengan perang pemikiran (ghozwul fikr). Melalui perang pemikiran ini, barat berupaya memasukkan nilai-nilai Kristen melalui tradisi dan budaya barat. Selain itu pemikiran barat secara bertahap dan sistematis di masukkan dalam kurikulum-kurikulum akademis. Banyak buku-buku akademis yang kental dengan pemikiran barat di cetak dan di publikasikan. Dengan demikian, tanpa sadar generasi muda Islam di negara-negara muslim berfikir tentang Islam ala barat. Sehingga muncullah apa yang di sebut dengan Islam liberal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu budaya barat yang sudah sangat kental di masyarakat Indonesia adalah Valentine Day. Di kota-kota besar seperti Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Semarang, dan lain sebagainya tradisi hari kasih sayang yang jatuh pada tanggal 14 Februari ini bahkan sudah menjadi budaya. Masyarakat, terutama muda mudinya merayakan hari ini dengan sangat meriah. Toko-toko coklat mendadak di serbu oleh ribuan muda-mudi yang ingin memberikan coklat kepada orang yang di kasihinya. Ironisnya, ketika mereka di Tanya tentang apa sebenarnya yang di peringati pada tanggal 14 Februari, sebagian besar dari mereka menjawab: “untuk memperingati hari kematian Santo Valentinus”. Artinya, mereka secara sadar merayakan hari itu untuk memperingati kematian seorang pendeta!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari bagaimana sejarahnya, namun yang pasti Valentine Day adalah budaya barat yang mengadopsi tradisi paganisme romawi kuno dan di dalamnya tentu mengandung nilai-nilai akidah Kristen. Sebagai seorang muslim, memberikan selamat kepada kaum kafir atas hari raya mereka saja sudah di haramkan, apalagi merayakannya?! Ibnu Qoyyim  berkata tentang hal ini: “memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka telah di sepakati bahwa perbuatan tersebut haram”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, kita justru memiliki kisah sejarah yang memilukan pada tanggal 14 Februari. Karena tanggal 14 Februari adalah hari jatuhnya benteng terakhir kerajaan Islam di Granada, Spanyol. Kenangan pahit itu sungguh sulit untuk di lupakan. Granada, yang saat itu di pimpin oleh Kerajaan Nasriyah, adalah sebuah negara kecil yang di apit oleh dua kerajaan Kristen yang sangat besar, yaitu Arragon dan Castille. Namun, kerajaan Islam Granada yang hanya kecil itu memiliki peradaban yang jauh menggungguli dua kerajaan Kristen tersebut. Selama ratusan tahun, Islam telah mengubah Spanyol yang primitif menjadi sebuah wilayah sains dan ilmu pengetahuan pada abad pertengahan. Namun, kerajaan yang di juluki “sepotong surga di eropa” itu hancur oleh serangan tentara salib pada 14 Februari 1492. Setelah itu, ribuan kaum muslimin Spanyol di bantai dan di bunuh dengan cara yang sangat biadab. Para sejarawan bahkan banyak yang melukiskan peristiwa pembantaian kaum muslimin itu sebagai pembantaian terbesar yang jarang ada tandingannya dalam sejarah. Tidak ada yang selamat dari pembantaian pada hari itu. Kecuali hanya segelintir orang yang jumlahnya dapat di hitung dengan jari. Setelah peristiwa itu, Islam benar-benar hilang dari spanyol. Tak tersisa. Sumbangan besar Islam di Spanyol di balas dengan sebuah tragedi yang sangat mengerikan. Seluruh negeri muslim berduka atas kejadian itu. Kaum muslimin di seluruh negeri Islam menangis karna luka yang sangat dalam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa tragis itu jatuh tepat pada tanggal 14 Februari. Maka, tanggal 14 Februari seharusnya di jadikan momentum untuk berinstrospeksi diri, bukan berhura-hura seperti yang selama ini terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Namun, penetrasi budaya barat di Indonesia ini berlangsung secara bertahap dan sangat sistematis. Maka dari itu untuk membendungnya juga harus di lakukan dengan sistematis dan terencana. Di butuhkan sinergi dari semua pihak. Terutama para murobbi, dan pemerintah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat sedikit demi sedikit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apakah barat hanya akan berhenti pada perang pemikiran? Tentu tidak! Setelah generasi muslim menjadi lemah karena senang berfoya-foya, bodoh, dan mengabaikan akhlakul karimah, maka mereka tetap akan menyerang Islam secara militer. Kasus yang menimpa kaum muslim Bosnia adalah contoh nyata. Mereka yang sudah sangat-sangat sekuler karena ghozwul fikr tersebut pada akhirnya di bantai habis-habisan oleh pasukan kristus Serbia. Untuk itu, bagi masyarakat muslim yang berkomitmen untuk menjadi bagian dari barisan dakwah, hendaknya selalu menyebarkan pemikiran-pemikiran Islam melalui segala cara, di samping selalu meningkatkan kualitas intelektual, ruhiyah, dan jasadiyahnya. Wallohu a`lam bis shawab. (sumber: http://fahrihidayat.blogspot.com) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1904331972066975657-5045196519640779401?l=fahrihidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/feeds/5045196519640779401/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/02/14-februari-hari-duka-cita.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/5045196519640779401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/5045196519640779401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/02/14-februari-hari-duka-cita.html' title='KISAH DUKA DI &quot;HARI KASIH SAYANG&quot;'/><author><name>Fahri Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01033734545576722305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNXYHPj3PHI/AAAAAAAAAQU/Z8J1KRXFnbc/S220/Fahri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/S3TclBvSPvI/AAAAAAAAADE/rmSapZWWxes/s72-c/cupid1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1904331972066975657.post-8085558550834455247</id><published>2010-02-06T03:09:00.000-08:00</published><updated>2010-02-06T03:33:42.710-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>PAHALA YANG TERUS MENGALIR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/S21TQV9WgsI/AAAAAAAAAC8/tEx-o5ZmDBA/s1600-h/selangor_sungai_gabai_waterfalls2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 299px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/S21TQV9WgsI/AAAAAAAAAC8/tEx-o5ZmDBA/s320/selangor_sungai_gabai_waterfalls2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5435091865543541442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Fahri Hidayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits sohih yang di riwayatkan oleh Imam muslim, Nabi bersabda: “apabila seorang insan meninggal maka terputuslah amalannya kecuali 3 perkara: sodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak solih yang selalu mendoakannya”. Hadits ini mengisyaratkan kepada kita bahwa dalam drama kehidupan yang fana dan hanya sesaat ini ada amalan-amalan tertentu yang akan tetap abadi dan senantiasa mengalir pahalanya walaupun kita telah meninggal dunia. Pahala yang terus mengalir tersebut akan menambah berat timbangan kebaikan kita di akherat nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama adalah sodaqoh jariyah. Jariyah, jika diartikan secara bahasa berarti “mengalir”. Bentuk-bentuk sodaqoh jariyah ini, sebagaimana di sebutkan dalam beberapa riwayat diantaranya adalah memberi makan, membuat sumber air, menggali sumur, membangun masjid, dan lain sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua adalah ilmu yang bermanfaat. Adapun yang di maksud dengan ilmu yang bermanfaat disini adalah semua ilmu yang apabila di pelajari akan menambah iman kita kepada Alloh. Ilmu yang bermanfaat bukan hanya terbatas pada ilmu-ilmu agama saja, namun juga mencangkup ilmu alam, ilmu pasti, ilmu sosial, dan disiplin ilmu lain yang bermanfaat bagi umat Islam di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam surat Fathir ayat 27 ketika Alloh berfirman: “…sesungguhnya diantara hamba-hamba Alloh yang takut kepada-Nya hanyalah para ulama”, apabila kita perhatikan, konteks ayat sebelumnya justru tidak berbicara tentang masalah syari`at / hukum, melainkan berbicara tentang langit, air, buah-buahan, dan gunung-gunung&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;. Perhatikan firman Alloh berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidakkah engkau melihat bahwa Alloh menurunkan air dari langit lalu dengan air itu kami hasilkan buah-buahan yang beraneka ragam jenisnya. Dan diantara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada pula yang hitam pekat” (QS.Fathir:26)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Dan demikian (pula) diantara manusia, makhluk bergerak yang bernyawa, dan hewan-hewan ternak yang bermacam-macam warnanya. Sesungguhnya diantara hamba-hamba Alloh yang takut kepada-Nya adalah para ulama” (QS.Fathir:27)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat tersebut di awali dengan firman Alloh “tidakkah engkau melihat…” yang secara tersirat menuntun kita untuk mempelajari tentang air yang turun dari langit, buah-buahan yang tumbuh setelah disiram dengan air, dan gunung-gunung yang warnanya beragam. Kita di tuntun untuk mempelajari itu semua supaya lebih menambah iman kita dan menambah rasa takut kita kepada Alloh. Kata “al-`ulama” pada ayat tersebut berarti “orang-orang berilmu”. Adapun secara struktur bahasa, kata “al-`ulama” ini merupakan bentuk plural (jamak) dari kata “al-`alim” yang merupakan bentukan dari kata “al-`ilmu”. Artinya, yang di maksud dengan ilmu bermanfaat dalam hadist Nabi diatas adalah semua disiplin ilmu yang menambah iman dan ketakutan kita kepada Alloh, baik berupa ilmu syar`i seperti aqidah, fiqh, dan hadist, maupun ilmu alam seperti fisika, kimia dan dan lain sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Kholdun, seorang sejarawan muslim abad pertengahan membagi ilmu menjadi dua, yaitu ilmu syar`i dan ilmu non-syar`i. dalam bahasa kita berarti ilmu agama dan ilmu umum. Pembagian ini bukan bermaksud untuk mendikotomi ilmu agama dan ilmu umum, namun hanya untuk memudahkan dalam menjelaskan status hukum mempelajarinya. Selanjutnya, Ibnu Kholdun berpendapat bahwa hukum mempelajari ilmu agama adalah fardu `ain, wajib bagi setiap individu muslim. Sedangkan hukum mempelajari ilmu umum adalah fardu kifayah, wajib bagi sebagian kaum muslimin. Jika sudah ada sebagian dari kaum muslimin yang mempelajarinya, waka gugurlah kewajiban bagi sebagian yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amalan ketiga yang pahala darinya akan terus mengalir adalah doa anak solih kepada orang tuanya. Hal ini tentu bukan perkara sederhana. Bahkan mungkin terberat diantara dua amalan yang lain. Karena untuk menjadikan anak-anak kita untuk mendoakan kita ketika kita sudah meninggal nanti mensyaratkan adanya pendidikan yang sistematis dan berkelanjutan. Sebagai orang tua, kita harus menanamkan aqidah, mengajarkan halal dan haram, mencontohkan budi pekerti yang baik kepada anak-anak kita dalam sebuah proses pendidikan sedini mungkin. Dan ini membutuhkan waktu khusus, bukan waktu sisa. Proses pendidikan ini tentu akan memakan waktu yang sangat panjang dan biaya pendidikan yang besar hingga sang anak benar-benar berkepribadian muslim yang kafah dan mampu mengurus dirinya sendiri. Maka dari itu, memberikan pendidikan yang layak kepada anak-anak merupakan kewajiban orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kita saksikan di sekeliling kita seorang bapak yang karena kesibukan pekerjaannya sampai kurang meluangkan waktu untuk anak-anaknya. Hal ini tentu akan berdampak negatif dalam jangka menengah dan jangka panjang apabila terus di pertahankan. Waktu untuk anak-anak harus cukup dalam artian memadai. Tidak harus berlebih-lebihan. Bayangkan seandainya Alloh menganugerahkan kepada anda umur yang panjang, misalnya sampai 75 tahun.  Bayangkan apa yang anda rasakan ketika anda berada pada usia itu. Anda sudah lemah dan tak berdaya. Anda tentu membutuhkan orang lain untuk membantu anda melakukan pekerjaan anda. Dan orang lain itu, tentu anak-anak anda jika istri anda telah tiada. Namun saat itu anak-anak anda juga sudah menjadi seorang ayah bagi anak-anaknya dan memiliki beban hidup sendiri. Pada saat seperti itu, anda tidak akan lagi membutuhkan harta dan benda, dalam usia senja itu yang anda butuhkan hanyalah sebuah penghargaan. Penghargaan dari anak-anak anda untuk senantiasa menyantuni anda yang sudah lemah tak berdaya itu. Mungkinkah penghargaan itu akan anda dapatkan dari anak-anak anda? Jawaban dari pertanyaan ini tentu sangat tergantung pada seberapa besar ikatan psikologis antara anda dengan anak anda, dan seberapa besar pendidikan yang anda tanamkan kepada anak anda di masa lalu. Pertanyaan ini harus menjadi instrospeksi dan bahan renungan kita setiap saat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, mulai dari detik ini, marilah kita merencanakan pendidikan yang layak untuk anak-anak kita. Supaya kelak menjadi amal jariyah kita yang selalu menyinari hari akherat kita dengan pahala dan kebaikan. Bagi pembaca yang belum menikah dan belum memiliki anak, hendaknya senantiasa membekali diri dengan ilmu-ilmu pendidikan dan parenting supaya kelak bisa menjadi orang tua yang baik. Semua usaha dan pengorbanan dalam jalan ini, insya Alloh akan bernilai pahala. Wallohu A`lamu bis shawab.&lt;br /&gt;(sumber: http://fahrihidayat.blogspot.com) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1904331972066975657-8085558550834455247?l=fahrihidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/feeds/8085558550834455247/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/02/pahala-yang-terus-mengalir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/8085558550834455247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/8085558550834455247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/02/pahala-yang-terus-mengalir.html' title='PAHALA YANG TERUS MENGALIR'/><author><name>Fahri Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01033734545576722305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNXYHPj3PHI/AAAAAAAAAQU/Z8J1KRXFnbc/S220/Fahri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/S21TQV9WgsI/AAAAAAAAAC8/tEx-o5ZmDBA/s72-c/selangor_sungai_gabai_waterfalls2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1904331972066975657.post-4773028447475314326</id><published>2010-02-06T02:50:00.000-08:00</published><updated>2011-04-26T23:58:03.668-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sekolah Bahasa Arab'/><title type='text'>SBA 1: Kata dalam Bahasa Arab</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/S4slXPmQYaI/AAAAAAAAAD8/GRmxlU_sRyk/s1600-h/bingo_game_hijaiyah.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 261px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/S4slXPmQYaI/AAAAAAAAAD8/GRmxlU_sRyk/s320/bingo_game_hijaiyah.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443485655861584290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh:&lt;br /&gt;Fahri Hidayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita akan memulai pembahasan ini dari unit yang paling sederhana dari sebuah kalimat, yaitu kata. Apa definisi kata? Dan apa saja macamnya? Nah, anda akan menemukan jawaban  dari pertanyaan-pertanyaan tersebut dalam bab ini. Dalam bab ini saya akan mengajak anda untuk menyatukan definisi kata dalam konteks apa yang kita pelajari ini. Dan tentunya anda sudah siap bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata dalam Bahasa Arab diartikan sebagai susunan dari beberapa huruf yang memiliki makna atau arti. Definisi ini tentunya sama dengan definisi kata dalam kaedah Bahasa Indonesia. Dan  definisi inilah yang kita jadikan pedoman dalam kajian kita ini.  Jadi, tidak setiap kumpulan dari beberapa huruf adalah kata. Namun kumpulan huruf tersebut harus memiliki makna dan arti. Untuk memperjelas konsep ini silahkan anda perhatikan keterangan berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Meja tersusun dari 4 huruf, yaitu  m, e, j, a. Dan memiliki makna yang difahami oleh masyarakat luas, yaitu tempat untuk menulis. Maka meja adalah kata.&lt;br /&gt;2. Pulpen tersusun dari 6 huruf, yaitu p,u,l,p,e,n. Dan memiliki makna, yaitu alat untuk menulis. Maka pulpen adalah kata.&lt;br /&gt;3. Pshjs tersusun dari 5 huruf , yaitu p,s,h,j,s. Namun susunan  huruf ini tidak termasuk kata karena tidak memiliki makna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat sederhana bukan? namun yang perlu anda garis bawahi disini adalah bahwa yang dimaksud dengan huruf disini bukan huruf dalam ejaan latin seperti A,B,C dan seterusnya. Yang dimaksud dengan huruf disini adalah huruf hija`iyah yang jumlahnya ada 27, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أ ﺐ ﺖ ﺚ ﺝ ﺡ ﺥ ﺪ ﺬ ﺮ ﺰ ﺲ ﺶ ﺺ ﺽ ﻁ ﻅ ﻉ ﻍ ﻒ ﻖ ﻚ ﻞ ﻢ ﻦ  ﻢ ﻱ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, definisi kata yang menjadi pedoman kita dalam kajian ini secara lebih spesifik adalah susunan dari beberapa huruf hija`iyah yang memiliki&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;makna. Adapun contoh-contoh kata dalam Bahasa Arab, akan anda hafal sedikit demi sedikit secara bertahap dan sistematis dalam setiap bab yang akan anda lalui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, dalam kaedah Bahasa Arab kata dibagi menjadi 3 macam, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Isim. Yaitu semua kata dalam Bahasa Arab yang memberi pengertian nama.  Adapun yang dimaksud dengan nama disini  mencangkup semua nama seperti nama orang, nama benda, nama sifat, nama tempat, nama petunjuk, nama benda abstrak dan nama-nama lainnya. Prinsipnya, semua kata dalam Bahasa Arab yang memberi pengertian nama disebut dengan isim. Silahkan anda perhatikan contoh-contoh isim dibawah ini!  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ﺃﺤﻣﺩ (ahmadu) : ahmad, yaitu nama orang&lt;br /&gt;ﻘﻟﻡ (qolamun)  : pena, yaitu nama benda&lt;br /&gt;ﺤﺎﻔﻟﺔ (hafilatun) : bus, yaitu nama benda&lt;br /&gt;ﻨﺑﺄ (nabaa`un)  : berita, yaitu nama benda abstrak&lt;br /&gt;ﺠﻣﻳﻝ (jamilun) : indah, yaitu nama sifat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan anda hafalkan 5 kosakata diatas sebelum melanjutkan pelajaran! &lt;br /&gt;2. Fi`il. Yaitu semua kata dalam Bahasa Arab yang memberikan pergertian pekerjaan dan berhubungan dengan waktu. Secara sederhana fi`il dalam kaedah Bahasa Indonesia dekat maknanya dengan kata kerja. Silahkan anda perhatikan contoh-contoh fi`il dibawah ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ﻴﻛﺗﺏ -ﻜﺗﺏ  (kataba - yaktubu) : menulis&lt;br /&gt;ﻴﻗﺭﺃ - ﻘﺮﺃ  (qoro`a - yaqro`u)  : membaca&lt;br /&gt;ﻴﺭﻜﺏ-ﺮﻜﺏ  (rokiba - yarkabu) : mengendarai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan anda hafalkan 3 kata kerja diatas sebelum melanjutkan pelajaran!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila anda mengamati 3 contoh fi`il diatas, maka anda akan mendapati bahwa kata tersebut terdiri dari 2 bagian yang dipisahkan dengan tanda (-). Bagian depan dan bagian belakang pada fi`il ini memiliki fungsi yang berbeda. Adapun penjelasan tentang fungsinya secara mendetail akan kita bahas pada bab tersendiri.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;3. Huruf. Yang dimaksud dengan huruf disini bukanlah huruf-huruf yang kita kenal seperti A,B,C dan lain sebagainya. Bukan juga Huruf Hija`ayah seperti alif, ba`, jim, dan lain sebagainya. Namun yang dimaksud dengan huruf pada pembahasan ini adalah kata yang tidak memiliki arti apabila berdiri sendiri, dan baru memiliki arti apabila kata tersebut disandarkan pada kata lain. Kata seperti ini cukup banyak jumlahnya dalam kamus Bahasa Arab. Diantaranya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ﻔﻲ (fi)  : di/di dalam&lt;br /&gt;ﺇﻠﻰ (ila) : ke / kepada&lt;br /&gt;ﺒ (bi)  : dengan&lt;br /&gt;ﻋﻟﻰ (`ala) : diatas&lt;br /&gt;ﻠ (li)  : untuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan anda hafalkan 5 kata diatas sebelum melanjutkan pelajaran! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5 kata yang baru saja anda hafal diatas adalah contoh dari huruf. Mengapa disebut dengan huruf? Jawabannya adalah karena kata tersebut tidak muncul artinya apabila berdiri sendiri dan baru muncul artinya jika disambung dengan kata lain. Sehingga menyerupai huruf yang apabila tidak disusun membentuk kata maka tidak memiliki arti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supaya lebih jelas, kita ambil kata ﻔﻲ (di) sebagai contoh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ﻔﻲ (di) maknanya tidak jelas apabila tidak disambung dengan kata yang lain. Karena anda tentu akan bertanya-tanya: di mana? namun jika kata ﻔﻲ (di) disambung dengan kata lain -misalnya- ﺤﺎﻔﻟﺔ  sehingga menjadi ﺍﻠﺣﺎﻔﻟﺔ ﻔﻲ (di bus), maka maknanya menjadi jelas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita ambil kata ﺒ (dengan) sebagai contoh lagi supaya lebih menyempurnakan pemahaman anda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ﺒ (dengan) maknanya tidak jelas apabila berdiri sendiri. Karena anda tentu masih akan bertanya: dengan apa? Namun jika kita sambung kata ﺒ (dengan) dengan kata lain –misalnya- ﻘﻟﻡ sehingga menjadi ﺒﺎﺍﻠﻗﻟﻡ (dengan pulpen), maka maknanya menjadi jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sekarang anda telah memahami definisi kata serta macam-macamnya yang 3, yaitu isim, fi`il dan huruf. Dalam bab ini anda juga telah menghafal 13 Kosakata Bahasa Arab sebagai modal awal anda. Silahkan anda ulangi kembali untuk mengkaji bab ini apabila masih ada hal yang belum anda fahami secara sempurna atau ada kosakata yang mungkin belum terlalu melekat pada ingatan anda. Apabila anda telah yakin menguasai bab ini dengan baik, silahkan melanjutkan pelajaran pada bab 2 yang akan segera kami postingkan. Apabila anda menemukan kesulitan atau ada hal yang ingin anda tanyakan terkait dengan materi bahasa Arab ini, silahkan telpon atau SMS ke nomor: 081392791678.&lt;br /&gt;(sumber: http://fahrihidayat.blogspot.com) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1904331972066975657-4773028447475314326?l=fahrihidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/feeds/4773028447475314326/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/02/bab-1-kata-dalam-kaedah-bahasa-arab.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/4773028447475314326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/4773028447475314326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/02/bab-1-kata-dalam-kaedah-bahasa-arab.html' title='SBA 1: Kata dalam Bahasa Arab'/><author><name>Fahri Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01033734545576722305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNXYHPj3PHI/AAAAAAAAAQU/Z8J1KRXFnbc/S220/Fahri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/S4slXPmQYaI/AAAAAAAAAD8/GRmxlU_sRyk/s72-c/bingo_game_hijaiyah.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1904331972066975657.post-3574332923360589037</id><published>2010-02-01T16:50:00.000-08:00</published><updated>2010-02-03T16:45:40.005-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>MENDETEKSI KONTRIBUSI TUNGGAL</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/S2d4EA4F9DI/AAAAAAAAACk/JLdw6CzTaQk/s1600-h/anak2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 201px;" src="http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/S2d4EA4F9DI/AAAAAAAAACk/JLdw6CzTaQk/s320/anak2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433443485795873842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: &lt;br /&gt;Fahri Hidayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesulitan dalam hidup hanyalah bagian dari rangkaian cerita panjang dari keseluruhan hidup kita. Tidak ada kesulitan yang abadi, sebagaimana tidak ada kemudahan yang abadi. Kesulitan dan kemudahan pasti akan datang silih berganti bagaikan siang dan malam. Keduanya tidak akan berlalu begitu saja. Ada banyak pelajaran dan pembelajaran dari kesulitan dan kemudahan itu. Pernahkan anda membayangkan apa yang akan terjadi seandainya Alloh menjamin apa yang anda usahakan pasti berhasil, dan apa yang anda harapkan pasti terwujud? Apakah anda pernah membayangkan bagaimana warna dunia tanpa masalah, kesulitan, hambatan, dan cobaan hidup? Tentu kita dapat membayangkan betapa menjenuhkannya drama kehidupan ini tanpa itu semua. Tak akan ada orang yang belajar bertahun-tahun untuk menuntut ilmu, tak akan ada ilmuan-ilmuan yang mengabdikan umurnya untuk mengembangkan penemuan-penemuan baru, tak akan ada sekolah, laboratorium ataupun perpustakaan. Karena semua sudah Alloh jamin tersedia jika kita memintanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perspektif kita sebagai manusia, secara naluri kita memang membutuhkan masalah. Seorang sutradara ketika membuat skenareo film tentu yang pertama kali di fikirkan adalah apa masalah yang akan di munculkan dalam drama filmnya. Sinetron yang merupakan skenareo manusia saja pasti membutuhkan masalah, kesulitan, dan konflik. Karena tanpa itu semua tak ada yang menarik dari sebuah &lt;div class="fullpost"&gt;sinetron. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan dunia ini pada hakekatnya hanyalah permainan, senda gurau, dan sandiwara belaka. Tak ada yang abadi di dalamnya. Satu-satunya yang akan abadi adalah apa yang kita investasikan untuk akhirat kita. Kita telah menyaksikan betapa tokoh-tokoh besar yang semasa hidupnya di puja dan di kagumi banyak orang akhirnya tetap tertelan oleh masa. Orang di kemudian hari hanya mendengarnya dari cerita-cerita ataupun membacanya dalam lembaran-lembaran sejarah. Fir`aun adalah contohnya. Ia adalah Raja besar Mesir yang di dewakan oleh pengikutnya. Memiliki tentara besar yang menakutkan, yang dengan keanguhannya ia mengaku sebagai tuhan yang harus di sembah. Lalu dimanakah keangkuhan itu sekarang? Lenin, pemimpin partai komunis Rusia yang semasa hidupnya mampu mempengaruhi banyak orang dengan pemikiran komunisnya, yang dengan kesombongannya tidak mengakui keberadaan Alloh. Dia dengan kekejamannya memberikan teror dan intimidasi kepada jutaan penduduk Rusia yang hidup dalam kemiskinan. Lalu, dimanakah kesombongan itu saat ini? Dimanakah keangkuhan itu saat ini? Dimanakah kebesaran yang ia banggakan itu sekarang? Dan akhirnya, semuanya pasti akan musnah di telan zaman. Semuanya pasti akan hilang dan di gantikan oleh orang lain. Begitulah roda kehidupan selalu berputar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apakah ini berarti kita harus meninggalkan urusan-urusan keduniaan? Tentu tidak! Justru dunia ini adalah ladang amal tempat kita menabur benih-benih kebaikan. Setelah drama kehidupan di dunia ini berakhir, akan ada kehidupan lagi di alam lain. Dimana baik atau buruknya nasib kita pada alam itu sangat di tentukan oleh kebaikan ataupun keburukan yang kita lakukan di dunia ini.  Untuk itu, kita justru harus berlomba-lomba menanam benih kebaikan di dunia ini. Dan setiap kebaikan yang kita lakukan pasti akan membawa kita kepada kebaikan yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misi kita dalam hidup ini, sebagaimana telah di sebutkan dalam Al-qur`an adalah untuk beribadah kepada Alloh. Ibadah disini tentu harus kita artikan seluas-luasnya. Bukan hanya ibadah yang bersifat ritual saja. Karena segala sesuatu yang kita niatkan untuk mendapatkan ridho Alloh adalah ibadah. Selama mengikuti aturan dari Alloh dan rosul-Nya. Untuk itu, hendaknya kita selalu memberi nilai spiritual terhadap kebaikan apapun yang kita lakukan. Karena itu adalah jalan satu-satunya untuk menuai kebaikan di alam akhirat nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia di lahirkan dengan kecenderungan yang beragam. Kecenderungan yang ada pada diri manusia apabila bertemu dengan azam yang membara, maka akan menghasilkan sebuah energi yang dahsyat. Masing-masing dari diri kita tentu memiliki semacam monitor di dalam diri untuk mendeteksi kontribusi tunggal yang dapat kita persembahkan untuk umat, bangsa dan negara. Ada yang kecenderungannya menjadi seorang pemimpin, guru, sastrawan, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalid bin walid yang dengan izin Alloh tidak pernah kalah setiap kali menjadi komandan perang, apabila ia melewati suatu tempat yang belum pernah di laluinya, maka yang pertama kali ia fikirkan adalah strategi apa yang akan ia rancang seandainya ia berperang di tempat itu. Ia memang di lahirkan dengan kecenderungan sebagai ahli strategi dan perang. Barangkali apabila ada seorang penyair yang melewati tempat yang sama, yang terlintas dalam fikirannya mungkin adalah bagaimana membahasakan keindahan tempat tersebut menjadi sebuah puisi atau syair. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kecenderungan dari masing-masing kita beragam, maka kontribusi tunggal yang dapat kita berikan untuk mewarnai drama kehidupan inipun pasti bermacam-macam. Maka dari itu, kita harus fokus pada apa yang menjadi bakat dan kecenderungan kita. Dan semua harus besinergi untuk menghasilkan sebuah karya untuk membangun umat. Yang terpenting adalah semua itu harus kita niatkan untuk mencari ridho Alloh semata. Kesulitan dalam menjalaninya hanyalah batu loncatan untuk menuju level kehidupan yang lebih tinggi. Dan yakinlah dengan janji Alloh, bahwa di setiap satu kesulitan akan ada dua kemudahan. (sumber: http://fahrihidayat.blogspot.com) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1904331972066975657-3574332923360589037?l=fahrihidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/feeds/3574332923360589037/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/02/oleh-fahri-hidayat-kesulitan-dalam.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/3574332923360589037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/3574332923360589037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/02/oleh-fahri-hidayat-kesulitan-dalam.html' title='MENDETEKSI KONTRIBUSI TUNGGAL'/><author><name>Fahri Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01033734545576722305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNXYHPj3PHI/AAAAAAAAAQU/Z8J1KRXFnbc/S220/Fahri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/S2d4EA4F9DI/AAAAAAAAACk/JLdw6CzTaQk/s72-c/anak2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1904331972066975657.post-6952918084679271747</id><published>2010-01-19T22:04:00.000-08:00</published><updated>2010-02-01T15:45:51.048-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>GURU DAN TRANSFORMASI PERADABAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/S1advsvvSGI/AAAAAAAAACc/mL357VXB_QU/s1600-h/GURU.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 213px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/S1advsvvSGI/AAAAAAAAACc/mL357VXB_QU/s320/GURU.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5428699843632515170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Fahri Hidayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah kisah tragis yang di catat sejarah pada tahun 1945. ini adalah cerita tentang peristiwa yang terjadi pada penghujung perang dunia II. Saat itu pasukan sekutu di bawah pimpinan Amerika Serikat menjatuhkan dua bom atom yang meledak di dua kota besar di Jepang, yaitu Hirosima dan Nagasaki. Dunia di hebohkan dengan peristiwa itu. Jutaan mata terbelalak menyaksikannya. Ini adalah bom terbesar yang pernah di gunakan dalam sejarah perang hingga saat itu. Praktis, setelah itu Jepang langsung bertekuk lutut kepada sekutu. Jepang mengaku kalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pihak yang kalah dalam perang Jepang tentu menderita kerugian yang sangat besar. Biaya perang yang begitu besar menguras anggaran negara. Belum lagi di tambah biaya ganti rugi yang harus di setorkan kepada pihak yang menang. Kekalahan Jepang ini pasti akan berdampak sistemik. Yang paling dapat di rasakan secara langsung adalah krisis ekonomi. Jepang benar-benar berada di persimpangan jalan. Melihat realitas yang sedemikian terpuruk ini, banyak kalangan yang beranggapan bahwa sejarah Jepang akan berhenti disini.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Diatas puing-puing bangunan yang hancur berkeping-keping inilah Kaisar Jepang berdiri. Tidak tampak dari wajahnya aura putus asa. Sorot matanya yang tajam mengisyaratkan rasa optimis menatap masa depan. Ia tidak menghiraukan anggapan orang yang mengatakan Jepang akan mati suri. Ia memandang dari kacamata yang lebih maju. Di tengah-tengah situasi seperti ini Ia justru berkata: ”tenanglah, kita masih memiliki banyak guru!”. setelah itu Ia segera memberikan instruksi untuk mengumpulkan para guru yang masih hidup. Perintah itu di laksanakan dengan baik. Para guru itu di berdayakan dengan baik oleh Negara. Merekalah yang mendidik masyarakat, menanamkan motivasi kepada rakyat Jepang untuk mampu berkompetisi, dan membangun jepang melalui jalur pendidikan. Langkah Kaisar ini terbukti membawa hasil yang signifikan. Dalam waktu yang relatif singkat Jepang mampu bermetamorfosis menjadi negara besar yang sangat di perhitungkan di dunia. Hari ini, mungkin orang tidak pernah menyangka bahwa negara teknologi itu 50 tahun yang lalu hanyalah sebuah negara yang terpuruk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang dapat diambil dari kisah ini adalah fakta bahwa guru memegang peranan yang sangat penting dalam proses transformasi peradaban. Wajah sebuah negara akan sangat tergantung pada bagaimana para guru membentuknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam skala mikro, guru juga sangat berpengaruh pada perkembangan individu. Tokoh-tokoh besar yang pernah ada di dunia ini, jika di perhatikan, pasti ada seseorang yang berada di balik layar kebesarannya. Dan seseorang itu adalah guru. Siapa yang tidak mengenal Alexander The Great, sang penakluk paling legendaris sepanjang masa. Jika kita melihat sejarah hidupnya sejak kecil, ternyata Ia adalah murid Aristoteles, Filosof besar dari yunani. Contoh lain adalah Muhammad II yang berhasil menaklukan konstantinopel. Sejak kecil ia mendapatkan pendidikan secara intensif dari syaikh Aaq syamsuddin di Istana. Semua tokoh ”produk pendidikan” tersebut pada akhirnya dapat memberikan pengaruh dalam sekup yang makro. &lt;br /&gt;Transformasi peradaban tidak akan terjadi tiba-tiba. Perlu proses panjang untuk mencapainya. Cepat atau lambatnya proses tersebut sangat tergantung pada cepat lambatnya para guru bergerak. Dengan demikian, sangat mungkin generasi perintis yang mengawali proses ini justru tidak pernah menyaksikan ”hasil akhir’ dari apa yang mereka cita-citakan. Namun, menanyakan hasil tidak lebih penting dari kontribusi itu sendiri. Kontribusi apa yang telah di berikan sehingga hasil itu tercapai. Sebuah bangunan yang megah bukanlah merupakan hasil tangan satu orang. Ada banyak orang yang terlibat di dalamnya. Ada yang menyumbangkan tanah untuk bangunan itu. Dan ada pula yang ”hanya” membetulkan pintu yang rusak. Untuk itu, transformasi peradaban adalah sebuah proses yang melibatkan peran aktif banyak pihak. Dan guru adalah pihak yang paling menentukan dalam proses itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui pendidikan siapapun bisa menjadi apapun. Pergerakan-pergerakan yang pernah ada di dunia sejak drama kehidupan ini di mulai pasti di rintis oleh kalangan terdidik. Kerajaan Safawid di Persia yang merupakan salah satu dari tiga kerajaan besar pada abad pertengahan, jika dilihat sejarahnya, ia berawal dari sebuah kelompok perguruan kecil yang hanya terdiri dari beberapa orang yang belajar. Namun tempat belajar yang hanya terdiri dari ”orang-orang kecil” itu merupakan ajang untuk berdiskusi tentang masalah-masalah besar. Dari situlah muncul inspirasi-inspirasi besar, cita-cita dan motifasi yang besarnya melebihi kapasitas mereka yang kecil. Beberapa tahun kemudian, kelompok perguruan kecil itupun bermetamorfosis menjadi sebuah kerajaan yang besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah peran dan posisi guru sangatlah urgen. Para guru haruslah menyadari betul posisi ini. Sehingga para guru di harapkan selalu menyiapkan diri supaya semakin profesional dalam kapasitasnya sebagai pendidik. Karena itu seorang guru harus berprinsip ”belajar sepanjang hayat”. Selamat berjuang wahai guru, harapan negeri ini tersemat di pundakmu! (sumber: http://fahrihidayat.blogspot.com)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1904331972066975657-6952918084679271747?l=fahrihidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/feeds/6952918084679271747/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/01/guru-dan-transformasi-peradaban.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/6952918084679271747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/6952918084679271747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2010/01/guru-dan-transformasi-peradaban.html' title='GURU DAN TRANSFORMASI PERADABAN'/><author><name>Fahri Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01033734545576722305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNXYHPj3PHI/AAAAAAAAAQU/Z8J1KRXFnbc/S220/Fahri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/S1advsvvSGI/AAAAAAAAACc/mL357VXB_QU/s72-c/GURU.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1904331972066975657.post-3931403515692787697</id><published>2009-12-16T18:47:00.000-08:00</published><updated>2010-02-01T15:54:23.874-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>SEKUNTUM MAWAR DI INDIA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/Symbb5BNeYI/AAAAAAAAACM/F80lq8lRhxU/s1600-h/Tajmahal.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://4.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/Symbb5BNeYI/AAAAAAAAACM/F80lq8lRhxU/s320/Tajmahal.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5416030930354403714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh:&lt;br /&gt;Fahri Hidayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gemilang cahaya islam memancar luas ke seantero dunia. Bukan hanya di jazirah Arab saja eksistensi islam di akui, namun merata di negeri-negeri non arab lainnya seperti Baghdad, Damaskus, Mesir, Maroko, Tunisia, Spanyol, Constantinopel, India, Indonesia, dan negeri-negeri lainnya yang menyebar di Asia, Eropa, dan Afrika. Bahkan dalam perkembnagannya Islam juga sudah masuk ke Amerika dan Australia, walaupun belum pernah menjelma menjadi sebuah institusi pemerintahan islam yang berdiri sendiri seperti di 3 benua yang lain. Ini di sebabkan mungkin karena pada saat kekuatan islam mencapai puncak kejayaannya, dua benua ini belum banyak dikenal orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cahaya islam pernah terpancar luas dari jazirah Arabia pada masa Khalifah yang empat, dimana kota Madinah dijadikan sebagai pusat pemerintahannya. Ini adalah fase awal pemerintahan islam paska kenabian yang dipimpin oleh para sahabat yang telah dibina langsung oleh Nabi. Di Bagdad. Kemegahan islam menjadi semarak pada zaman Dinasti Abbasiyah. Di Siria yang dulunya merupakan wilayah Bizantin cahaya ini masih tetap bersinar di bawah pimpinan Dinasti Umawiyah I di Damaskus. Di Spanyol, negeri yang oleh orang barat dijuluki sebagai “sepotong surga di Eropa” inipun turut menyemarakkan kemegahan islam dan keindahannya. Pondasi Islam di negeri ini telah di letakkan oleh Khalifah dari Dinasti Umawiyah I, yang kemudian terus dilanjutkan hingga masa Kerajaan Nasriyah di Granada. Demikian juga di Eropa Timur, bintang islam bersinar dari sebuah kota yang bersejarah, yaitu konstantinopel. Kota yang dibangun pada abad 4 M oleh Kaisar Constantin I ini selama berabad-abad menjadi kota pertahanan bangsa Romawi. Namun, setelah berhasil ditaklukan pada abag 15 M oleh kaum muslimin, kota yang dulu merupakan basis Kristen ini justru menjadi benteng pioneer dalam menyebarkan dakwah islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;India merupakan sebuah Negeri yang ikut meramaikan kejayaan islam pada abad pertengahan. Sebenarnya, perhatian untuk menjadikan India menjadi bagian dari wilayah islam sudah ada sejak masa Khalifah yang empat . pada paruh pertama pemerintahan Khalifah Usman bin Affan, telah dikirim seorang utusan untuk meninjau dan meneliti keadaan negeri India. Utusan tersebut bernama Hakim bin Jabalah yang atas perintah Gubernur Irak yang saat itu di jabat oleh Abdulloh bin Amir. Namun meskipun demikian, eksistensi Islam di India sebagai sebuah Kerajaan yang berdaulat secara dan diakui sebagai kekuatan dunia baru terwujud pada abad pertengahan dengan berdirinya Kerajaan Mongol Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerajaan ini di bangun oleh keturunan  Jengis Khan, bangsa Mongol yang terkenal sebagai penyembah matahari yang sangat kejam. Setelah mereka masuk islam, dengan berapi-api mereka membuka negeri-negeri baru dan mendirikan pemerintahan islam disana. Salah satu keturunan itu bernama Baber. Baber berarti “Si Macan”.  Pada tahun 1525 M dengan membawa 13.000 pasukan baber memasuki India untik menaklukannya. Pertama kali Ia menembus pertahanan kota Punjab dengan sangat mudah. Hal ini sangat wajar, karena teknologi perang saat itu masih primitive, sedangkan Baber menggunakan meriam yang merupakan senjata perang paling modern saat itu. Meriam memang masih belum banyak di kenal oleh orang, terutama di India. Hindustan pada masa itu dipimpin oleh Imarot-imarot Islam dan Maharaja hindu yang berdiri sendiri-sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 21 April 1526 terjadilah perang besar antara Baber dengan penguasa Delhi. Yaitu seorang Raja dari Dinasti Lodi. Kekuatan tentara Delhi terbilang sangat besar. Terdiri dari 100.000 personil ditambah dengan 1000 pasukan bergajah. Raja menyusun formasi dan strategi secermat mungkin untuk mempertahankan Delhi dari serangan Baber. Namun sekali lagi, kekuatan yang sedemikian dahsyatnya itupun tidak kuasa menahan gempuran meriam-meriam pasukan Baber. Dengan kemenangan yang gemilang ini Baber mendeklarasikan diri sebagai Sultan Hindustan yang luas. Inilah awal berdirinya Kerajaan Mongol Islam di India yang sempat muncul sebagai salah satu kekuatan di dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerajaan Mongolini mencapai puncak keemasannya di bawah dua Sultan besar yang sangat legendaries, yaitu Sultan Akbar Khan dan Sultan Aurangzeb. Pada masa Sultan Akbar, rakyat India yang sangat majemuk itu berhasil disatukan. Mayoritas penduduk India adalah pemeluk hindu. Selain itu ada juga kelompok minoritas pemeluk majusi dan nasrani. Sedangkan Islam walaupun juga terbilang minoritas, namun di negeri Ini mereka yang memegang kendali politik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sultan Akbar dikenal sebagai Sultan yang sanagt bijaksana oleh rakyat India ataupun para sejarawan barat. Terlepas dari kontroversi tentang apa sebenarnya keyakinan beliau dalam beragama, namun persatuan antar umat beragama saat itu benar-benar dapat terwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masanya di mulailah pengaturan administrasi pemerintahan yang demikian teratur. Sehingga Inggris sendiri satu setengah abad setelahnya saat menaklukan India tetap meneruskan administrasi Sultan Akbar. Ia memimpin India selama 50 tahun lamanya. Selama itulah dia membawa India pada zaman keemasan ilmu pengetahuan dan peradaban. Pada saat itu di dunia ini ada 3 kerajaan besar yang menjadi super power, yaitu Kesultanan Turki Usmani di Istanbul, Kerajaan Safawi di Persia, dan Kerajaan Mongol di India. Ketiganya adalah kerajaan islam walaupun berbeda madzhab. Kesultanan Turki Usmani menjadikan madzhab sunni sebagai madzhab resmi kerajaan. Sedangkan Kerajaan Safawi bermadzhab syi`ah. Kerajaan ini di nilai sebagai fondasi lahirnya Iran Modern yang juga menjadikan syi`ah sebagai agama resmi Negara. Adapun untukl kerajaan Mongol memang tidak terlihat corak khas dalam bermadzhab. Namun lebih mendekati sunni. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaman keemasan Kerajaan Mongol masih terus di lanjutkan oleh Sultan Aurangzeb. Ia bahkan berhasil meluaskan wilayahnya dari Kabul Afganistan hingga Arakan, India bagian selatan. Aurangzeb berusaha keras untuk memberikan corak Islam di India. Sehingga India pada masa itu memang sangat identik dengan Islam, walaupun sebenarnya mayoritas penduduknya adalah pemeluk Hindu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu peninggalan Kerajaan Mongol Islam yang masih dapat kita saksikan saat ini adalah Istana Taj Mahal. Istana megah ini di bangun oleh Syah Jehan sebagai hadiah untuk permaisurinya. Jika dilihat dari seni dan arsitekturnya, Taj Mahal adalah bukti dari kemajuan seni pada masa India Islam. Karena memang pada masa itu, setiap negeri kaum muslimin hamper dapat dipastikan merupakan negara yang maju. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sekuntum mawar yang pernah tumbuh dan mekar di taman India.  Sekuntum mawar yang melengkapi keindahan mawar-mawar lain di taman kehidupan ini. Sekuntum mawar yang indah, namun jika dirusak Ia akan menampakkan durinya yang tajam. Inilah islam, agama perdamaian yang cinta damai. Namun mendadak menjadi keras jika Ia di musuhi. Wallohu A`lam bis Shawab. (Sumber: http://fahrihidayat.blogspot.com)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1904331972066975657-3931403515692787697?l=fahrihidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/feeds/3931403515692787697/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2009/12/sekuntum-mawar-di-india.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/3931403515692787697'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/3931403515692787697'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2009/12/sekuntum-mawar-di-india.html' title='SEKUNTUM MAWAR DI INDIA'/><author><name>Fahri Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01033734545576722305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNXYHPj3PHI/AAAAAAAAAQU/Z8J1KRXFnbc/S220/Fahri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/Symbb5BNeYI/AAAAAAAAACM/F80lq8lRhxU/s72-c/Tajmahal.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1904331972066975657.post-2783879288690796388</id><published>2009-10-11T20:38:00.000-07:00</published><updated>2010-02-01T15:55:40.678-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>PEWARIS KEKAISARAN DAN KEKHILAFAHAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/StKmzqTnzTI/AAAAAAAAACE/5ulVZppArlw/s1600-h/Ottoman.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 254px;" src="http://2.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/StKmzqTnzTI/AAAAAAAAACE/5ulVZppArlw/s320/Ottoman.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5391555110376033586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: &lt;br /&gt;Fahri Hidayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat gelombang Bangsa Mongol berhasil masuk, membanjiri, dan memporak-porandakan Ibu Kota kekhilafahan Islam, Bagdad, seketika para penguasa islam yang masih tersisa segera bersatu dan bekerjasama untuk membendungnya supaya tidak semakin meluas. Kerajaan-kerajaan Islam yang tadinya saling memerangi ini entah mengapa tiba-tiba bersatu padu kembali. Mungkin memang seperti inilah kecenderungan yang ada disetiap manusia, pada saat dalam kondisi kuat mereka saling membangga-banggakan diri dan lalai. Bahkan saling memerangi antara kerajaan Islam sendiri, terkadang hanya karena masalah-masalah sepele!  Namun jika keadaannya sudah sangat genting seperti ini, tak ada pilihan lain selain bersatu dan mempertahankan wilayah Islam yang masih ada. Bayangkan saja, luas wilayah yang dihancurkan oleh Bangsa Mongol itu sekitar tiga kali luas daratan Indonesia! Ini adalah bencana kemanusiaan yang bias dikatakan lebih sadis dari apa yang pernah dilakukan oleh Nebukadzer. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tekanan dan invansi Bangsa Mongol itulah yang menjadikan rombongan kabilah kecil di Asia Tengah mengungsi dari daerahnya menuju kearah barat. Kabilah kecil itu bernama kabilah Oguz yang dikepalai oleh seorang pimpinan kabilah  bernama Ertogrul. Rombongan dari kabilah Oguz ini hanya terdiri dari sekitar 100 kepala keluarga. Akhirnya, setelah menempuh perjalanan ratusan mil sampailah mereka di kawasan Asia Kecil. Mereka  meminta perlindungan dari penguasa muslim setempat, yaitu Sultan Alaudin II yang memimpin Kerajaan Saljuk.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Kebetulan saat  itu Sultan sedang berperang melawan Bizantium yang wilayahnya memang berbatasan dengan Kerajaan Saljuk. Maka kedatangan rombongan itu tidak disia-siakan olehnya. Mereka diminta membantu Sultan guna memperkuat tentaranya. &lt;br /&gt;Ternyata kedatangan Kabilah Oguz dalam peparangan memberikan pengaruh yang sangat signifikan. Sultan meraih kemenangan gemilang atas Bizantium. Sebagai bentuk terimakasih Sultan, Ia memberikan hadiah berupa sebidang tanah kepada Kabilah ini untuk dibina. tanah pemberian Sultan ini berbatasan langsung dengan wilayah Bizantium. Untuk itu Sultan member  wewenang kepada Kabilah Oguz untuk meluaskan tanahnya ke wilayah Bizantium. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu Ertogul sebagai pimpinan kabilah giat membantu Sultan Alaudin II dalam berjihad melawan pasukan Bizantium. sebidang demi sebidang tanah Bizantium berhasil dibuka, dengan demikian wilayah yang dihuni Kabilah Oguz semakin meluas. &lt;br /&gt;Namun pada tahun 1289 M Ertogrul meninggal dunia. Estafet kepemimpinan Kabilah Oguz beralih kepada putranya, Usman. Usman adalah seorang yang memiliki pribadi ideal sebagai pemimpin. Ia adalah seorang yang adil, bijaksana, dan selalu menepati janji walaupun dengan lawannya. Ia juga dikenal sebagai sosok pejuang keras yang ikhlas. Sebagai Pimpinan Kabilah Oguz, Ia meneruskan perjuangan ayahnya membantu Sultan Alaudin II dalam berjihad melawan Bizantium. benteng-benteng strategis di wilayah Bizantium berhasil ditundukannya. Ia selalu memperoleh kegemilangan dalam setiap perang, hal ini disebabkan selain karena kepandaian siasatnya, pihak Kerajaan Saljuk tentu juga memberikan dukungan kepadanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1300 M Bangsa Mongol tiba-tiba mengalihkan penjarahannya kepada Kerajaan Saljuk. Untuk sementara jihad Usman melawan Bizantium dihentikan. Ia beserta para pemuka Kabilahnya diminta untuk membantu Sultan mengatasi masalah yang jauh lebih besar, yaitu menghadapi Bangsa Mongol yang terkenal sangat kejam itu. Karena memang saat itu tidak banyak peperangan Bangsa Mongol yang dimenangkan pihak lawan. Untuk itu Sultan harus memberikan perhatian ekstra demi menjaga Kerajaan dan umat islam yang berlindung didalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata tentara mongol masih terlalu perkasa untuk dikalahkan. sultan terbunuh dalam perang itu, dan nasib Kerajaan Saljukpun sama dengan nasib Kerajaan-kerajaan lain, dihancurkan, dibakar, dan penduduknya disiksa! Sejak saat itu wilayah yang tadinya merupakan bagian Kejaaan Saljuk terpecah-pecah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Momentum ini justru dimanfaatkan oleh Usman untuk melepaskan diri dari Kerajaan Saljuk. Setelah Sultan Alaudin II tewas dalam peperangan, Usman mendeklarasikan kemerdekaaan penuh atas wilayahnya. Ia mendirikan Kerajaan Islam baru yang dikemudian hari dikenal oleh masyarakat muslim sebagai Khilafah Usmaniyah atau Khilafah Turki Usmani. Nama Usmaniyah disandarkan kepada Usman putra Ertogrul sebagai pendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khilafah Usmaniyah menyambung rantai kekhilafahan sebelumnya, yaitu Khilafah Umawiyah, dan Khilafah Abbasiyah. Para ulama` pada masa itupun sepakat bahwa Khilafah tidak harus berada ditangan Quraisy. Namun boleh juga dibawah kendali bangsa non-arab seperti Turki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khilafah Turki Usmani dalam perjalanannya menorehkan tinta emas dalam sejarah. Jika pada abad ke 8 umat islam pernah Berjaya pada masa Khilafah Abbasiyah dan Imarot Spanyol Islam, maka pada abad pertengahan ikon kemajuan dan kekuatan islam adalah Khilafah Turki Usmani. Terutama kemajuan dalam kemiliteran, Turki Usmani memiliki tentara pilihan yang sangat ditakuti, yaitu pasukan yenissary yang sudah dibentuk oleh Sultan kedua Dinasti Usmaniyah, Orkhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu dari para Sultan yang namanya sangat dikenal dalam buku-buku sejarah timur dan barat adalah Sultan ke-7, Muhammad II yang lebih dikenal dengan Muhammad Al-Fatih. Masyarakat barat memanggilnya Mehmed II. Al-Fatih adalah sebuah gelar yang disandarkan kepadanya setelah Ia berhasil menaklukan Kota Konstantinopel yang dulunya merupakan Ibu Kota Romawi Timur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya obsesi untuk membuka kota yang dibangun Kaisar Constantin I  pada tahun 330 M  ini merupakan impian setiap penguasa muslim di setiap zaman. Ini karena keyakinan yang tertancap kuat dalam jiwa mereka bahwa kota bersejarah itu pasti akan dikuasai oleh kaum muslimin. Dalam musnad riwayat Imam Ahmad disebutkan bahwa nabi Muhammad bersabda: “Sungguh kota konstantinopel ditangan seorang laki-laki. Maka sebaik-baik pemimpin adalah pemimpin itu, dan sebaik-baik tentara adalah tentaranya”. Maka tak heran jika para penguasa muslim berlomba-lomba untuk meraih predikat sebaik-baik pemimpin itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari hadis Nabi diatas, kota konstantinopel sebetulnya dianggap sebagai kota terpenting didunia karena letaknya yang sangat strategis. Usaha kaum muslimin untuk menyerang konstantinopel pertamakali adalah pada masa Khalifah Muawiyah bin Abi Sufyan pada tahun 44 H. Namun serangan itu belum berhasil. Bahkan seorang sahabat Nabi yang bernama Abu Ayub Al-Anshori meninggal saat mengepung kota ini. Setelah itu beberapa kali kaum muslimin menyerang kota ini, namun belum ada yang berhasil. Serangan yang cukup besar adalah pada tahun 190 H oleh Khalifah Harun Al-Rasyid dari Dinasti Abbasiyah. Serangan kali ini cukup menimbulkan gejolak didalam negeri Bizantium. namun meskipun demikian, tembok-tembok konstantinopel masih terlalu kokoh untuk dihancurkan. Setelah serangan pertama oleh kaum muslimin, kota ini masih berhasil bertahan selama 7 abad lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konstantinopel baru berhasil ditaklukan oleh Sultan Muhammad II melalui pertempuran yang sangat ketat. Walaupun Sultan menggunakan meriam dalam perang, namun konstantinopel tidak mudah untuk ditembus. Saat itu meriam adalah senjata perang paling modern dan belum banyak digunakan. Moncong-moncong meriam pasukan usmani selalu terarah ke tembok benteng konstantinopel. Setiap hari letusan meriam dengan dahsyatnya menghujani tembok-tembok itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi Sultan dalam penaklukan konstantinopel ini sangat teliti dan cerdas. Sejak awal dia dilantik menjadi Sultan, perhatiannya langsung difokuskan untuk hal ini. Mulai dari membangun benteng Romali Hishar di wilayah selatan Eropa di selat Bosphorus, penghimpunan meriam, memperkuat armada laut, melakukan kontrak politik dengan Negara-negara lain supaya tidak tiba-tiba menyerang Kerajaan Usmaniyah saat perhatian Sultan terarah ke konstantinopel hingga masalah-masalah ruhiyah seperti memberikan motifasi kepada para tentaranya untuk selalu berusaha merealisasikan janji Nabi. Ia selalu mengingatkan pujian Nabi terhadap tentara yang mampu menaklukan konstantinopel. Ia sangat berharap bahwa pasukan yang dimaksud oleh Nabi itu adalah pasukannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertempuran itu berlangsung sangat ketat. Pasukan Usmani bahkan sampai melubangi tanah dari depan tembok dan membuat terowongan bawah tanah menuju kedalam kota. Harapannya adalah supaya pasukan usmani dapat menembus kota melalui terowongan itu. Akan tetapi pasukan Bizantium menyadari hal itu, ketika terowongan berhasil menembus permukaan tanah di dalam kota, pasukan Bizantium segera menyiram terowongan itu dengan minyak dan membakarnya. Pasukan Usmani yang berada didalamnya  tewas terbakar! Pengepungan selama puluhan hari itu masih belum memperlihatkan hasil. Namun satu hal yang pasti adalah, semakin lama persediaaan makanan di dalam kota akan terus menipis seiring dengan semakin lamanya pengepungan berlaku. &lt;br /&gt;Pembuatan terowongan bawah tanah tampaknya tidak berhasil, armada lautpun dikerahkan untuk menyerang kota melalui jalur laut. Namun alangkah terkejutnya pasukan Usmani saat mengetahui bahwa satu-satunya akses menuju kota lewat jalur laut telah dihadang oleh sebuah rantai besar yang telah disiapkan tentara Bizantium untuk mencegah kapal-kapal Usmani masuk. Rantai itu menghadang gerak maju armada Usmani. Bahkan beberapa kali armada Usmani mengalami kekalahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat realitas yang semakin terpuruk ini Perdana Mentri Usmani yang bernama Khalil Pasya selalu membujuk Sultan untuk menghentikan perang dan mengubah keputusannya untuk menguasi konstantinopel. Namun Sultan tidak menerima usulan itu dan tetap berfikir keras untuk dapat membukanya, walaupun moral pasukan Usmani sudah mulai menurun. Maka, terbesitlah strategi luar biasa pada benak Sultan. Yaitu membawa kapal-kapal Usmani masuk wilayah Bizantium melalui jalur darat, yaitu dengan menyeretnya melalui gunung. Kapal berjalan diatas gunung! Ini adalah strategi yang tidak biasa pada masa itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cara demikian, kapal-kapal Usmani berhasil masuk Tanjung Emas yang dihadang oleh rantai besar. Tentara Bizantium yang mengetahui hal itu tersentak kaget dan tidak percaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, pada hari selasa tanggal 29 Mei 1453 M serangat umum melalui jalur darat dan jalur laut dilancarkan. Dan kota konstantinopel jatuh pada hari itu juga, termasuk raja Bizantium Constantin tewas dalam serangan umum itu. Mimpi selama 8 abad itu akhirnya terealisasikan, Sejarah Kerajaan Romawi Timur yang sangat panjang dan sangat melegenda akhirnya berakhir disini, dibawah kilatan pedang Sultan Muhammad II. Sultanpun segera bersujud syukur kepada Alloh atas kemenagan yang tidak disangka-sangka ini.Setelah itu konstantinopel dijadikan Ibu Kota Khilafah Usmaniyah dan diganti nama menjadi Islambul yang berarti kota islam. Belakangan orang menyebutnya Istanbul. Kota ini sekarang berada di Turki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian Khilafah Usmaniyah telah mewarisi Kekaisaran Romawi Timur yang dulu pernah dipimpin oleh kaisar constantin I yang terkenal itu, sekaligus sebagai pewaris kekhilafahan Islam yang pernah berjaya dibawah Khalifah besar seperti Khalifah Harun Al-Rasyid. (sumber: http://fahrihidayat.blogspot.com)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1904331972066975657-2783879288690796388?l=fahrihidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/feeds/2783879288690796388/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2009/10/pewaris-kekaisaran-dan-kekhilafahan.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/2783879288690796388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/2783879288690796388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2009/10/pewaris-kekaisaran-dan-kekhilafahan.html' title='PEWARIS KEKAISARAN DAN KEKHILAFAHAN'/><author><name>Fahri Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01033734545576722305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNXYHPj3PHI/AAAAAAAAAQU/Z8J1KRXFnbc/S220/Fahri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/StKmzqTnzTI/AAAAAAAAACE/5ulVZppArlw/s72-c/Ottoman.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1904331972066975657.post-8251157169514351632</id><published>2009-10-07T05:25:00.000-07:00</published><updated>2010-02-01T16:02:51.142-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>KHALIFAH UMAR THE GREAT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/SsyMqZ10noI/AAAAAAAAABk/kAm1TIKFNwU/s1600-h/untitledg.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 137px;" src="http://4.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/SsyMqZ10noI/AAAAAAAAABk/kAm1TIKFNwU/s320/untitledg.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5389837514174668418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: &lt;br /&gt;Fahri Hidayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hijaz merupakan  daerah gurun pasir yang sangat gersang di Jazirah Arabia. Tidak banyak macam tumbuhan hijau yang bisa tumbuh ditempat ini. Belum lagi sinar matahari yang begitu terik menjadikan daerah ini selalu panas disiang hari dan sangat dingin dimalam hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu wilayah ini hanya dihuni oleh suku-suku dan kabilah kecil yang saling memerangi satu sama lain. Suku-suku ini sering berperang hanya karena masalah-masalah yang sangat sepele.  Sering juga membangga-banggakan sukunya masing-masing. Namun cahaya islam telah menerangi dada-dada mereka yang gelap, sehingga mereka bersatu dalam ikatan aqidah islamiyah. Islam telah menghapus rasa sukuisme dan fanatisme kelompok, serta menghimpun mereka dalam ikatan yang kokoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kondisi yang demikian, wajar saja jika kerajaan-kerajaan besar yang ada saat itu tidak berselera untuk menjadikan Hijaz sebagai wilayah kerajaan. Mungkin saja para Raja dan Kaesar berfikir tidak ada untungnya menguasai daerah gersang seperti itu, walaupun sebenarnya dapat ditaklukan dengan mudah jikalau mereka mau. &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di daerah yang gersang inilah Ibu Kota pemerintahan islam berada, yaitu di kota yatsrib yang lebih dikenal dengan sebutan Madinah Al-Munawaroh, yang berarti kota yang bercahaya. Ini karena dari kota inilah cahaya islam terpancar ke seantero dunia. Kota Madinah telah menyaksikan sekian banyak peristiwa-peristiwa besar mulai dari perang khondak antara pasukan muslim melawan sekutu, sampai peristiwa meninggalnya Nabi Muhammad. Kota yang dulunya terpencil ini secara mendadak dan tiba-tiba menjelma menjadi sebuah Negara islam yang maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinilah Khalifah Umar bin Khotob tinggal dan mengatur urusan Negara. Khalifah adalah sebuah gelar untuk seorang pimpinan politik dalam islam. Di Romawi pimpinan negara dikenal dengan sebuatan Kaisar, di Persia disebut dengan Kisra,  di Rusia seorang pimpinan politik dijuluki dengan Tsar, demikian juga di Negara-negara barat pada abad pertengahan terkenal dengan sebutan King atau Raja.  Namun makna substansi Khalifah jauh lebih luas dan lebih dalam dari pada gelar-gelar kepemimpinan yang lainnya. Karena Khalifah bukan hanya sekedar sebagai gelar pimpinan politik, tapi juga berarti imam bagi kaum muslimin yang harus selalu menekan warganya untuk berpegang teguh kepada Al-Qur`an dan As-Sunnah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Khatab dilantik menjadi Khalifah menggantikan pendahulunya, Abu Bakar yang hanya memimpin selama 2 tahun. Dulunya Umar adalah penentang keras dakwah islam. Bahkan ia adalah seorang penyembah berhala yang kejam. Dalam sebuah kisah disebutkan bahwa ia pernah membunuh putri kandungnya sendiri lantaran malu memiliki anak perempuan. Dalam tradisi sebelum islam di masyarakat Arab, memiliki anak perempuan adalah sebuah aib yang memalukan. Alasannya adalah karena anak perempuan tidak bias diajak perang. Sedangkan perang antar suku pada saat itu merupakan sebuah keniscayaaan. Betapa bisa dibayangkan berapa banyak bayi perempuan tak berdosa yang dibunuh saat itu! Namun Alloh memberi Umar hidayah sehingga hatinya luluh untuk masuk islam. Dalam perjalanannya, Umar yang dulunya penentang dakwah islam justru berbalik menjadi tokoh islam utama yang selalu berada disisi Nabi bersama sahabat besar lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat menjadi Khalifah Umar bin Khotob menyusun pasukan untuk melakukan ekspansi dakwah besar-besaran di wilayah Kekaisaran Bizantium dan Persia secara serentak dan relatif bersamaan. Ini adalah sebuah keputusan yang sangat fenomenal pada masa itu! Betapa tidak, Kekaisaran Bizantiun adalah sebuah Kerajaan Super Power yang menjadi ikon kemajuan abad itu, demikian pula dengan Kerajaan Persia yang memiliki ratusan ribu tentara terlatih dan persenjataan perang paling modern. Belum lagi jika melihat perimbangan pasukan yang sangat tidak seimbang. Saat melawan Persia pada Perang Cadesia saja jumlah pasukan islam hanya sekitar 40.000, sedangkan pasukan pihak lawan berjumlah 200.000 tentara. Ini artinya seorang pasukan muslim harus berhadapan dengan 5 orang musuh! Belum lagi dengan persenjataan yang juga tidak sebanding. Jika mempertimbangkan itu semua, maka keputusan Khalifah Umar bin Khotob untuk menyerang patut kita beri apresiasi sebesar-besarnya. Karena keputusan besar seperti itu tidak mungkin keluar dari seorang pengecut. Keputusan besar hanya akan muncul dari jiwa yang besar juga. Bayangkan saja apa resikonya jika kaum muslimin sampai kalah perang, eksistensi kaum muslimin bisa jadi tidak lagi eksis dan besar kemungkinan kaum muslimin akan ditindas dan dijadikan budak yang diperjual belikan! Namun, walaupun kalah dari segi kuantitas, sarana, dan pengalaman berperang, pertempuran pada masa Khalifah Umar selalu berakhir dengan kemenangan gemilang ditangan kaum muslimin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 635 M Damaskus yang merupakan Ibu Kota Siria berhasil ditaklukan oleh pasukan muslimin. Setahun kemudian, tentara bizantium yang berjumlah berlipat-lipat lebih banyak berhasil dihancurkan. Akibatnya seluruh wilayah Siria menjadi daerah kekuasaan Islam. Kemudian secara berturut-turut Palestina dan Mesirpun jatuh ke tangan pasukan islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bagian timur, gelombang ekspansi dakwah juga berhasil meraih kesuksesan yang sama gemilangnya dengan kesuksesan di bagian barat. Setelah Ibu Kota Persia, Ctesiphon berhasil ditaklukan, dengan sendirinya berakhir pula sejarah Kerajaan Persia yang pernah dipimpin oleh Raja Cyrus The Great ini. Dengan demikian, peta kekuatan di dunia berubah drastis dengan begitu cepatnya. Islam muncul sebagai kekuatan baru yang mau tidak mau harus diperhitungkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Palestina dan Mesir dulunya merupakan daerah jajahan Persia. Namun setelah melalui sebuah pertempuran yang sangat sengit, akhirnya kedua wilayah subur itu berhasil direbut oleh Bizantium. Namun ternyata bangsa Romawi tidak lama menikmati kemenangan mereka atas Persia dalam merebut Palestina dan Mesir,  karena sekarang mau tidak mau mereka dihadapkan dengan kekuatan baru yang tiba-tiba muncul, yaitu kekuatan islam yang sebelumnya sama sekali tidak diperhitungkan. Akhirnya Kaisar Bizantiumpun harus rela melepaskan kembali Mesir dan Palestina yang telah Ia dapatkan dengan harga yang sangat mahal!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian wilayah kekuasaan Islam pada masa Umar meliputi Jazirah Arabia, Mesir, Palestina, Siria, dan Persia. Jika dikatakan sebagai sebuah imperium, ini adalah imperium yang mungkin paling fenomenal pada masa itu!&lt;br /&gt;Khalifah Umar bin Khatab tidak hanya berkosentrasi pada perluasan wilayah saja, namun juga mengatur administrasi Negara dengan mencontoh yang sudah berkembang, terutama Persia. Wilayah islam yang luas itu dibagi menjadi 8 propinsi. Dimana dimasing-masing propinsi dikepalai oleh seorang Gubernur. Beberapa departemen juga didirikan, seperti Departemen Khazraj yang mengatur masalah perpajakan. Jabatan kepolisian juga dibentuk demi menjaga keamanan Negara. Demikian pula lembaga pengadilan didirikan pula untuk menyelesaikan masalah-masalah hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah Umar bin Khatab adalah seorang pemimpin teladan dan ideal.  Kebesaran pengaruhnya melebihi Alexander The Great, Raja Macedonia. Karena Alexander hanyalah seorang penakluk besar pada zamannya, namun tidak meninggalkan pengaruh berupa peradaban atau semisalnya pada daerah taklukannya. Setelah ia meninggal, wilayah yang pernah ditaklukannyapun terpecah-pecah, dan pengaruhnya pun semakin surut. Ia hanya seorang penakluk yang brilian. Beda halnya dengan Umar. Umar bukan hanya piawai dalam masalah perang dan administrasi Negara, namun ia juga dikenal sebagai sosok yang sangat sederhana. Bahkan dikisahkan bahwa pakaian yang dipakainya adalah pakaian yang penuh dengan jahitan. Sampai-sampai para sahabat merasa iba jika melihatnya. Padahal ia adalah pemimpin besar yang telah menghancurkan Kerajaan Persia! Kesederhanaan dan suri tauladannya yang menjadikannya dicintai oleh rakyatnya. Bahkan penduduk Kristen koptik di Mesir sebelum ditaklukan oleh Islam justru menginginkan mereka dipimpin oleh Khalifah Umar dari pada dipimpin oleg Gubernur Bizantium. Maka, wilayah-wilayah yang telah ditaklukan Umar tetap menjadi Negara islam, hingga saat ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah pada suatu hari ada seorang utusan dari Persia ingin berjumpa dengan Khalifah Umar. Oleh seseorang utusan tersebut diberitahu bahwa Khalifah biasanya menyendiri dibawah pohon kurma. Yang terbayang dibenaknya saat itu adalah taman kurma di istana yang megah sebagaimana yang sering disaksikannya di Istana Putih Persia. Namun alangkah terkejutnya dia saat melihat Umar yang berpakaian sangat sederhana, tanpa pengawal, dan hanya seorang diri dibawah pohon kurma!&lt;br /&gt;Seorang sejarawan Kristen bernama Michael Hart bahkan memasukkan nama Umar bin Khotob kedalam seratus tokoh yang paling berpengaruh dalam sejarah umat manusia. Umar adalah seorang pemimpin sejati, Dia pernah berkata “Andai ada seekor keledai yang terjatuh di jalan kota, maka tentu aku akan diminta pertanggungjawaban dihadapan Alloh”. (sumber: http://fahrihidayat.blogspot.com)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1904331972066975657-8251157169514351632?l=fahrihidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/feeds/8251157169514351632/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2009/10/khalifah-umar-great.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/8251157169514351632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/8251157169514351632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2009/10/khalifah-umar-great.html' title='KHALIFAH UMAR THE GREAT'/><author><name>Fahri Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01033734545576722305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNXYHPj3PHI/AAAAAAAAAQU/Z8J1KRXFnbc/S220/Fahri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/SsyMqZ10noI/AAAAAAAAABk/kAm1TIKFNwU/s72-c/untitledg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1904331972066975657.post-4012128609493482795</id><published>2009-10-05T20:02:00.000-07:00</published><updated>2010-02-01T15:59:57.217-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>AWAN HITAM DI  LANGIT BAGHDAD</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/SsyLidzmYbI/AAAAAAAAABc/H6lx4egPqCs/s1600-h/Pemandangan+Abbasiyah.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 252px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/SsyLidzmYbI/AAAAAAAAABc/H6lx4egPqCs/s320/Pemandangan+Abbasiyah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5389836278288507314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: &lt;br /&gt;Fahri Hidayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi umat Islam saat itu memang berada diujung tanduk. Kekuatan politik Islam yang sebelumnya berada di bawah kendali Kholifah Dinasti Abbasiyah kini telah terpecah-pecah menjadi kerajaan-kerajaan kecil yang berdiri sendiri-sendiri . Kholifah pada masa itu tidak lebih hanya sebagai simbol yang fungsi kontrolnya sangat dibatasi. Belum lagi konsisi di Istana Bagdad sendiri sangat memprihatinkan. Para Kholifah periode akhir Dinasti Abbasiyah itu hanya menjadi penikmat warisan kejayaan leluhurnya. Sejarah keemasan Islam yang pernah diraih  oleh Dinasti itu hanya tinggal  sebuah dongeng yang selalu dibangga-banggakan. Jangankan untuk mengembangkan eksistensi kekuatan Islam sebagai penopang dakwah, untuk mempertahankan apa yang sudah ada saja tampaknya begitu susah bagi Dinasti ini, jika mempertimbangkan konflik intenal dalam tubuh umat islam yang sangat sering terjadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun kerajaan-kerajaan kecil itu mengakui eksistensi Kholifah Dinasti Abbasiyah sebagai pemersatu, namun Kholifah tidak memiliki wewenang untuk ikut campur urusan kerajaan. Sultan yang memimpin sebuah kerajaan islam diberi kekuasaan penuh atas wilayahnya.  Kondisi seperti ini sudah tentu akan melemahkan Kekuatan Islam dimata dunia. Dan memang itulah yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Pada saat yang sama, jauh di sebelah barat Kota Bagdad, suku-suku liar dari Pegunungan Mongolia sedang gencar-gencarnya melakukan ekspansi ke negeri-negeri yang berbatasan dengan wilayah mereka. Setelah sebelumnya mereka sukses menaklukan  China, menundukkan Rusia, serta menghancurkan India bagian utara, kini negeri-negeri Islam yang dijadikan sasarannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bangsa Mongol adalah bangsa nomad yang memiliki watak kasar dan suka berperang. Mereka juga dikenal sebagai bangsa yang berani menghadang kematian demi merealisasikan cita-citanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angkatan Militer Mongol terus menggelombang dan menyebarkan intimidasi yang luar biasa bagi masyarakat maupun para penguasa di pelosok negeri. Karena mereka dikenal sangat kejam dan bengis . Apabila mereka telah menaklukan sebuah wilayah, maka senantiasa mereka akan menghancurkan setiap bangunan yang telah dibangun, membunuh dan menyiksa penduduknya, membakar dan meluluhlantakkan segalanya tanpa ampun. Sungguh mengerikan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1258 M tentara mongol dibawah komando Hulago Khan akhirnya sampai didepan pintu gerbang Ibu Kota Khilafah Islam, Bagdad. Dengan kekuatan 200.000 prajurit mereka mengepung kota itu selama kurang lebih 40 hari. Penduduk yang berada didalam kotapun dicekam ketakutan yang tidak dapat digambarkan lagi jika membayangkan apa yang akan terjadi jika Pasukan Mongol yang biadab itu dapat menembus pintu gerbang dan berhasil masuk kota. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, melalui sebuah tipu muslihat Hulago Khan berhasil memancing Kholifah Al-Musta`shim Billah, keluarga, dan para pembesar Istana untuk keluar menghadapnya dengan janji sebuah jaminan keselamatan. Namun, ketika rombongan Kholifah sudah sampai di depan pintu gerbang kota sambutan Hulago Khan sungguh diluar dugaan. Dia meringkus Kholifah dan para pengawalnya  serta membunuhnya dengan sangat kejam dan  tidak manusiawi. Setelah itu tentara mongol yang haus darah itupun segera masuk dan membanjiri kota Bagdad. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh mengerikan peristiwa itu, bangunan-bangunan bersejarah yang megah dihancurkan, penduduk disiksa dan dibunuh seperti binatang, perpustakaan dibakar, buku-buku tulisan para ilmuan muslim yang telah dihimpun selama berabad-abad ditenggelamkan di sungai eufrat. Bahkan dikisahkan bahwa sampai-sampai air yang mengalir disungai eufrat berwarna hitam karena tinta.  Dengan demikian berakhirlah kekuasaan Dinasti Abbasiyah di Bagdad dan dengan sendirinya umat islam berada dibawah pemerintahan Raja Hulago yang menyembah matahari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sepenggal kisah  yang tentu menyacat hati siapapun yang mengenangnya. Sebuah episode kelam yang pernah dicatat oleh sejarah. Kejayaan Islam dibawah naungan Dinasti Abbasiyah yang pernah diraih oleh Harun Al-Rasyid hanya tinggal kenangan sejarah yang diabadikan dalam bait-bait sya`ir dan puisi. &lt;br /&gt;(sumber: http://fahrihidayat.blogspot.com)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1904331972066975657-4012128609493482795?l=fahrihidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/feeds/4012128609493482795/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2009/10/awan-hitam-di-langit-bagdad.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/4012128609493482795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/4012128609493482795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2009/10/awan-hitam-di-langit-bagdad.html' title='AWAN HITAM DI  LANGIT BAGHDAD'/><author><name>Fahri Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01033734545576722305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNXYHPj3PHI/AAAAAAAAAQU/Z8J1KRXFnbc/S220/Fahri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/SsyLidzmYbI/AAAAAAAAABc/H6lx4egPqCs/s72-c/Pemandangan+Abbasiyah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1904331972066975657.post-7693873724411204340</id><published>2009-09-10T21:21:00.001-07:00</published><updated>2010-02-01T16:01:45.392-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>SEPOTONG SURGA DI EROPA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/SsyOJ6ZabhI/AAAAAAAAAB0/3-dXi1pK3uM/s1600-h/IMG_3048.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/SsyOJ6ZabhI/AAAAAAAAAB0/3-dXi1pK3uM/s320/IMG_3048.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5389839155001454098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: &lt;br /&gt;Fahri Hidayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eropa pada abad pertengahan adalah merupakan sebuah komunitas negeri-negeri yang berperadaban rendah. Kekuatan Gereja yang absolut dan otoriter masih sangat kental mewarnai sendi-sendi kehidupan jutaan penduduknya yang mayoritas beragama Nasrani. Gereja pada masa itu memiliki pengaruh dan kekuasaan melebihi pengaruh seorang Raja. Fatwa Paus di Vatikan seakan menjadi wahyu yang harus diikuti dan dilaksanakan oleh rakyat Eropa yang masih tenggelam pada zaman kebodohan itu. Banyak sekali penemuan-penemuan sains yang bertentangan dengan dokrin gereja diklaim oleh pihak gereja sebagai sihir yang harus dimusnahkan. Bahkan seorang ilmuan Eropa kenamaan Galileo Galileipun harus rela mengakhiri hidupnya di tiang gantungan lantaran mengemukakan sebuah teori yang menyatakan bahwa bumi itu berbentuk bulat. Teori Galileo ini sangat bertentangan dengan pemahaman masyarakat Eropa dan Dokrin Gereja yang mengatakan bahwa bumi berbentuk datar. Jadi, menurut pemahaman saat itu apabila seseorang hendak mengarungi samudra, dikhawatirkan dia akan terjatuh pada semacam jurang yang dalam. Tragedi yang menimpa Galileo Galilei ini bukanlah satu-satunya. Masih banyak kasus lain yang serupa yang menimpa para ilmuan di Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disisi lain, pada waktu yang sama, di belahan bumi yang lain terdapat komunitas penduduk yang berperadaban jauh lebih tinggi. Mereka adalah masyarakat muslim yang rata-rata tinggal di Asia. Para Kholifah maupun para Sultan yang memimpin kaum muslimin adalah orang-orang yang cinta akan ilmu pengetahuan. Berbagai disiplin ilmu menjadi makanan sehari-hari masyarakat muslim itu. Universitas-Universitas di dirikan. Tempat-tempat nongkrong para pemuda di negeri-negeri Islam tak ubahnya menjadi tempat untuk berdiskusi tentang ilmu pengetahuan. Maka tak heran jika pada masa itu banyak bermunculan nama-nama ulama` dan ilmuan muslim terkemuka di seantero dunia. Ribuan buku-buku ilmiah hasil karya para cendekiawan muslim tersebut bahkan diterjemahkan kedalam Bahasa Asing untuk di pelajari. &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Wilayah islam yang saat itu terbentang dari Afrika hingga perbatasan China dipimpin oleh seorang Khalifah. Saat itu hampir dapat dipastikan bahwa setiap jengkal tanah yang didiami oleh kaum muslimin adalah daerah yang berperadaban maju. Sehingga para pemuda Eropa yang ingin menuntut ilmu berbondong-bondong ke negeri-negeri muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spanyol adalah salah satu dari sekian banyak negeri di Eropa yang saat itu masih terbelakang. Dibawah kekuasaan Raja Ghotic yang kejam rakyat spanyol selalu menuai penderitaan yang tidak manusiawi. Pajak yang sangat tinggi, penindasan, dan intimidasi telah menjadi bagian hidup rakyat Spanyol. Sementara itu para pembesar Kerajaan justru menghabiskan waktunya untuk berfoya-foya dan berhambur-hamburan diatas penderitaan rakyatnya. Luar biasa ketidakadian yang menimpa rakyat spanyol saat itu. Situasi ini bukan hanya berlangsung sehari atau dua hari saja. Namun bertahun-tahun lamanya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi yang demikian tentu membuat Negeri Spanyol terus melemah. Krisis multidimensipun tak dapat dihindari lagi. Dan akhirnya pihak yang paling merasakan dampak krisis tersebut adalah rakyat jelata. Kemiskinan dan kelaparan merata dimana-mana. Ironisnya, hal ini tidak menyentuh nurani para penguasa untuk melakukan semacam renovasi dan perubahan kearah yang positif untuk membangun kembali kerajaan yang telah rapuh itu. Para penguasa seakan dengan sadar menghabiskan sisa waktu untuk bersenang-senang sebelum akhirnya mereka akan dibinasakan. Entah oleh siapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis yang melanda Negeri Spanyol itu ternyata diamati dengan seksama oleh Gubernur Afrika Utara yang saat itu dijabat oleh Musa bin Nushair. Afrika Utara secara geografis terletak disebelah selatan Spanyol yang dibatasi oleh sebuah selat. Banyak sekali penduduk Spanyol yang melarikan diri dari tanah kelahiran mereka dan mengungsi ke Afrika Utara demi mendapat perlindungan dari Penguasa Muslim disana.  Hal ini tentu membuat hati Gubernur iba. Maka timbullah sebuah gagasan dari Gubernur Musa bin Nushair untuk membebaskan negeri Spanyol dari kedholiman dan ketidak adilan tersebut. Setelah bermusyawarah dengan para penasehatnya  Gubernurpun segera meminta izin dari Kholifah di Damaskus untuk menyerang  Spanyol. Dan akhirnya permintaan itupun dikabulkan oleh Kholifah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendapat restu dari Kholifah, Gubernur segera mengorganisasi pasukan untuk menyerang spanyol. Gubernur mengangkat Thoriq bin Ziyad  sebagai jendral yang memimpin pasukan. Thoriq bin Ziyad pada mulanya merupakan salah seorang budak Musa bin Nushair. Namun karena kepiawaiannya dalam militer dan kecerdasanya Gubernur memberinya jabatan sebagai Jendral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabar tentang rencana penyerangan Pasukan Muslimin telah tersiar di Spanyol. Namun yang unik disini adalah, rakyat Spanyol yang notabene beragama Kristen itu justru lebih menginginkan  dipimpin oleh kaum muslimin dari pada dipimpin oleh Raja Ghotic yang dictator dan kejam. Sementara pihak Kerajaan pada mulanya justru menganggap remeh kedatangan Pasukan Muslim tersebut. Mungkin karena jumlahnya yang memang sedikit jika dibandingkan dengan jumlah tentara Raja Gotic yang banyak. Namun pada akhirnya justru pasukan muslim yang sedikit itulah yang memenangkan peperangan dalam waktu yang relatif singkat. Dan spanyolpun akhirnya menjadi bagian dari wilayah Negara Islam. Ini terjadi pada abad 8M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menjadi bagian dari wilayah Islam secara bertahap terjadi perubahan yang menakjubkan di Spanyol. Kemajuan dalam berbagai bidangpun mulai tampak. Rakyat muslim dan Kristen dapat hidup rukun dan berdampingan. Dalam sekejap Spanyol menjelma menjadi Negeri yang paling maju diantara negeri-negeri Eropa lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemajuan di Negeri Spanyol ini mencapai pincaknya pada abad 8M dimana Cordova yang menjadi ibu kota Spanyol telah menjadi kota terpenting kedua setelah Bagdad. Universitas-universitas telah didirikan. Tempat-tempat diskusi ramai dikunjungi. Para Pejabat Muslim yang memimpin Spanyol saat itu sangat menjunjung tinggi para Ulama` dan Ilmuan. Maka dari tanah itulah lahir ilmuan dan Ulama` besar yang terkenal diseluruh dunia hingga saat ini. Spanyol telah bermetamorfosis menjadi Negara maju yang diakui bukan hanya di Eropa, namun juga di dunia pada masa itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara-negara Eropa yang lain pada saat itu masih tenggelam di masa kegelapannya. Bahkan dikisahkan ketika Kholifah memberikankan hadiah berupa jam pada seorang Raja di Eropa, dia mengira jam itu adalah jelmaan dari jin efret. Ini menggambarkan betapa penduduk Eropa saat itu buta ilmu pengetahuan. Namun, kehadiran Spanyol Islam telah menjadi sepotong tanah surga di Eropa. Banyak orang Eropa yang akhirnya tersadar akan keterbelakangannya belajar di Negeri Spanyol Islam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam telah membuat Spanyol yang terpuruk menjadi sepotong tanah surga di Eropa. Selama kurang lebih 8 Abad lamanya negeri ini tetap menjadi negeri Islam. Namun pada abad 15 M terjadi revolusi besar-besaran di negeri ini yang berakhir pada pengusiran dan penyiksaan terhadap umat islam. Sangat dahsyat sekali penyiksaan terhadap umat islam pada saat itu! Bahkan digambarkan bahwa seorang muslim dikubur hidup-hidup di peti mayat yang telah ditancapi paku! Ini sungguh sangat ironis mengingat jasa Islam yang telah mengangkat martabat mereka dari kebodohan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Akhirnya,  Kota Granada yang merupakan benteng terakhir kekuatan Islam di Spanyolpun berhasil direbut oleh tentara Kristen. Maka berakhirlah pemerintahan Islam di Spanyol. Kenangan indah itu kini tak lebih dari kenangan masa silam yang telah berlalu dan hilang ditelan masa. Sampai kapankah Spanyol kan pergi..?&lt;br /&gt;(sumber: http://fahrihidayat.blogspot.com)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1904331972066975657-7693873724411204340?l=fahrihidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/feeds/7693873724411204340/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2009/09/oleh-fahri-hidayat-eropa-pada-abad.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/7693873724411204340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1904331972066975657/posts/default/7693873724411204340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahrihidayat.blogspot.com/2009/09/oleh-fahri-hidayat-eropa-pada-abad.html' title='SEPOTONG SURGA DI EROPA'/><author><name>Fahri Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01033734545576722305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/TNXYHPj3PHI/AAAAAAAAAQU/Z8J1KRXFnbc/S220/Fahri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/__LHigioXE48/SsyOJ6ZabhI/AAAAAAAAAB0/3-dXi1pK3uM/s72-c/IMG_3048.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry></feed>
